Pada 20 Januari 2026, kebakaran terjadi di kawasan Pademangan, Jakarta Utara, yang menghanguskan tujuh lapak pengepul barang bekas. Kebakaran ini diduga di sebabkan oleh arus pendek listrik atau korsleting. Kejadian tersebut menarik perhatian karena kecepatan api yang cepat menyebar akibat angin kencang dan tumpukan barang bekas yang mudah terbakar. Namun, beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun kerugian di perkirakan mencapai Rp168 juta.
Kronologi Kebakaran dan Tindakan Cepat Petugas
Kebakaran di mulai sekitar pukul 10.40 WIB, saat seorang saksi melihat percikan api dari salah satu tumpukan rongsokan. Saksi langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang, dan petugas pemadam kebakaran segera bergerak menuju lokasi. Begitu mendengar laporan, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara langsung mengerahkan 85 personel untuk menangani kebakaran. Mereka juga menyiapkan 16 unit mobil pemadam untuk memadamkan api.
Setelah tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 10.47 WIB, mereka langsung melakukan upaya pemadaman. Proses pemadaman berlangsung cepat, dan dalam waktu kurang dari satu jam, tim berhasil melokalisir api pada pukul 11.00 WIB. Akhirnya, api sepenuhnya berhasil di padamkan pada pukul 12.00 WIB. Respons cepat dari petugas sangat penting, mengingat kebakaran terjadi di pemukiman padat penduduk.

Petugas damkar memadamkan api yang menghanguskan lapak pengepul barang bekas di Pademangan, Jakarta Utara pada Selasa (20/1/2026). (ANTARA/HO-Gulkarmat Jakut)
Kerugian dan Dampak Kebakaran
Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Tujuh lapak pengepul barang bekas yang terbakar memiliki luas total 120 meter persegi. Kerugian di taksir mencapai Rp168 juta, meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Tim pemadam kebakaran yang di kerahkan bekerja dengan cepat untuk mencegah kebakaran meluas ke area pemukiman sekitar. Meskipun api dapat di padamkan dalam waktu relatif singkat, kebakaran tetap menyebabkan kerusakan besar pada lapak-lapak yang terbakar.
Penyebab Kebakaran: Korsleting Listrik
Menurut keterangan Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Utara, Gatot Sulaeman, kebakaran ini diduga di sebabkan oleh korsleting listrik. Percikan api yang muncul dari tumpukan barang bekas di yakini berasal dari masalah kelistrikan di lapak pengepul tersebut. Angin kencang mempercepat penyebaran api, membuat upaya pemadaman semakin sulit. Beruntung, warga sekitar yang melihat kebakaran segera menghubungi pihak berwenang, sehingga pemadaman dapat segera di lakukan.
Tindakan Pencegahan dan Keamanan Listrik
Kejadian ini mengingatkan pentingnya pemeliharaan instalasi listrik di setiap rumah dan lapak usaha. Korban kebakaran ini kemungkinan besar bisa di hindari jika di lakukan pengecekan rutin terhadap instalasi listrik. Pihak Gulkarmat Jakarta Utara pun mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan perangkat listrik. Menjaga instalasi tetap aman dan melakukan perawatan secara berkala dapat mencegah terjadinya kebakaran serupa di masa depan.
Sosialisasi dan Dukungan untuk Masyarakat
Selain upaya pemadaman, pihak Gulkarmat juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran. Mereka akan terus melakukan sosialisasi mengenai cara-cara pencegahan kebakaran, termasuk pemeriksaan instalasi listrik secara berkala. Peningkatan kewaspadaan masyarakat sangat di butuhkan untuk mencegah kerugian yang lebih besar. Dengan langkah-langkah ini, di harapkan kejadian serupa dapat di hindari dan masyarakat lebih siap menghadapi potensi risiko kebakaran.
Kesimpulan
Kebakaran yang melanda Pademangan ini menunjukkan betapa pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat korsleting listrik. Respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil menghindari kerugian lebih besar dan mencegah korban jiwa. Namun, kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran dan pentingnya perawatan instalasi listrik tetap harus menjadi perhatian utama. Dengan langkah pencegahan yang tepat, kejadian serupa di harapkan tidak terjadi lagi di masa depan.