Rider Muda IndonesiaArserl Rizki Brayudha, terus meningkatkan persiapannya menjelang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Selain latihan rutin, ia memilih untuk berkompetisi secara berkala agar mengasah kemampuan sekaligus menambah jam terbang. Salah satu langkah terbaru Arserl adalah mengikuti Hub Equestrian Championship di Hub Indonesia, Cibubur, Bekasi, Jawa Barat, pada 4–8 Februari 2026.

Keikutsertaan Arserl dalam kejuaraan ini terbukti efektif. Ia berhasil meraih dua medali emas di kelas tertinggi yang dipertandingkan, yaitu kategori 120–125 cm pada Sabtu dan kategori 120–130 cm pada Minggu. Selain memperkuat kepercayaan diri, hasil ini menunjukkan bahwa latihan intensif dan strategi bertanding yang ia jalani berjalan konsisten.

“Saya sangat berterima kasih kepada pelatih saya, Brayen Brata Coolen, yang datang jauh dari Belanda untuk mendampingi. Selain itu, saya senang semua atlet saling mendukung. Rasanya bangga bisa juara di sini,” ujar Arserl, Senin (9/2/2026). Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kompetisi seperti ini sangat tepat untuk mematangkan persiapan menjelang Asian Games pada September mendatang.

Fokus Asian Games dan Target Medali

Selain mengasah kemampuan, Arserl menegaskan bahwa fokus utamanya adalah meraih medali. Dengan demikian, ia menyiapkan diri melalui latihan intensif, pengalaman bertanding, dan strategi matang. Selain itu, Arserl menatap masa depan jangka panjang dengan target tampil di Olimpiade Los Angeles 2028, sehingga setiap langkah persiapannya kini dilakukan secara profesional. “Untuk Asian Games, saya hanya fokus pada latihan, latihan, dan latihan,” tegas Arserl.

Arserl Rizki Brayudha

Tim Equestrian Indonesia yang terdiri dari Brayen Nathan Brata Coolen, Raymen Kaunang, Dirga Wira Ramadhan Saputra, dan Arserl Rizki Brayudha meraih medali emas SEA Games 2025 di Chonburi, Rabu (17/12/2025)

Pemusatan Latihan di Jerman untuk Meningkatkan Jam Terbang

Selain berkompetisi di dalam negeri, Arserl juga akan mengikuti pemusatan latihan (training camp) di Jerman pada Februari ini. Hal ini dilakukan untuk menambah jam terbang dan pengalaman bertanding, mengingat Asian Games memiliki tingkat persaingan lebih tinggi dibanding SEA Games. Dengan demikian, latihan di luar negeri memungkinkan Arserl menyesuaikan teknik dan strategi bertanding dengan standar internasional, sekaligus meningkatkan kesiapan mental menghadapi tekanan kompetisi.

Kejuaraan Lokal Dorong Prestasi Nasional

Sementara itu, Ketua Harian PP Pordasi sekaligus pemilik Aragon Stable, Mohammad Chaidir Saddak atau Eddy Saddak, menyatakan bahwa kompetisi seperti Hub Equestrian Championship digelar hampir setiap bulan oleh komunitas dan stable. Dengan begitu, atlet Indonesia memiliki lebih banyak kesempatan untuk bertanding, yang tentunya berdampak positif bagi prestasi nasional.

Selain itu, Eddy menambahkan, “Dari Aragon Stable hingga stable lain di berbagai daerah menyelenggarakan pertandingan, tidak terbatas di Jabodetabek. Tahun ini, kami menargetkan sekitar 40 kompetisi. Hal ini menggembirakan karena memberikan kesempatan bagi atlet dari seluruh daerah untuk mengembangkan kemampuan.”

Peluang bagi Atlet Muda

Lebih lanjut, kejuaraan domestik memberi peluang bagi atlet muda untuk memperkuat teknik, strategi, dan ketahanan fisik. Sebagai contoh, saat SEA Games 2025, tim kuda Indonesia berhasil meraih 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Oleh karena itu, Eddy menekankan pentingnya partisipasi di kompetisi lokal agar atlet lebih siap menghadapi ajang internasional. “Semoga dari banyaknya event, muncul atlet yang benar-benar siap. Dengan demikian, atlet yang konsisten dan fit akan menjadi wakil Indonesia,” katanya.

Target Medali Asian Games 2026

Untuk Asian Games 2026, Indonesia akan menurunkan atlet di tiga nomor cabang olahraga berkuda. Dengan demikian, setiap medali yang diraih akan memberikan kontribusi signifikan bagi peringkat kontingen Indonesia. Selain itu, Eddy berharap tren medali bisa terus meningkat sehingga prestasi Indonesia di tingkat Asia tetap stabil. “Jika atlet berhasil meraih medali, hal itu akan sangat membantu peringkat Indonesia. Selain itu, hal ini juga memotivasi atlet lainnya untuk berprestasi lebih tinggi,” ujarnya.

Kesimpulan

Dengan demikian, persiapan Arserl Rizki Brayudha menjelang Asian Games 2026 menegaskan bahwa latihan intensif, pengalaman bertanding, dan strategi matang menjadi kunci kesuksesan. Selain itu, dukungan pelatih profesional, pemusatan latihan di Jerman, dan kompetisi domestik yang rutin memberi modal kuat untuk menghadapi tantangan internasional. Oleh karena itu, Arserl siap menghadapi Asian Games dengan kepercayaan diri tinggi dan tetap menatap target jangka panjang di Olimpiade 2028.