Juara bertahan – Kelas 65 kilogram Aziz Calim menunjukkan kepercayaan diri tinggi menjelang duel penting di Prime Kumite Championship 3. Pada ajang yang akan berlangsung di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta, Minggu 1 Februari 2026, Aziz akan menghadapi petarung senior sekaligus legenda ONE Championship, yaitu Eko Roni Saputra. Laga ini menjadi perebutan sabuk juara dan sekaligus ujian terbesar dalam perjalanan karier Aziz sejauh ini.

Sejak awal persiapan, Aziz memandang duel ini sebagai momentum penting. Oleh karena itu, ia memilih fokus penuh pada peningkatan kualitas teknik dan mental. Ia menyadari bahwa pengalaman Eko Roni akan menghadirkan tekanan tersendiri. Namun demikian, Aziz tetap menyambut tantangan tersebut dengan antusiasme tinggi.

Rekam Jejak Aziz Calim Menuju Laga Penentuan

Aziz memasuki Prime Kumite Championship 3 dengan modal kuat. Sebelumnya, ia sukses mempertahankan gelar pada Prime Kumite Championship 2 setelah mengalahkan Eduwaret Pratama Surbakti di kelas featherweight. Kemenangan tersebut mempertegas konsistensinya sebagai petarung muda yang terus berkembang.

Petarung asal Sukoharjo ini mengandalkan gaya karate Shotokan sebagai fondasi utama. Melalui disiplin teknik dan kecepatan serangan, Aziz kerap mendominasi pertarungan jarak berdiri. Selain itu, ia juga terus menyesuaikan diri dengan regulasi Prime Kumite yang menuntut fleksibilitas teknik. Dengan pendekatan ini, Aziz berupaya tampil lebih komplet saat menghadapi lawan berpengalaman.

Aziz Calim

Aziz Calim. (Foto: Instagram resmi Aziz Calim)

Sosok Eko Roni Saputra sebagai Legenda Combat Sport

Di sisi lain, Eko Roni Saputra membawa reputasi besar ke dalam arena Prime Kumite. Petarung berjuluk “Dynamite” ini mencatatkan tujuh kemenangan dan lima kekalahan selama berkarier di ONE Championship. Lebih jauh lagi, ia memegang rekor knockout tercepat di ONE dengan durasi hanya sepuluh detik, sebuah pencapaian yang menegaskan daya ledak luar biasa.

Selain pengalaman di level internasional, Eko Roni juga memiliki latar belakang gulat yang kuat. Ia meraih medali perak pada SEA Games 2013, yang semakin memperkaya gaya bertarungnya. Pada tahun 2025, Eko Roni tampil di ONE Fight Night 29 dan ONE Fight Night 37 saat menghadapi Gilbert Nakatani dan Sanzhar Zakirov. Rangkaian pengalaman ini menjadikannya lawan yang sangat berbahaya.

Pertemuan Dua Latar Belakang dalam Arena Berbeda

Menariknya, Aziz dan Eko Roni pernah berada di bawah promotor yang sama, yaitu ONE Championship. Kini, keduanya bertemu kembali dalam konteks yang berbeda melalui Prime Kumite Championship 3. Pertemuan ini menghadirkan kontras menarik antara generasi muda dan petarung senior.

Aziz mengakui kualitas lawannya dengan penuh hormat. Namun, ia juga menegaskan tidak merasa gentar. Baginya, duel ini menghadirkan kehormatan tersendiri. Ia bahkan menyebut Eko Roni sebagai salah satu idolanya saat masih berkompetisi di ONE Championship. Oleh sebab itu, laga ini memiliki nilai emosional sekaligus profesional.

Adaptasi Regulasi dan Persiapan Teknis

Prime Kumite Championship kembali menerapkan regulasi yang menghadirkan elemen ground and pound. Aturan ini menantang para petarung striking untuk beradaptasi. Banyak pihak menilai aspek ini sebagai keunggulan Eko Roni yang memiliki basis gulat mumpuni.

Namun demikian, Aziz tidak tinggal diam. Ia menyiapkan diri dengan mempelajari teknik gulat secara lebih mendalam. Meski sempat fokus menjalani training camp kickboxing, Aziz kini mengalihkan perhatian pada penguatan pertahanan dan transisi ke ground. Dengan demikian, ia berharap dapat mengimbangi tekanan lawan di semua fase pertarungan.

Sikap Waspada Menghadapi Legenda

Kehadiran Eko Roni di Prime Kumite Championship 3 sempat memunculkan beragam respons dari warganet. Meski begitu, Aziz tetap menjaga sikap profesional. Ia memilih fokus pada persiapan dan tidak meremehkan lawan sedikit pun.

Aziz menyatakan bahwa ia mewaspadai seluruh aspek pertarungan, mulai dari striking, clinch, takedown, hingga ground and pound. Menurutnya, Eko Roni bukan petarung sembarangan. Pengalaman internasional dan rekam jejak prestasi menjadikan Eko Roni sebagai lawan yang patut dihormati.

Ajang Besar dengan Banyak Petarung

Duel Aziz Calim melawan Eko Roni Saputra akan menjadi laga utama Prime Kumite Championship 3. Ajang ini juga menghadirkan total 26 petarung dari berbagai kelas. Beberapa laga lain yang menarik perhatian antara lain duel Saputra Harianja melawan Alex Munster di kelas openweight serta pertarungan Deni Arif kontra Alan Darmawan.

Selain itu, sejumlah nama lain turut meramaikan kompetisi, seperti Denny Daffa, Afif Akbar, Eduwaret Pratama Surbakti, hingga Rineldy Oktafian. Kehadiran banyak petarung ini menunjukkan besarnya skala dan daya tarik Prime Kumite Championship.

Kesimpulan

Pertarungan antara Aziz Calim dan Eko Roni Saputra menghadirkan narasi menarik tentang keberanian, penghormatan, dan evolusi teknik. Aziz membawa semangat generasi baru yang terus belajar dan beradaptasi. Sementara itu, Eko Roni hadir sebagai simbol pengalaman dan kekuatan. Prime Kumite Championship 3 tidak hanya menawarkan duel perebutan sabuk, tetapi juga mencerminkan dinamika perkembangan dunia combat sport Indonesia.