Papan Interaktif Digital – Pemerintah terus mendorong percepatan transformasi pendidikan berbasis teknologi di berbagai daerah. Dalam konteks ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengambil langkah konkret dengan menyalurkan ribuan papan tulis digital atau Interactive Flat Panel (IFP) ke sekolah-sekolah di Sumatera Utara. Melalui program ini, pemerintah menegaskan komitmen untuk memodernisasi metode pembelajaran sekaligus memperluas akses pendidikan digital yang merata.
Sejak awal Januari 2026, distribusi IFP di Sumatera Utara telah mencapai 17.073 unit. Jumlah tersebut mencakup hampir seluruh kebutuhan yang direncanakan. Selain itu, pemerintah memastikan bahwa hanya delapan unit yang masih menunggu proses pengiriman. Dengan capaian ini, Sumatera Utara menjadi salah satu provinsi dengan progres digitalisasi pendidikan yang sangat signifikan.
Peran Kemendikdasmen dalam Digitalisasi Pembelajaran
Dalam keterangannya, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa distribusi papan tulis digital menjadi bagian penting dari strategi nasional digitalisasi pendidikan. Oleh karena itu, Kemendikdasmen tidak hanya menyalurkan perangkat, tetapi juga memastikan pemanfaatannya mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.
Selain mendukung guru dalam menyampaikan materi secara interaktif, IFP juga mendorong siswa untuk lebih aktif berpartisipasi. Dengan teknologi layar sentuh dan konektivitas digital, proses belajar menjadi lebih dinamis. Selanjutnya, guru dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar digital secara langsung di ruang kelas.

Ribuan papan interaktif digital terkirim ke sekolah di Sumut (Foto: Dok)
Distribusi Papan Tulis Digital di Kota Medan
Secara khusus, Kota Medan menerima perhatian besar dalam program ini. Hingga awal Januari 2026, satuan pendidikan di Medan telah menerima 2.047 unit papan tulis digital. Rinciannya meliputi 359 unit untuk PAUD, 912 unit untuk SD, 416 unit untuk SMP, 221 unit untuk SMA, serta 105 unit untuk SMK. Selain itu, pemerintah juga menyalurkan perangkat ke 21 PKBM, 1 SKB, dan 12 SLB.
Dengan distribusi yang merata ini, Kemendikdasmen berharap seluruh jenjang pendidikan dapat merasakan manfaat teknologi pembelajaran modern. Lebih jauh lagi, pemerataan perangkat ini membantu mengurangi kesenjangan kualitas pembelajaran antar sekolah.
Capaian Nasional Distribusi IFP
Tidak hanya di Sumatera Utara, distribusi papan tulis digital juga berlangsung secara nasional. Hingga saat ini, Kemendikdasmen telah menyalurkan IFP ke 288.865 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Angka tersebut menunjukkan skala besar program digitalisasi pendidikan yang tengah berjalan.
Melalui pendekatan ini, pemerintah berupaya membangun ekosistem pendidikan digital yang terintegrasi. Dengan demikian, siswa di berbagai daerah dapat mengakses pembelajaran berkualitas tanpa bergantung pada metode konvensional semata.
Program Revitalisasi Sekolah Dukung Infrastruktur Pendidikan
Selain distribusi perangkat digital, Kemendikdasmen juga menjalankan program revitalisasi sekolah di Sumatera Utara. Program ini mencakup 897 satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp852 miliar. Revitalisasi tersebut meliputi 34 PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 SMK, 11 SLB, serta 5 PKBM atau SKB.
Hingga awal Januari 2026, realisasi program revitalisasi telah mencapai 48,5 persen. Sebanyak 431 sekolah masih berada dalam tahap pembangunan. Sementara itu, 117 sekolah telah mencapai progres pekerjaan sekitar 95 persen, dan 349 sekolah telah menyelesaikan pembangunan secara penuh.
Progres Revitalisasi Sekolah di Kota Medan
Di tingkat kota, Medan juga mencatat progres revitalisasi yang cukup baik. Sepanjang tahun 2025, Kemendikdasmen melaksanakan revitalisasi pada 48 satuan pendidikan dengan total anggaran Rp47,4 miliar. Program ini mencakup 3 PAUD, 6 SD, 6 SMP, 20 SMA, 11 SMK, serta 2 SLB.
Dari jumlah tersebut, 24 sekolah masih berada di bawah progres 95 persen. Selanjutnya, 3 sekolah telah mencapai progres antara 95 hingga 99 persen. Sementara itu, 21 sekolah lainnya telah menyelesaikan pembangunan secara menyeluruh. Dengan capaian ini, pemerintah terus mendorong percepatan penyelesaian proyek.
Target Penyelesaian dan Dampak bagi Kualitas Pendidikan
Kemendikdasmen menargetkan seluruh sekolah yang masih dalam proses pembangunan dapat rampung sepenuhnya pada akhir Januari 2026. Setelah itu, pada Februari 2026, seluruh fasilitas diharapkan dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pembelajaran berkualitas.
Melalui kombinasi distribusi papan tulis digital dan revitalisasi infrastruktur sekolah, pemerintah berupaya menciptakan lingkungan belajar yang modern, aman, dan inklusif. Oleh sebab itu, program ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Pada akhirnya, langkah strategis Kemendikdasmen di Sumatera Utara menunjukkan arah baru pendidikan Indonesia. Dengan dukungan teknologi digital dan infrastruktur yang memadai, sekolah-sekolah diharapkan mampu mencetak generasi yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.