PT Kereta Api Indonesia (Persero)Daop 7 Madiun kembali menunjukkan keseriusannya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api. Komitmen tersebut terlihat jelas saat KAI merespons cepat aksi pelemparan batu terhadap Kereta Api Jayakarta Premium relasi Surabaya Gubeng–Pasar Senen. Insiden ini terjadi di petak jalan Bagor–Saradan dan melibatkan sejumlah anak di bawah umur. Melalui langkah tegas yang di barengi pendekatan edukatif, KAI berupaya menciptakan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

Begitu laporan masuk dari Pusat Pengendalian Operasi, tim pengamanan KAI Daop 7 Madiun langsung bergerak ke lokasi kejadian. Petugas melakukan penyisiran di sekitar KM 120+7 wilayah Bagor–Nganjuk. Dalam waktu singkat, petugas mengamankan empat anak yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan batu tersebut. Selanjutnya, petugas melakukan pemeriksaan awal dan memperoleh pengakuan dari dua anak terkait perbuatan mereka.

Kronologi dan Dampak Insiden di Jalur Kereta

Berdasarkan laporan petugas lapangan, pelemparan batu tersebut menyebabkan kaca pecah pada rangkaian Kereta Premium 6 dengan nomor sarana K301733 TD. Kerusakan muncul pada posisi 16Ab–17Ab, sehingga kondisi ini menimbulkan potensi bahaya bagi penumpang dan awak kereta. Oleh karena itu, KAI menilai insiden ini sebagai ancaman serius terhadap keselamatan perjalanan.

Setelah proses pengamanan, petugas membawa para terduga pelaku ke Stasiun Nganjuk untuk di mintai keterangan lebih lanjut. Selanjutnya, petugas menyerahkan anak-anak tersebut ke Polsek Nganjuk Kota dengan pendampingan langsung dari orang tua masing-masing. Langkah ini menunjukkan keseimbangan antara penegakan aturan dan tanggung jawab keluarga.

KAI Daop 7 Madiun

Ilustrasi kereta api jarak jauh

Penyelesaian Melalui Mediasi dan Tanggung Jawab Keluarga

Melalui koordinasi intensif dengan pihak kepolisian, KAI Daop 7 Madiun menyepakati penyelesaian kasus melalui proses mediasi. Dalam kesepakatan tersebut, orang tua pelaku bersedia mengganti biaya kerusakan kaca kereta. Kesepakatan ini tidak hanya bertujuan menyelesaikan masalah, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab kepada keluarga dan anak-anak yang terlibat.

Selain itu, KAI mendorong orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak, terutama di lingkungan sekitar jalur rel. Dengan pengawasan yang lebih ketat, potensi terulangnya kejadian serupa dapat di tekan sejak dini.

Edukasi Keselamatan sebagai Langkah Pencegahan

Tidak berhenti pada penanganan kasus, KAI Daop 7 Madiun juga menyiapkan langkah preventif yang berkelanjutan. Pada pekan berikutnya, KAI akan menggelar sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api di sekolah para pelaku. Melalui kegiatan ini, KAI ingin menanamkan pemahaman sejak dini mengenai bahaya bermain di sekitar rel dan konsekuensi hukum dari tindakan vandalisme.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa aksi pelemparan kereta api sangat berbahaya. Ia menilai tindakan tersebut dapat membahayakan penumpang, awak kereta, dan pelaku itu sendiri. Oleh sebab itu, KAI terus mengedepankan edukasi sebagai fondasi utama dalam membangun budaya keselamatan.

Peran Aktif Masyarakat dalam Menjaga Keamanan

Selain mengandalkan pengawasan internal, KAI Daop 7 Madiun juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan perjalanan kereta api. Masyarakat di harapkan tidak melakukan aktivitas berbahaya di sekitar jalur rel serta segera melaporkan potensi gangguan keamanan kepada petugas.

Melalui kolaborasi antara KAI, aparat keamanan, orang tua, dan masyarakat, lingkungan perkeretaapian yang aman dan nyaman dapat terwujud. Pendekatan tegas yang disertai edukasi ini menunjukkan bahwa keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan keterlibatan semua pihak. Dengan komitmen tersebut, KAI Daop 7 Madiun terus berupaya membangun sistem transportasi kereta api yang aman, andal, dan terpercaya bagi seluruh pengguna jasa.