Peristiwa Kecelakaan – Lalu lintas kembali terjadi di jalur ekstrem Perbukitan Menoreh, tepatnya di Jalan Raya Kaligesing, Padukuhan Ngrancah, Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Kamis siang, 29 Januari 2026, dua pemuda yang mengendarai sepeda motor meninggal dunia setelah terperosok ke jurang sedalam sekitar 10 meter. Kejadian ini kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan di jalur tersebut, terutama bagi pengendara dari luar daerah.
Kedua korban berasal dari Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Polisi mengidentifikasi korban dengan inisial DTP (25) dan MM (25). Keduanya mengendarai sepeda motor tanpa melibatkan kendaraan lain dalam insiden tersebut. Oleh karena itu, pihak kepolisian menyimpulkan bahwa kecelakaan ini termasuk kecelakaan lalu lintas tunggal.
Kronologi Kecelakaan di Tikungan Secekuk
Kepala Seksi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sarjoko, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula ketika sepeda motor melaju di jalur Kaligesing. Namun, setibanya di lokasi kejadian, pengendara di duga kehilangan kendali. Sepeda motor keluar dari badan jalan, menabrak guardrail di sisi kiri, lalu langsung menerobos tebing.
Akibat benturan tersebut, pengendara, pembonceng, dan sepeda motor jatuh bersamaan ke dalam jurang. Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera mendatangi lokasi untuk mengamankan area. Selanjutnya, relawan datang untuk membantu proses evakuasi korban dari dasar jurang.
Setelah evakuasi selesai, petugas kepolisian melakukan olah tempat kejadian perkara. Polisi juga mengamankan sepeda motor sebagai barang bukti serta meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi. Dengan langkah ini, aparat kepolisian berupaya memastikan penyebab kecelakaan secara menyeluruh.

Polisi mengolah TKP tikungan Secekuk di wilayah Kalurahan Pendoworejo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Jalur Kaligesing dan Risiko Medan Ekstrem
Sementara itu, Dukuh Ngrancah, Anam Sutriyanto, menjelaskan bahwa jalur Kaligesing di kenal sebagai salah satu jalur ekstrem di kawasan Perbukitan Menoreh. Meskipun jalan terlihat lebar dan beraspal halus, jalur ini menyimpan banyak risiko. Jalan tersebut memiliki kombinasi tikungan tajam, tanjakan curam, serta turunan panjang yang dapat mengecoh pengendara.
Menurut Anam, pengendara yang belum mengenal medan sering kali mengalami kesulitan saat melintasi jalur ini. Terlebih lagi, jalur Kaligesing memiliki pola tikungan berlapis. Pengendara harus melewati belokan ke kanan, kemudian ke kiri, lalu kembali ke kanan, dengan tingkat kemiringan yang sangat curam. Ruang toleransi kesalahan pun sangat terbatas.
Warga setempat mengenal lokasi kecelakaan ini sebagai Tikungan Secekuk. Tikungan tersebut berada di bawah tanjakan Bibis, yang juga di kenal sebagai titik rawan kecelakaan. Anam menjelaskan bahwa lokasi kejadian berada di tikungan ketiga dari atas, dengan jarak sekitar 150 hingga 200 meter dari jalan datar. Kemiringan jalan di titik tersebut bisa mencapai 40 hingga 45 derajat.
Jalur Rawan Kecelakaan dan Pengendara Luar Daerah
Lebih lanjut, Anam menyampaikan bahwa kecelakaan di jalur Perbukitan Menoreh bukan kejadian langka. Beberapa hari sebelum insiden ini, kecelakaan serupa juga terjadi di wilayah Girimulyo meski berada di titik yang berbeda. Oleh karena itu, warga setempat sudah lama mengenal kawasan ini sebagai daerah rawan kecelakaan.
Menurut Anam, banyak pengendara dari luar daerah belum memahami karakter jalur Kaligesing. Padahal, jalur ini sering menjadi alternatif cepat yang menghubungkan Yogyakarta dan Purworejo, sekaligus akses menuju sejumlah objek wisata perbukitan. Akibatnya, volume kendaraan dari luar daerah terus meningkat tanpa di imbangi pemahaman medan yang memadai.
Imbauan Keselamatan dan Harapan Pencegahan
Iptu Sarjoko mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, agar selalu berhati-hati saat melintasi jalur ekstrem. Ia menekankan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan, serta tidak memaksakan diri melintasi medan berat tanpa kesiapan dan keterampilan berkendara yang cukup.
Di sisi lain, Anam sebagai perwakilan warga berharap adanya upaya pencegahan yang lebih serius dari pihak terkait. Ia mengusulkan penambahan rambu peringatan, penguatan pengaman di sisi jalan, serta peningkatan penerangan di titik-titik rawan. Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara yang baru pertama kali melintasi jalur Kaligesing.
Dengan meningkatnya aktivitas lalu lintas di kawasan ini, kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kunci utama. Melalui upaya pencegahan yang konsisten dan kesadaran pengendara, jalur Kaligesing diharapkan dapat menjadi akses yang lebih aman tanpa kembali menambah daftar korban jiwa.