ST Burhanuddin – Menyampaikan dukungan penuh kepada Kontingen Indonesia yang akan berlaga di ASEAN Para Games 2025. Ajang multicabang olahraga terbesar bagi atlet disabilitas se-Asia Tenggara ini akan berlangsung di Thailand pada 20–26 Januari 2025. Melalui pernyataan langsung di Jakarta, Jaksa Agung menegaskan pentingnya perjuangan atlet demi mengharumkan nama bangsa.

Lebih lanjut, Burhanuddin menyampaikan pesan penuh semangat kepada para atlet. Ia mengajak seluruh anggota kontingen untuk berangkat dengan keyakinan tinggi dan rasa bangga sebagai wakil Indonesia. Menurutnya, setiap atlet membawa tanggung jawab besar sekaligus kehormatan nasional dalam setiap pertandingan yang mereka jalani.

Pesan Sportivitas dan Kesiapan Fisik

Dalam kesempatan tersebut, Burhanuddin juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas. Ia mengingatkan para atlet agar tetap menunjukkan sikap fair play di tengah persaingan ketat. Selain itu, ia mendorong seluruh anggota kontingen untuk menjaga kondisi kesehatan agar tetap prima sepanjang kompetisi.

Pesan ini menjadi sangat relevan mengingat intensitas pertandingan yang tinggi di ajang ASEAN Para Games. Oleh karena itu, kesiapan fisik dan mental menjadi faktor utama dalam menjaga konsistensi performa. Burhanuddin menilai bahwa kedisiplinan dan kerja sama tim akan menentukan keberhasilan kontingen Indonesia.

ASEAN

Jaksa Agung ST Burhanuddin (kelima kiri) menyambut Tim CdM Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 di Jakarta, Selasa (13/1/2026). Dok. NPC Indonesia

Pertemuan Resmi dengan Tim Kontingen Indonesia

Dukungan tersebut di sampaikan langsung saat Jaksa Agung menerima kunjungan Tim Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia. Hadir dalam pertemuan tersebut Reda Manthovani, Sekretaris Jenderal NPC Indonesia Ukun Rukaendi, serta perwakilan atlet. Pertemuan berlangsung di Kantor Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta.

Melalui pertemuan ini, pemerintah menunjukkan perhatian serius terhadap perjuangan atlet disabilitas. Interaksi langsung antara pimpinan lembaga negara dan kontingen diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri para atlet sebelum bertolak ke Thailand.

Komposisi Kontingen dan Persiapan Keberangkatan

Dalam pemaparannya, Reda Manthovani menjelaskan bahwa Indonesia akan mengirimkan 290 atlet untuk berlaga di ASEAN Para Games 2025. Selain atlet, kontingen juga membawa 253 personel pendukung yang terdiri dari pelatih, ofisial, serta tim pendukung lainnya. Dengan komposisi ini, Indonesia menyiapkan struktur tim yang solid dan terorganisasi.

Selanjutnya, Manthovani menjelaskan bahwa kontingen akan berangkat dalam dua kelompok penerbangan. Keberangkatan di jadwalkan pada Kamis, 15 Januari, melalui Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Jawa Tengah. Skema keberangkatan ini di rancang untuk memastikan kelancaran logistik dan kesiapan atlet setibanya di Thailand.

Target Medali dan Cabang Unggulan

Indonesia menetapkan target ambisius pada ASEAN Para Games edisi ke-33 ini. Kontingen menargetkan perolehan 82 medali emas, 77 perak, dan 77 perunggu dari 18 cabang olahraga yang di ikuti. Target ini mencerminkan kepercayaan diri tinggi terhadap kualitas atlet nasional.

Beberapa cabang olahraga menjadi andalan utama dalam perolehan medali. Cabang para atletik di proyeksikan menyumbang 25 emas, 30 perak, dan 23 perunggu. Selanjutnya, cabang para catur menargetkan 12 emas, enam perak, dan empat perunggu. Sementara itu, para tenis meja diharapkan membawa pulang 11 emas, enam perak, dan 10 perunggu.

Selain cabang tersebut, para angkat berat menargetkan delapan emas, enam perak, dan satu perunggu. Cabang para renang juga menjadi tumpuan dengan target delapan emas, enam perak, serta empat perunggu. Dengan distribusi target ini, Indonesia berupaya menjaga konsistensi prestasi di berbagai cabang.

Harapan dan Dukungan Publik

Menutup pemaparannya, Reda Manthovani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan doa dan dukungan. Ia menilai dukungan moral dari masyarakat memiliki peran besar dalam menjaga semangat juang atlet. Dengan motivasi yang kuat, atlet di harapkan mampu tampil maksimal dan mencapai target yang telah di tetapkan.

Dukungan dari Jaksa Agung dan institusi negara lainnya memperkuat keyakinan kontingen Indonesia. Melalui sinergi antara pemerintah, federasi, dan masyarakat, Indonesia berupaya mengulang bahkan melampaui prestasi di edisi sebelumnya.

Penutup

Dukungan Jaksa Agung ST Burhanuddin menjadi simbol kehadiran negara dalam perjuangan atlet disabilitas. Dengan persiapan matang, target jelas, dan semangat kolektif yang kuat, Kontingen Indonesia siap bersaing di ASEAN Para Games 2025. Ajang ini tidak hanya menjadi panggung prestasi, tetapi juga wujud komitmen Indonesia dalam menjunjung inklusivitas dan kebanggaan nasional.