AC Milan – Kembali menghadapi ujian berat pada lanjutan Serie A musim 2025–2026. Pada pekan ke-20, Rossoneri harus puas membawa pulang satu poin usai bermain imbang 1-1 melawan Fiorentina di Stadio Artemio Franchi, Firenze, Minggu 11 Januari 2026. Hasil ini mencerminkan duel sengit antara dua tim dengan kepentingan berbeda di klasemen.

Fiorentina datang ke pertandingan dengan tekanan besar. Klub asal Toscana tersebut berjuang keluar dari zona degradasi dan membutuhkan poin untuk menjaga asa bertahan di Serie A. Sebaliknya, AC Milan berambisi menjaga konsistensi performa, terutama dalam laga tandang, setelah sebelumnya gagal menang pada pekan lalu.

Fiorentina Bermain Agresif Demi Keluar dari Zona Merah

Sejak menit awal, Fiorentina langsung menampilkan intensitas tinggi. Tim asuhan Paolo Vanoli berupaya menguasai lini tengah dan memanfaatkan dukungan penuh suporter tuan rumah. Strategi ini membuat Milan kesulitan mengembangkan permainan secara leluasa.

Meski demikian, Milan tetap menciptakan peluang berbahaya. Christian Pulisic tampil aktif pada 30 menit pertama. Ia sempat melewati penjagaan David de Gea, namun penyelesaian akhirnya melebar dari sasaran. Tidak lama berselang, Pulisic kembali mendapat peluang emas saat berhadapan langsung dengan kiper Fiorentina, tetapi De Gea berhasil menggagalkan tembakan tersebut dengan refleks cepat.

Tekanan tinggi Fiorentina juga memicu emosi di sisi lapangan. Pelatih Paolo Vanoli meluapkan protes keras kepada wasit Davide Massa hingga a

AC Milan

Aksi penyerang AC MIlan, Christian Pulisic, pada pertandingan Fiorentina vs AC Milan bergulir di Stadio Artemio Franchi, Firenze, pada Minggu (11/1/2026).(AFP/ANDREAS SOLARO)

khirnya menerima kartu merah. Insiden ini semakin memanaskan atmosfer pertandingan yang sejak awal sudah berlangsung ketat.

Gol Pembuka Fiorentina Mengubah Dinamika Laga

Memasuki babak kedua, Fiorentina tidak mengendurkan serangan. Rolando Mandragora sempat mengirim umpan silang melengkung berbahaya yang memaksa Mike Maignan melakukan penyelamatan krusial dengan kakinya. Tekanan berkelanjutan tersebut akhirnya membuahkan hasil.

Pada menit ke-66, Pietro Comuzzo memecah kebuntuan. Ia melompat paling tinggi di kotak penalti dan menyundul bola hasil sepak pojok Albert Gudmundsson. Gol tersebut langsung mengangkat semangat publik Artemio Franchi dan memberikan kepercayaan diri tambahan bagi Fiorentina.

Keunggulan ini juga berdampak besar pada posisi Fiorentina di klasemen. Tambahan satu poin setidaknya membuka peluang lebih besar bagi mereka untuk keluar dari zona degradasi, meskipun posisi mereka masih belum aman dengan total 14 poin dari 20 laga.

Tekanan Milan Berbuah Gol Penyelamat di Menit Akhir

Setelah tertinggal, AC Milan meningkatkan tempo permainan. Massimiliano Allegri merespons situasi dengan memasukkan sejumlah pemain segar untuk menambah daya gedor. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit-menit krusial.

Youssouf Fofana mengirim umpan terobosan presisi ke arah Christopher Nkunku yang masuk sebagai pemain pengganti. Nkunku menunjukkan ketenangan luar biasa dengan melepaskan tembakan terukur yang menembus gawang David de Gea pada menit ke-90. Gol ini menyelamatkan Milan dari kekalahan dan menjaga rekor tak terkalahkan mereka di laga tandang.

Drama Menit Akhir Menutup Pertandingan

Meski Milan berhasil menyamakan kedudukan, Fiorentina tidak berhenti menekan. Marco Brescianini hampir mencetak gol lewat tembakan jarak dekat, tetapi Maignan kembali menunjukkan kualitasnya sebagai penjaga gawang elite. Tidak lama kemudian, Maignan juga menggagalkan peluang Moise Kean dalam situasi satu lawan satu di kotak penalti.

Kedua tim terus berusaha mencetak gol kemenangan hingga peluit akhir berbunyi. Namun, skor tidak berubah dan pertandingan berakhir dengan hasil imbang 1-1.

Dampak Hasil Imbang bagi Kedua Tim

Hasil ini membawa dampak berbeda bagi kedua kubu. Fiorentina mendapatkan tambahan poin berharga yang menjaga harapan bertahan di Serie A. Sementara itu, AC Milan tetap mempertahankan status sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan di laga tandang musim ini dengan raihan 19 poin dari sembilan pertandingan.

Namun demikian, hasil ini juga memperpanjang catatan Milan tanpa kemenangan menjadi dua laga beruntun setelah sebelumnya ditahan Genoa. Situasi ini menuntut Allegri dan timnya untuk segera meningkatkan efektivitas penyelesaian akhir pada laga-laga berikutnya.

Kesimpulan

Pertandingan Fiorentina kontra AC Milan menghadirkan drama, intensitas tinggi, dan kualitas permainan yang seimbang. Fiorentina menunjukkan semangat juang demi keluar dari zona degradasi, sementara Milan kembali memperlihatkan mental kuat dengan gol penyeimbang di menit akhir. Hasil imbang ini menegaskan bahwa persaingan Serie A musim 2025–2026 semakin ketat dan penuh kejutan, baik di papan atas maupun zona bawah klasemen.