Federasi Nasional – Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (FN Pordasi) berkomitmen untuk memperkuat ekosistem olahraga berkuda melalui sosialisasi aktif dan penyelenggaraan kompetisi di seluruh negeri. Fokus utama Pordasi kini tidak hanya pada prestasi, tetapi juga pada pengembangan olahraga berkuda yang inklusif dan berkesinambungan. Hal ini melibatkan empat federasi nasional, yaitu FN Pordasi Pacu, FN Pordasi Equestrian, FN Pordasi Polo, dan FN Pordasi Berkuda Memanah.

Setiap federasi menekankan pendekatan berbeda, namun tetap saling melengkapi agar ekosistem berkuda nasional semakin solid. Dari pengembangan atlet hingga kualitas kuda lokal, FN Pordasi berupaya memastikan setiap cabang olahraga memiliki standar profesional yang tinggi serta kontribusi signifikan bagi masyarakat.

Transformasi FN Pordasi Berkuda Memanah

FN Pordasi Berkuda Memanah memfokuskan diri pada perpaduan antara tradisi dan prestasi olahraga. Cabang olahraga ini memadukan nilai historis dengan program pembinaan atlet modern, sehingga mampu menciptakan keseimbangan antara pelestarian budaya dan pencapaian prestasi kompetitif.

Sekjen FN Pordasi Berkuda Memanah, Luthfi Syaifullah Zubir, menjelaskan bahwa olahraga berkuda memanah berkembang pesat di Indonesia. Saat ini, 17 provinsi telah menjadi anggota aktif, dan jumlah tersebut diprediksi akan terus bertambah. Pordasi juga menetapkan standar kuda ideal dengan memprioritaskan penggunaan kuda lokal dalam setiap ajang kompetisi. Strategi ini sekaligus mendukung pelestarian kuda asli Indonesia dan meningkatkan kualitas atlet yang berlaga.

Kalender Kompetisi 2026

FN Pordasi Berkuda Memanah telah menyiapkan serangkaian turnamen penting yang masuk dalam kalender tahun 2026. Rangkaian ini dimulai dengan Liga Santri Indonesia Seri 1 pada 3–5 April 2026 di Jawa Tengah. Selanjutnya, Kejurnas III Pordasi Berkuda Memanah berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Liga Santri Indonesia Seri 2 dijadwalkan pada 7–9 Agustus 2026 di Bali. Turnamen internasional Asian Horseback Archery Championship akan digelar pada Oktober, dan Liga Santri Indonesia Seri 3 akan menutup rangkaian kompetisi pada 4–6 Desember 2026 di Banten.

Ekosistem Berkuda

Atlet asal Pariaman Cobe mengikuti pertandingan berkuda memanah di Pantai Kata Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (1/11/2025).

FN Pordasi Pacu: Menghidupkan Industri Peternakan dan Pariwisata

FN Pordasi Pacu menekankan pengembangan olahraga pacu kuda sebagai sarana menggerakkan sektor ekonomi lokal. Selain menjadi hiburan kompetitif, pacu kuda juga mendorong pertumbuhan peternakan, UMKM, dan pariwisata. Contoh nyata terlihat dari PON XXI di Takengon, Aceh Tengah, yang berhasil menarik 120.000 penonton. Antusiasme tersebut menunjukkan potensi pacu kuda sebagai pendorong ekonomi sekaligus olahraga nasional.

FN Pordasi Equestrian: Profesionalisme dan Pembinaan Atlet

Federasi FN Pordasi Equestrian fokus pada penguatan sistem pembinaan atlet dan profesionalisme organisasi. Pendekatan ini bertujuan meningkatkan daya saing atlet di tingkat nasional maupun internasional. Saat ini, Equestrian memiliki 13 Pengurus Provinsi yang aktif menjalankan program pembinaan atlet, memperkuat struktur organisasi, dan menyiapkan atlet untuk kompetisi global.

Ketua Umum FN Pordasi Equestrian, Dewi Larasati, menegaskan bahwa kuda dan manusia sama-sama merupakan atlet. Oleh karena itu, latihan intensif dan berkelanjutan menjadi kunci agar keduanya mampu tampil optimal dalam setiap ajang kompetisi.

FN Pordasi Polo: Ekosistem Berkuda yang Terpadu

Sementara itu, FN Pordasi Polo mengedepankan pengembangan ekosistem menyeluruh. Fokus bukan hanya pada prestasi, tetapi juga pada pembinaan atlet, peningkatan kualitas kuda lokal, pengembangan industri pendukung, dan integrasi dengan sektor pariwisata. Strategi ini bertujuan menciptakan ekosistem berkuda yang stabil dan berkelanjutan, sehingga cabang polo Indonesia mampu bersaing di kancah internasional tanpa mengabaikan kontribusi sosial dan ekonomi.

Transformasi Organisasi dan Sinergi Antar Federasi

Sejak Munas XIV pada 13–15 November 2024, FN Pordasi menjalani transformasi organisasi untuk membangun sinergi antar empat federasi nasional. Langkah ini memungkinkan setiap cabang olahraga berkuda saling mendukung dan menguatkan satu sama lain. Dengan ekosistem yang berkesinambungan, FN Pordasi tidak hanya menekankan prestasi olahraga, tetapi juga pemberdayaan komunitas, pengembangan kuda lokal, dan peningkatan daya tarik pariwisata.

Kesimpulan

Dengan strategi yang menyeluruh, FN Pordasi menegaskan komitmen untuk memajukan olahraga berkuda di Indonesia. Sosialisasi aktif, kompetisi berkesinambungan, dan pengembangan standar kuda lokal menjadi fokus utama setiap federasi. Pendekatan ini memastikan bahwa olahraga berkuda tidak hanya sekadar ajang prestasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembangunan budaya, ekonomi, dan sosial nasional. Transformasi dan kolaborasi antar federasi menjadikan ekosistem berkuda Indonesia semakin inklusif, modern, dan berdaya saing tinggi.