Presiden Prabowo Subianto – Mendorong masyarakat untuk menjadikan warisan budaya sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa memahami sejarah membantu memperkuat jati diri bangsa. Selain itu, belajar dari masa lalu memberi masyarakat pelajaran berharga untuk menghadapi tantangan masa kini dan masa depan.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Selasa di Jakarta, Presiden menyatakan bahwa peradaban besar muncul dari penghargaan terhadap sejarah. Ia menambahkan bahwa setiap artefak memiliki cerita unik dan makna yang dalam. Dengan memahami konteks tersebut, masyarakat dapat mengaitkan pengalaman masa lalu dengan perkembangan Indonesia saat ini.
Menjelajahi Museum Nasional Indonesia Menjelang Berbuka Puasa
Pada Senin (2/3), Presiden mengunjungi Museum Nasional Indonesia. Kunjungan dilakukan menjelang waktu berbuka puasa, yang biasa dikenal sebagai ngabuburit. Ia ditemani putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon beserta wakilnya Giring Ganesha Djumaryo, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta beberapa sahabat dan rekan dari Kementerian Kebudayaan RI.
Selama kunjungan, Presiden memerhatikan setiap koleksi dan membagikan wawasan tentang nilai yang terkandung dalam artefak tersebut. Ia menekankan bahwa masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat bentuk fisik, tetapi juga menafsirkan kisah di balik setiap benda. Dengan cara ini, pengalaman di museum menjadi lebih hidup dan edukatif.

Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi putranya, Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo (kiri) dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon (kanan) meninjau benda-benda peninggalan bersejarah di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Menggali Sejarah untuk Memperkuat Identitas Bangsa
Presiden menekankan bahwa generasi muda harus terlibat aktif dalam mengenal sejarah. Artefak seperti patung kuno, pahatan tangan, dan kerangka hewan purba menunjukkan perjalanan panjang budaya Indonesia. Lebih jauh, mengenal warisan budaya mendorong anak-anak dan remaja menghargai kreativitas, ketekunan, dan kebijaksanaan leluhur.
Selain itu, ia mendorong masyarakat untuk membawa keluarga saat mengunjungi museum. Aktivitas ini tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga mempererat ikatan keluarga dan menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya sejak usia dini. Dengan melibatkan semua anggota keluarga, pengalaman belajar menjadi lebih menyenangkan dan mendalam.
Rangkaian Kegiatan Ramadan di Museum Nasional
Museum Nasional Indonesia memanfaatkan bulan Ramadan untuk menghadirkan program publik yang menarik. Sepanjang Maret 2026, museum menyelenggarakan berbagai kegiatan edukatif, rekreatif, dan reflektif bagi pengunjung dari segala usia.
Program dimulai dengan workshop Islamic Paper Collage pada 7 Maret, kemudian diikuti Petualangan Ramadhan Detektif Misykat untuk anak-anak pada 8 Maret. Selain itu, museum menampilkan pertunjukan musik Mantra di Majapahit Hall pada 8 dan 29 Maret. Program-program ini membantu pengunjung menikmati ngabuburit dengan cara yang menyenangkan sekaligus edukatif.
Di akhir bulan, museum menggelar Rakopi (Rasa dan Kisah Kopi), yang memadukan kelas meracik kopi dengan tur museum. Bahkan, Yoga Night at Museum memberikan pengalaman unik berlatih yoga di tengah koleksi bersejarah. Dengan berbagai kegiatan ini, Museum Nasional mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momen memperkaya pengalaman budaya, refleksi diri, dan kebersamaan keluarga.
Menyapa Masyarakat Saat Berbuka Puasa
Menjelang adzan Maghrib, Presiden menyampaikan ucapan selamat berbuka puasa kepada masyarakat. Ia berharap momen berbuka menjadi kesempatan untuk mempererat silaturahmi dan menikmati kebersamaan. Lebih jauh, Presiden mengajak masyarakat merenungkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam sejarah dan budaya bangsa. Dengan demikian, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk refleksi sekaligus penguatan identitas nasional.
Museum Nasional sebagai Pusat Pelestarian dan Edukasi Budaya
Museum Nasional Indonesia menyimpan lebih dari 140.000 benda bersejarah, mulai dari artefak budaya manusia hingga peninggalan alam. Setiap benda memberikan wawasan unik dan membantu pengunjung memahami perjalanan panjang peradaban Indonesia. Oleh karena itu, museum berperan penting sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya.
Dengan kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan rangkaian kegiatan museum, masyarakat terdorong untuk aktif mempelajari sejarah dan budaya. Aktivitas ini memperluas wawasan, menumbuhkan rasa bangga terhadap warisan bangsa, dan mendorong generasi muda untuk menjaga identitas nasional.
Dengan pendekatan interaktif dan edukatif, belajar sejarah kini terasa hidup dan menyenangkan. Bahkan, setiap kunjungan menjadi pengalaman inspiratif yang memadukan hiburan dan pembelajaran. Dengan demikian, sejarah dan budaya Indonesia tidak hanya dipelajari, tetapi juga dirasakan sebagai sumber inspirasi untuk membangun masa depan bangsa yang tangguh dan bermartabat.