Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) – Kembali menunjukkan komitmennya dalam memajukan tenis meja nasional melalui penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional bertajuk Bersatu Cup. Turnamen ini menjadi salah satu langkah strategis PB PTMSI untuk memperkuat ekosistem kompetisi serta membuka ruang prestasi bagi atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
PB PTMSI menyelenggarakan Bersatu Cup di Gedung Olahraga Jakarta Pusat pada 15 hingga 19 Januari 2026. Selama lima hari pelaksanaan, ajang ini menghadirkan persaingan ketat yang melibatkan 144 atlet dari berbagai klub dan daerah. Para atlet tersebut bertanding dalam nomor Beregu Putra, Beregu Putri, serta Single Intermaster.
Persaingan Ketat di Nomor Beregu Putri
Pada pertandingan yang berlangsung Jumat, 16 Januari 2026, nomor beregu putri menghadirkan duel menarik antar tim unggulan. Tim SIM SPORTS berhasil melangkah ke partai final setelah mengalahkan PTMSI Kota Bekasi dengan permainan agresif dan konsisten. Sejak awal pertandingan, SIM SPORTS langsung menguasai tempo dan menunjukkan kekompakan tim yang solid.
Sementara itu, tim DONIC-A juga memastikan tiket final setelah menundukkan SUKUN. DONIC-A menampilkan strategi matang dan ketahanan mental yang kuat dalam menghadapi tekanan pertandingan. Dengan hasil tersebut, partai final beregu putri mempertemukan SIM SPORTS dan DONIC-A dalam laga penentuan gelar juara.
Di sisi lain, PTMSI Kota Bekasi masih membuka peluang untuk naik podium. Tim ini akan menghadapi SUKUN dalam perebutan posisi ketiga. Pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi kedua tim untuk menutup turnamen dengan hasil membanggakan.

PTMSI gelar Bersatu Cup. (Foto: dok. PTMSI)
Kehadiran KONI Pusat Beri Motivasi Tambahan
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyempatkan diri hadir dan menyaksikan langsung sejumlah pertandingan. Kehadirannya memberikan dorongan moral bagi para atlet yang bertanding. Selain itu, Marciano juga menyampaikan pandangan strategis terkait masa depan tenis meja Indonesia.
Marciano menegaskan bahwa Olimpiade menjadi puncak kompetisi olahraga internasional. Ia mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk membangun sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Menurutnya, prestasi besar tidak datang secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan kompetisi rutin dan ruang bertanding yang berkualitas.
Ia juga menekankan pentingnya penyelenggaraan kompetisi yang mampu mengakomodasi atlet nasional secara optimal. Dengan kompetisi yang teratur dan sistematis, atlet Indonesia dapat mengasah kemampuan sekaligus membangun mental juara.
Peran Strategis Bersatu Cup dalam Pembinaan Atlet
Melalui Bersatu Cup, PB PTMSI menghadirkan wadah kompetisi yang relevan dengan kebutuhan pembinaan atlet masa kini. Turnamen ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga menjadi sarana evaluasi performa atlet dan klub. Dengan frekuensi pertandingan yang tinggi, atlet dapat meningkatkan jam terbang serta konsistensi permainan.
Selain itu, kejuaraan nasional seperti Bersatu Cup mendorong munculnya regenerasi atlet. Klub dan daerah dapat mengirimkan atlet muda untuk merasakan atmosfer kompetisi nasional. Dengan cara ini, PB PTMSI memperluas basis atlet sekaligus memperkuat fondasi prestasi jangka panjang.
Liga Silatama Divisi Utama Jadi Langkah Lanjutan
Tidak berhenti pada Bersatu Cup, PB PTMSI juga menyiapkan agenda besar lainnya. Organisasi ini merencanakan penyelenggaraan Liga Silatama Divisi Utama sebagai kompetisi profesional tenis meja Indonesia. Liga tersebut akan melibatkan pemain asing dan rencananya mulai bergulir pada tahun ini di Sumatera Selatan.
Melalui Liga Silatama Divisi Utama, PB PTMSI ingin menciptakan iklim persaingan yang lebih kompetitif. Kehadiran pemain asing akan memacu atlet nasional untuk meningkatkan kualitas teknik, strategi, dan mental bertanding. Selain itu, liga profesional ini juga membuka peluang transfer ilmu dan pengalaman secara langsung di lapangan.
Menuju Tenis Meja Indonesia yang Lebih Kompetitif
Dengan kombinasi kejuaraan nasional seperti Bersatu Cup dan rencana liga profesional, PB PTMSI menunjukkan arah pembinaan yang jelas dan progresif. Langkah ini memperlihatkan keseriusan organisasi dalam membawa tenis meja Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Melalui kompetisi berjenjang, sistem pembinaan yang konsisten, serta dukungan dari berbagai pihak, tenis meja Indonesia memiliki peluang besar untuk mencetak prestasi di tingkat regional hingga internasional. Bersatu Cup menjadi bukti nyata bahwa kemajuan olahraga dapat dimulai dari kompetisi yang terencana dan berkelanjutan.