Gibran Rakabuming Raka – Mengawali kunjungan kerjanya di Wamena dengan cara yang hangat dan membumi. Pada Selasa pagi, Wakil Presiden Republik Indonesia tersebut langsung berinteraksi dengan anak-anak lokal melalui pertandingan sepak bola. Pendekatan ini mencerminkan upaya membangun kedekatan emosional sekaligus mendorong semangat olahraga di kalangan generasi muda Papua Pegunungan.

Sesaat setelah mendarat di Bandara Wamena, Gibran bersama rombongan terbatas langsung bergerak menuju Stadion Wamena. Alih-alih menjalani agenda formal, ia memilih memulai kunjungan dengan aktivitas yang dekat dengan keseharian masyarakat. Oleh karena itu, suasana stadion sejak awal terasa penuh antusiasme.

Penampilan Gibran di Lapangan Hijau

Setibanya di stadion, Gibran mengganti kemeja krem yang ia kenakan saat tiba dengan perlengkapan olahraga. Ia mengenakan jersey merah bernomor punggung 12 yang di padukan dengan celana pendek senada, kaus kaki hitam, serta sepatu sepak bola berwarna oranye. Penampilan tersebut langsung menarik perhatian anak-anak sekolah sepak bola yang telah menunggu di lapangan.

Sebelum pertandingan di mulai, Gibran meluangkan waktu untuk berfoto bersama para pemain muda dari sekolah sepak bola setempat. Momen ini menciptakan kesan akrab dan menambah semangat anak-anak yang akan bertanding bersamanya.

Papua

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bermain sepak bola bersama anak-anak sekolah sepak bola (SSB) di Stadion Wamena, Papua Pegunungan, Selasa (13/1/2026). ANTARA/HO-Sekretariat Wakil Presiden/pri.

Pertandingan Persahabatan Antar Sekolah Sepak Bola

Pertandingan berlangsung dalam format persahabatan yang melibatkan dua tim sekolah sepak bola. Tim Gibran bergabung dengan anak-anak dari SSB YPK Betlehem. Sementara itu, tim lawan diisi oleh anak-anak dari SSB Yehuda yang dipimpin oleh Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua, Velix Wanggai. Velix tampil mengenakan jersey hijau stabilo dengan nomor punggung tujuh.

Sejak peluit awal berbunyi, pertandingan berjalan dengan tempo santai namun penuh semangat. Kedua tim saling menyerang dan menunjukkan antusiasme tinggi. Dalam dua babak pertandingan yang berlangsung sekitar satu jam, Gibran tampil aktif dan terlibat langsung dalam permainan.

Kontribusi Gol dan Hasil Akhir Pertandingan

Selama pertandingan berlangsung, Gibran berhasil mencetak tiga gol untuk timnya. Kontribusi tersebut membantu tim SSB YPK Betlehem mengakhiri laga dengan skor lima gol. Di sisi lain, tim SSB Yehuda mencetak dua gol, salah satunya berasal dari Velix Wanggai.

Hasil pertandingan bukan menjadi fokus utama kegiatan ini. Sebaliknya, interaksi, kebersamaan, dan semangat sportivitas menjadi nilai utama yang ingin di tanamkan. Oleh karena itu, suasana pertandingan tetap berlangsung penuh tawa dan kebanggaan di antara para pemain muda.

Interaksi dengan Masyarakat dan Pembagian Cenderamata

Setelah pertandingan berakhir, Gibran kembali menyapa para pemain dari kedua tim. Ia juga meluangkan waktu untuk berfoto bersama dan menyampaikan apresiasi kepada anak-anak yang telah berpartisipasi. Selain itu, Gibran menyapa warga sekitar stadion yang sejak awal memberikan dukungan dan sorakan.

Melalui Tim Sekretariat Wakil Presiden, kegiatan ini juga di sertai dengan pembagian kaus dan buku kepada anak-anak serta masyarakat sekitar. Langkah ini menegaskan perhatian pemerintah terhadap pengembangan olahraga dan pendidikan di daerah.

Kesaksian Pemain Muda dan Dampak Psikologis

Kapten SSB YPK Betlehem, Franky Yoman yang berusia 16 tahun, mengungkapkan perasaannya usai pertandingan. Ia mengaku merasa grogi saat pertama kali bermain bersama Wakil Presiden. Namun, rasa gugup tersebut berubah menjadi kebanggaan dan kegembiraan.

Franky juga menyampaikan bahwa bermain bersama Gibran terasa menyenangkan. Ia menilai Gibran memahami aturan permainan dan mampu menempatkan diri dengan baik di lapangan. Menurutnya, pengalaman ini menjadi motivasi besar untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan sepak bola.

Sepak Bola sebagai Media Pendekatan Sosial

Kegiatan ini menunjukkan bahwa sepak bola mampu menjadi media efektif dalam membangun kedekatan antara pemimpin dan masyarakat. Dengan terjun langsung ke lapangan, Gibran tidak hanya menyampaikan pesan simbolik, tetapi juga memberikan pengalaman nyata bagi anak-anak Papua Pegunungan.

Pendekatan ini di harapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri generasi muda sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. Pada akhirnya, kunjungan kerja yang diawali dengan olahraga menciptakan kesan positif dan meninggalkan pengalaman berharga bagi anak-anak Wamena.