SEA Plus Youth Games – Asia Tenggara akan memiliki multiajang olahraga baru mulai tahun 2028 yang secara khusus menyasar atlet usia muda. Ajang ini bernama Southeast Asian Plus Youth Games atau SEA Plus Youth Games (SEA Plus YG). Kehadiran kompetisi ini bertujuan membangun fondasi atlet sejak usia dini agar siap menghadapi level kompetisi yang lebih tinggi, seperti Asian Youth Games (AYG) dan Youth Olympic Games (YOG).

SEA Plus Youth Games akan menampung atlet berusia 17 tahun ke bawah dan menjadi sarana uji kemampuan sebelum mereka berlaga di panggung Asia dan dunia. Penyelenggara merancang ajang ini agar berlangsung setidaknya satu tahun sebelum AYG, sehingga atlet memiliki waktu cukup untuk evaluasi dan peningkatan performa.

Inisiatif Komite Olimpiade Filipina untuk Pembinaan Atlet Usia Dini

Presiden Komite Olimpiade Filipina, Abraham “Bambol” Tolentino, memimpin langsung pembentukan multiajang olahraga berbasis pemuda ini. Ia menilai kawasan Asia Tenggara membutuhkan kompetisi tambahan yang fokus pada pembinaan atlet usia dini secara berkelanjutan.

Tolentino menekankan bahwa SEA Plus Youth Games akan membantu negara-negara di kawasan ini menyiapkan atlet muda secara lebih terstruktur. Melalui ajang ini, atlet tidak hanya berlatih di tingkat nasional, tetapi juga mendapatkan pengalaman bertanding lintas negara sejak awal karier.

SEA Plus Youth Games

Foto: (Getty Images/Kiyoshi Ota)

Makna “Plus” dalam SEA Plus Youth Games

Istilah “Plus” dalam nama SEA Plus Youth Games memiliki arti penting. Tolentino menjelaskan bahwa setiap edisi ajang ini akan mengundang satu Komite Olimpiade Nasional (NOC) dari kawasan Asia di luar Asia Tenggara. Kehadiran negara tambahan tersebut bertujuan meningkatkan kualitas persaingan dan memberikan pengalaman bertanding yang lebih menantang bagi atlet muda.

Dengan sistem ini, atlet Asia Tenggara tidak hanya berhadapan dengan lawan regional, tetapi juga menghadapi gaya permainan dan karakter atlet dari wilayah Asia lainnya. Pendekatan tersebut diyakini mampu mempercepat proses adaptasi atlet menuju level kompetisi internasional.

Dukungan Luas dari Negara-Negara Asia Tenggara

SEA Plus Youth Games memperoleh sambutan positif dari mayoritas negara Asia Tenggara. Hingga saat ini, sembilan dari sebelas Presiden Komite Olimpiade Nasional anggota SEA Games telah menyatakan dukungan. Negara-negara seperti Thailand, Malaysia, Laos, Kamboja, Myanmar, Vietnam, Timor Leste, dan Indonesia menyetujui gagasan ini.

Dukungan tersebut menunjukkan kesamaan visi dalam membangun prestasi olahraga jangka panjang. Negara-negara tersebut melihat SEA Plus Youth Games sebagai investasi penting untuk mencetak atlet berkualitas sejak usia muda.

Restu Dewan Olimpiade Asia Perkuat Legitimasi Ajang

Selain dukungan regional, SEA Plus Youth Games juga memperoleh restu dari Dewan Olimpiade Asia (OCA). Direktur Jenderal OCA, Husain Al Musallam, menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ajang ini. OCA bahkan siap memberikan bantuan teknis dan organisatoris kepada para anggota pendiri.

Dukungan dari OCA memperkuat posisi SEA Plus Youth Games sebagai bagian dari sistem pembinaan olahraga Asia. Dengan keterlibatan OCA, ajang ini memiliki standar penyelenggaraan yang selaras dengan kompetisi internasional.

Format Pertandingan dan Cabang Olahraga

Penyelenggara merancang SEA Plus Youth Games dengan format kompetisi yang beragam. Ajang ini akan mempertandingkan dua cabang olahraga wajib, maksimal dua belas cabang olahraga Olimpiade, maksimal lima cabang olahraga Asia non-Olimpiade, serta satu cabang olahraga tradisional.

Cabang olahraga tradisional akan menawarkan hingga enam nomor medali. Kehadiran cabang ini bertujuan menjaga identitas budaya kawasan Asia Tenggara sekaligus memberikan ruang bagi olahraga lokal untuk berkembang di level internasional.

Manila Siap Menjadi Tuan Rumah Edisi Perdana

Penyelenggara merencanakan edisi perdana SEA Plus Youth Games di Manila pada tahun 2028. Setelah itu, ajang ini akan berlangsung setiap dua tahun sekali agar selaras dengan jadwal Asian Youth Games. Pola ini memungkinkan atlet menjalani siklus kompetisi yang terencana dan berkesinambungan.

Asian Youth Games sendiri akan berlangsung di Manama pada 2025 dan berlanjut di Tashkent pada 2029. Dengan jadwal tersebut, SEA Plus Youth Games akan berperan sebagai ajang pemanasan utama sebelum atlet tampil di AYG.

Tujuan Jangka Panjang Menuju Olimpiade

Tolentino menegaskan bahwa tujuan utama SEA Plus Youth Games bukan sekadar kompetisi regional. Ajang ini bertujuan membangun dasar kuat bagi atlet muda agar mampu bersaing di Olimpiade Musim Panas dan Olimpiade Musim Dingin.

Melalui pembinaan berjenjang dan kompetisi berkualitas, atlet Asia Tenggara diharapkan mampu meningkatkan daya saing global. SEA Plus Youth Games menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi atlet masa depan yang siap membawa prestasi di level dunia.