Pemerintah Indonesia – Tengah mendorong strategi di versifikasi impor untuk memperkuat daya saing produk lokal. Langkah ini muncul setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat defisit neraca perdagangan Indonesia dengan China mencapai Rp20 triliun. Strategi ini bertujuan membantu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih kompetitif di pasar domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.

Fokus Diversifikasi pada Produk Lokal

Satrio Adhitomo, Analis Kebijakan Ahli Madya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, menekankan bahwa pemerintah fokus pada produk yang sebenarnya bisa di produksi di dalam negeri. “Kita melakukan di versifikasi dengan menyoroti produk yang kita impor dari China tetapi dapat kita buat sendiri. Produk inilah yang menjadi prioritas,” ujarnya dalam acara PROMISE II IMPACT, Minggu (15/2/2026).

Dengan strategi ini, pemerintah ingin memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal. Selain itu, di versifikasi membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menekan ketergantungan terhadap barang impor. Satrio menegaskan bahwa langkah ini penting untuk membangun industri lokal yang lebih mandiri.

Tantangan Harga Produk Impor

Satrio menjelaskan bahwa produk China memasuki pasar domestik dengan harga sangat kompetitif, sehingga menekan penjualan produk UMKM. Meski harga menjadi tantangan, kualitas produk lokal tidak kalah di bandingkan produk impor. “Kalau dari sisi kualitas, produk UMKM kita sejatinya setara dengan produk China. Hanya saja dari sisi harga, kita kalah bersaing,” jelasnya.

Kondisi ini mendorong pemerintah untuk memikirkan strategi agar produk lokal tetap di minati konsumen. Satrio menambahkan, strategi harga dan efisiensi produksi menjadi kunci agar produk UMKM mampu bersaing di pasar domestik.

Pemerintah Dorong UMKM

Tumpukan peti barang ekspor impor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (17/7). Ekspor dan impor masing-masing anjlok 18,82 persen dan ‎27,26 persen pada momen puasa dan Lebaran pada bulan keenam ini dibanding Mei 2017.

Dorongan Pemerintah untuk Efisiensi

Pemerintah menyiapkan berbagai kebijakan dan insentif untuk membantu UMKM menekan biaya produksi. Salah satu langkah konkret adalah memangkas biaya yang tidak penting sehingga harga jual produk bisa lebih kompetitif. Satrio menjelaskan, “Kita fokus pada efisiensi, memangkas biaya-biaya yang tidak perlu, dan mencari cara agar harga produk lokal lebih bersaing.”

Dengan langkah ini, UMKM dapat meningkatkan daya saing tanpa mengurangi kualitas produk. Strategi ini sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional, menantang dominasi produk impor, dan mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.

Produk yang Bisa Diproduksi Lokal

Satrio menyoroti beberapa barang sederhana yang selama ini masih di impor dari China, padahal kapasitas dan teknologi untuk memproduksinya tersedia di Indonesia. Produk seperti gunting, jarum, dan benang dapat di produksi di dalam negeri dengan kualitas setara. “Produk-produk ini seharusnya kita buat sendiri. Inilah yang harus menjadi perhatian kita,” katanya.

Peningkatan produksi lokal untuk barang-barang sederhana ini tidak hanya menekan defisit perdagangan, tetapi juga menciptakan peluang bagi UMKM untuk mengembangkan lini produk baru. Strategi ini membantu meningkatkan pendapatan dan memperkuat keberlanjutan bisnis UMKM.

Implikasi Diversifikasi Impor bagi UMKM

Diversifikasi impor membawa berbagai manfaat bagi UMKM. Pertama, langkah ini menekan ketergantungan pada produk asing. Kedua, strategi ini membuka peluang bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi. Ketiga, kebijakan ini membantu pemerintah menjaga keseimbangan neraca perdagangan.

Satrio menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan UMKM menjadi kunci keberhasilan strategi ini. Efisiensi produksi, dukungan kebijakan, dan inovasi produk lokal menjadi faktor penting agar UMKM dapat bersaing lebih efektif.

Kesimpulan

Strategi di versifikasi impor menjadi langkah penting untuk memperkuat UMKM dan mendorong kemandirian industri lokal. Produk UMKM memiliki kualitas setara dengan produk impor, tetapi harga menjadi tantangan utama. Dengan efisiensi biaya produksi, dukungan pemerintah, dan fokus pada produksi barang yang bisa di buat sendiri, UMKM dapat meningkatkan daya saingnya.

Langkah strategis ini tidak hanya menyeimbangkan neraca perdagangan, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi industri lokal dan memperkuat ekonomi nasional. Pemerintah, pelaku industri, dan UMKM harus bekerja sama untuk memastikan strategi di versifikasi berhasil dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.