BYD – Kembali menunjukkan ambisinya dalam memperluas teknologi kendaraan cerdas. Kali ini, BYD membawa sensor LiDAR ke segmen mobil listrik entry-level melalui model Seagull dan Dolphin. Langkah ini menandai perubahan besar dalam industri otomotif karena teknologi LiDAR sebelumnya hanya hadir pada kendaraan kelas menengah dan premium.
Melalui strategi ini, BYD ingin mempercepat adopsi teknologi bantuan pengemudi canggih di pasar massal. Selain itu, BYD juga ingin membangun standar baru dalam segmen kendaraan listrik terjangkau. Oleh karena itu, kehadiran LiDAR pada Seagull dan Dolphin langsung menarik perhatian industri otomotif global.
Dokumen Regulator China Ungkap Strategi Baru BYD
Informasi mengenai LiDAR pada Seagull dan Dolphin muncul melalui dokumen uji tipe yang dirilis oleh Ministry of Industry and Information Technology. Dalam pengajuan tersebut, BYD mencantumkan sensor LiDAR sebagai fitur opsional dalam proses homologasi domestik.
Melalui langkah ini, BYD menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kapabilitas teknologi kendaraan sejak tahap perizinan. Selain itu, dokumen tersebut juga menjelaskan bahwa LiDAR akan memperkuat kemampuan persepsi kendaraan. Dengan peningkatan ini, sistem bantuan mengemudi dapat bekerja lebih akurat dalam mengenali lingkungan sekitar.

BYD Dolphin G akan hadir di Eropa terlebih dahulu sebelum di China. (chinaevhome.com)
Integrasi DiPilot 300 Perluas Fungsi ADAS
Selanjutnya, kehadiran LiDAR berkaitan erat dengan penggunaan sistem bantuan mengemudi lanjutan DiPilot 300 atau God’s Eye B. Sebelumnya, BYD hanya memasang sistem ini pada model kelas atas dan merek premium Denza. Namun kini, BYD mulai membawa teknologi tersebut ke segmen entry-level.
Dengan strategi ini, BYD ingin mendemokratisasi teknologi ADAS agar dapat di akses oleh lebih banyak konsumen. Selain itu, BYD juga ingin meningkatkan nilai kompetitif produknya di pasar kendaraan listrik global.
DiPilot 300 mengombinasikan sensor LiDAR dari Robosense dengan chip komputasi Nvidia Drive Orin dari Nvidia. Chip ini mampu memproses hingga 254 TOPS. Dengan kombinasi tersebut, sistem dapat membaca kondisi jalan dan objek sekitar secara real-time.
Karakter Seagull dan Dolphin dalam Seri Ocean
Seagull dan Dolphin termasuk dalam seri Ocean milik BYD. Kedua model ini menyasar konsumen perkotaan yang menginginkan kendaraan listrik praktis dan efisien. Seagull menawarkan dimensi kompak dan motor listrik 60 kW atau setara 80 hp. Konfigurasi ini cocok untuk mobilitas harian di kota.
Sementara itu, Dolphin menghadirkan opsi motor lebih besar dengan daya hingga 120 kW atau sekitar 161 hp. Dengan tenaga tersebut, Dolphin menawarkan performa yang lebih responsif. Oleh karena itu, Dolphin menarik minat konsumen yang menginginkan keseimbangan antara efisiensi dan tenaga.
Dengan tambahan LiDAR, kedua model ini tidak hanya unggul dari sisi harga, tetapi juga dari sisi teknologi.
BYD Perkuat ADAS Lewat Investasi dan SDM
Selain menghadirkan LiDAR pada produk massal, BYD juga memperkuat pengembangan teknologi kendaraan cerdas secara internal. Pada awal 2026, BYD membentuk tim khusus yang melibatkan lebih dari 5.000 tenaga ahli. Tim ini fokus mengembangkan sistem Advanced Driver Assistance System sebagai fondasi menuju kendaraan otonom.
Lebih jauh, BYD juga menyiapkan investasi lebih dari 100 miliar yuan untuk teknologi cerdas dan sistem mengemudi masa depan. Investasi ini menunjukkan keseriusan BYD dalam memimpin inovasi otomotif global.
God’s Eye Jadi Pilar Strategi Kendaraan Cerdas
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang, BYD terus mengembangkan sistem intelligent driving bernama God’s Eye. Sistem ini memadukan kamera, radar gelombang milimeter, sensor ultrasonik, dan LiDAR. Melalui kombinasi sensor tersebut, kendaraan BYD mampu membaca lingkungan secara menyeluruh.
Hingga Desember 2025, BYD telah memasang sistem God’s Eye pada lebih dari 2,5 juta kendaraan. Jumlah ini membentuk basis data cloud kendaraan terbesar di China. Dengan basis data tersebut, BYD terus menyempurnakan algoritma bantuan pengemudi secara berkelanjutan.
Strategi BYD Ubah Peta Persaingan EV Global
Melalui kehadiran LiDAR pada Seagull dan Dolphin, BYD berhasil menggeser batas teknologi di segmen kendaraan listrik terjangkau. Strategi ini tidak hanya meningkatkan daya saing produk, tetapi juga mempercepat penetrasi ADAS di pasar massal.
Dengan kombinasi inovasi teknologi, investasi besar, dan skala produksi luas, BYD terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin kendaraan listrik dan kendaraan cerdas di tingkat global.