Polresta Yogyakarta – mengungkap sindikat scamming internasional di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pengungkapan ini menjadi langkah besar dalam pemberantasan kejahatan berbasis teknologi. Sindikat tersebut mempekerjakan sekitar 200 karyawan untuk menjalankan operasi penipuan daring dengan target korban luar negeri. Dalam penggerebekan, polisi mengamankan 64 orang yang sedang bekerja pada sif pagi. Selanjutnya, aparat menetapkan enam orang sebagai tersangka utama.
Patroli Siber Temukan Lowongan Kerja Mencurigakan
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Riski Adrian, menjelaskan awal mula penyelidikan kasus ini. Pertama, tim kepolisian menjalankan patroli siber rutin untuk memantau aktivitas digital. Kemudian, petugas menemukan iklan lowongan kerja yang tidak lazim di internet. Iklan itu hanya mencantumkan syarat kemampuan berbahasa Inggris bagi calon pelamar. Setelah itu, tim melakukan penelusuran lebih dalam terhadap perusahaan pemasang iklan. Akhirnya, polisi menduga kuat adanya aktivitas ilegal di balik rekrutmen tersebut.
Polisi Selidiki Kantor PT Altair Trans Service
Berdasarkan temuan patroli siber, Polresta Yogyakarta bergerak cepat menuju lokasi. Pada hari Senin tanggal 5 Januari, petugas mendatangi kantor bernama PT Altair Trans Service di Jalan Gito Gati, Sleman. Selanjutnya, polisi melakukan pemeriksaan lapangan untuk mencari bukti pendukung. Kemudian, tim memutuskan melakukan penggerebekan pada hari yang sama. Dari lokasi tersebut, aparat mengamankan puluhan karyawan yang sedang bertugas sebagai operator layanan pelanggan. Langkah ini berlangsung tegas dan terencana untuk menghentikan operasi scamming internasional.

Anggota jaringan scamming internasional di Sleman saat rilis kasus di Polresta Jogja, Rabu (7/1/2026). (Adji G Rinepta/detikJogja)
Puluhan Pegawai Berstatus Saksi
Kompol Riski Adrian kembali menjelaskan bahwa 64 orang yang diamankan hanya sebagian dari total karyawan. Mereka kebetulan sedang menjalani sif pagi saat penangkapan terjadi. Kini, kepolisian menetapkan seluruh pegawai yang diamankan sebagai saksi. Berdasarkan keterangan awal, para karyawan mengaku hanya bekerja sebagai customer service. Mereka merasa tugas itu merupakan pekerjaan normal di perusahaan jasa resmi. Namun, polisi tetap memeriksa peran mereka satu per satu untuk kebutuhan penyidikan lanjutan.
Masa Kerja Karyawan Berbeda-Beda
Dalam jumpa pers pada Rabu (7/1/2026), Kasat Reskrim memaparkan detail tambahan tentang pegawai sindikat. Pertama, sebagian karyawan sudah bekerja selama satu tahun. Kemudian, pegawai lain baru bergabung selama enam bulan. Selanjutnya, ada juga pegawai dengan masa kerja tiga bulan. Bahkan, beberapa orang baru bekerja satu minggu sebelum penggerebekan berlangsung. Oleh sebab itu, polisi menyimpulkan bahwa rekrutmen berjalan terus-menerus untuk memperkuat jaringan. Proses perekrutan terlihat sangat mudah dan sangat simpel tanpa seleksi ketat.
Barang Bukti Perangkat Elektronik Diamankan
Selain mengamankan saksi dan tersangka, polisi menyita berbagai barang bukti penting. Pertama, tim mengamankan perangkat komputer yang digunakan untuk operasi daring. Kemudian, petugas menyita telepon genggam dari kantor tersebut. Selanjutnya, aparat menemukan dokumen digital terkait aktivitas scamming internasional. Oleh karena itu, semua bukti ini membantu kepolisian membangun konstruksi perkara lebih kuat. Polisi menggunakan barang bukti untuk menelusuri alur komunikasi dengan korban di luar negeri.
Skala Sindikat Terbilang Sangat Besar
Pengungkapan ini menunjukkan bahwa operasi sindikat memiliki skala besar. Mereka bekerja secara terorganisir dan profesional untuk menipu korban asing. Pertama, jaringan memiliki pimpinan utama yang mengendalikan operasi. Kemudian, sindikat membangun sistem kerja berbasis sif pagi dan sif malam. Selanjutnya, pegawai bertugas mencari target setiap hari melalui komunikasi daring. Akhirnya, seluruh aktivitas itu membentuk kejahatan lintas negara yang kompleks. Oleh sebab itu, Polresta Yogyakarta meningkatkan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait untuk pengembangan kasus.
Polresta Yogyakarta Tingkatkan Kewaspadaan Digital
Keberhasilan ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat dan pencari kerja. Pertama, masyarakat harus teliti saat melihat iklan lowongan kerja mencurigakan. Kemudian, calon pelamar perlu memeriksa legalitas perusahaan lebih dahulu. Selanjutnya, setiap orang harus waspada terhadap tawaran kerja yang terlalu mudah. Oleh karena itu, Polresta Yogyakarta berkomitmen meningkatkan patroli siber secara rutin. Akhirnya, kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk mencegah kejahatan serupa di masa depan.
Polisi Kembangkan Penyelidikan Lebih Lanjut
Saat ini, polisi terus mengembangkan kasus untuk membongkar jaringan lebih luas. Pertama, tim mendalami proses perekrutan karyawan. Kemudian, aparat memeriksa sumber dana operasional sindikat. Selanjutnya, polisi menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain. Oleh karena itu, kepolisian memastikan penegakan hukum berjalan tegas dan transparan. Akhirnya, langkah ini menjadi bukti nyata bahwa Polresta Yogyakarta mampu menindak kejahatan digital internasional.
Pengungkapan sindikat scamming di Sleman ini menjadi salah satu keberhasilan besar pada awal tahun 2026. Polresta Yogyakarta menunjukkan kerja keras, tindakan cepat, dan langkah tegas untuk melindungi masyarakat dari ancaman penipuan daring. Transisi demi transisi dalam penyelidikan membawa hasil maksimal. Dengan demikian, kepolisian terus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan digital, sekaligus memperkuat keamanan wilayah Yogyakarta dan keamanan Indonesia secara keseluruhan.