Tambang Antam – Kabar dugaan ledakan di area tambang emas Pongkor sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat Kabupaten Bogor. Namun, aparat kepolisian segera meluruskan informasi tersebut. Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menegaskan bahwa tidak pernah terjadi ledakan di kawasan tambang emas milik PT Antam Unit Pertambangan Emas Pongkor, Kecamatan Nanggung.

Penegasan ini muncul setelah pihak kepolisian menerima penjelasan langsung dari pimpinan PT Antam Pongkor. Melalui pemaparan teknis yang rinci, manajemen perusahaan menyampaikan kondisi aktual di lapangan secara menyeluruh. Oleh karena itu, Kapolres Bogor memastikan bahwa informasi ledakan yang beredar tidak sesuai dengan fakta.

Penjelasan Teknis Antam Perjelas Situasi Sebenarnya

Menurut AKBP Wikha Ardilestanto, peristiwa yang sebenarnya terjadi bukan ledakan, melainkan munculnya kepulan asap di salah satu lubang tambang. Kejadian tersebut berlangsung di blok Cepu pada Selasa dini hari. Meski demikian, pihak Antam langsung mengambil langkah cepat untuk mengendalikan situasi.

Setelah mendeteksi kepulan asap, manajemen tambang segera mengevakuasi seluruh pekerja dari area terdampak. Langkah ini bertujuan untuk memastikan keselamatan seluruh karyawan. Selanjutnya, tim teknis melakukan pengecekan menyeluruh guna memastikan tidak ada pekerja yang tertinggal di dalam lubang tambang.

PT Antam

Adalah tambang emas Pongkor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang dioperasikan PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM). (Daeng Mansur/AFP)

Isu Ratusan Korban Terjebak Tidak Berdasar

Seiring beredarnya informasi yang tidak akurat, muncul pula kabar mengenai ratusan pekerja yang terjebak di dalam tambang. Namun, Kapolres Bogor secara tegas membantah kabar tersebut. Berdasarkan data yang diterima dari pihak Antam, tidak satu pun pekerja mengalami luka atau terjebak.

Pihak perusahaan juga memastikan bahwa seluruh karyawan berada dalam kondisi aman. Dengan demikian, informasi yang menyebutkan adanya sekitar 700 korban tidak memiliki dasar yang jelas. Klarifikasi ini sekaligus menenangkan masyarakat yang sempat khawatir akibat kabar simpang siur.

Penelusuran Sumber Asap Terus Berjalan

Meski tidak menemukan ledakan atau korban, aparat kepolisian dan pihak Antam tetap melanjutkan penyelidikan. Fokus utama penelusuran mengarah pada sumber munculnya asap di dalam lubang tambang. Tim teknis Antam kini berupaya mengidentifikasi titik awal asap tersebut.

Namun, proses ini menghadapi kendala teknis. Kadar gas karbon monoksida di dalam area tambang masih tergolong tinggi. Kondisi ini membuat tim belum dapat memasuki lokasi secara langsung. Oleh karena itu, Antam terus memantau kadar gas sambil menunggu kondisi yang lebih aman.

Gas Karbon Monoksida Jadi Faktor Penghambat

AKBP Wikha menjelaskan bahwa peristiwa kepulan asap terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Sejak saat itu, tim Antam melakukan pengukuran kadar gas secara berkala. Pada saat kejadian, tingkat gas karbon monoksida mencapai angka yang sangat tinggi.

Hingga saat ini, tim masih menunggu penurunan kadar gas agar dapat melanjutkan pemeriksaan lapangan. Faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap langkah yang diambil.

Bupati Bogor Tegaskan Tidak Ada Korban Jiwa

Sementara itu, Rudy Susmanto selaku Bupati Bogor turut memberikan pernyataan resmi. Ia memastikan bahwa insiden tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Informasi ini ia terima langsung dari pimpinan PT Antam.

Selain itu, Rudy Susmanto juga menjelaskan kondisi gas karbon monoksida di area tambang. Pada malam kejadian, tingkat kepekaan gas mencapai angka yang sangat tinggi. Menjelang sore hari berikutnya, kadar gas mulai menurun, meski masih berada di atas ambang batas aman.

Pengecekan Lanjutan Tunggu Kondisi Aman

Setelah kadar gas mencapai level yang aman, PT Antam bersama unsur terkait akan melakukan pengecekan lanjutan. Proses ini bertujuan memastikan penyebab munculnya asap serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Melalui koordinasi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan manajemen perusahaan, penanganan insiden ini berjalan secara terukur. Pemerintah berharap aktivitas pertambangan dan kehidupan masyarakat sekitar dapat kembali berjalan normal tanpa gangguan.