PSM Makassar – menghadapi fase sulit dalam kompetisi Super League setelah menelan tiga kekalahan secara beruntun. Rangkaian hasil negatif tersebut mendorong pelatih kepala Tomas Trucha untuk menuntut respons cepat dari seluruh pemain. Ia menilai tim harus segera bangkit agar tidak kehilangan momentum dalam persaingan papan tengah klasemen.
Situasi ini menuntut konsistensi mental dan teknis dari skuad PSM. Selain itu, Trucha menegaskan bahwa tim perlu merespons tekanan dengan pendekatan profesional dan terstruktur. Oleh karena itu, agenda evaluasi menjadi prioritas utama dalam persiapan laga berikutnya.
Evaluasi Menyeluruh Menjadi Fokus Latihan PSM Makassar
Tomas Trucha menekankan pentingnya proses latihan yang lebih terarah setelah hasil mengecewakan tersebut. Ia mengarahkan tim untuk kembali berlatih dengan intensitas tinggi sekaligus menganalisis aspek permainan yang belum optimal. Menurutnya, setiap pemain harus memahami kesalahan yang muncul agar tim dapat memperbaiki performa secara kolektif.
Lebih lanjut, Trucha menyoroti perlunya peningkatan kualitas pengambilan keputusan di lapangan. Ia menginginkan pemain tampil lebih tenang, disiplin, dan efisien dalam setiap fase permainan. Dengan demikian, PSM dapat mengurangi kesalahan berulang yang selama ini merugikan tim.

Pesepak bola Borneo FC Samarinda Mariano Peralta (kanan) berebut bola dengan pesepak bola PSM Makassar Aloisio Soares Neto (kiri) dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Sabtu (3/1/2026). Borneo FC Samarinda mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-1. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YU
Kesalahan Serupa Muncul dalam Tiga Pertandingan Terakhir
Dalam tiga laga terakhir, PSM mengalami kekalahan dari Malut United, Persib Bandung, dan Borneo FC. Rangkaian hasil tersebut menunjukkan pola masalah yang serupa. PSM sering menciptakan peluang, namun gagal memanfaatkannya secara maksimal.
Selain itu, Trucha melihat bahwa tim masih kurang efektif dalam menyelesaikan peluang di area penalti lawan. Padahal, peluang tersebut dapat mengubah jalannya pertandingan. Oleh sebab itu, ia menuntut peningkatan ketajaman lini serang melalui latihan penyelesaian akhir yang lebih intensif.
Performa Membaik Namun Pertahanan Belum Konsisten
Pada laga menghadapi Borneo FC, Trucha mengakui adanya peningkatan performa dibandingkan dua pertandingan sebelumnya. PSM mampu menciptakan dua hingga tiga peluang emas sepanjang laga. Namun, efektivitas penyelesaian akhir kembali menjadi kendala utama yang menghambat hasil positif.
Di sisi lain, Trucha juga menyoroti aspek pertahanan yang belum menunjukkan konsistensi. Menurutnya, koordinasi lini belakang masih membutuhkan pembenahan agar tim dapat bertahan lebih solid sepanjang pertandingan. Dengan pertahanan yang lebih disiplin, PSM dapat mengurangi risiko kebobolan pada momen krusial.
Posisi Klasemen Menuntut Respons Cepat dari PSM
Hingga pekan ke-16 Super League, PSM menempati peringkat kesepuluh klasemen sementara dengan raihan 19 poin. Posisi ini menempatkan PSM dalam tekanan kompetitif yang cukup tinggi. Jika tim gagal meraih hasil positif dalam beberapa laga ke depan, jarak dengan papan atas akan semakin melebar.
Oleh karena itu, Trucha mendorong seluruh pemain untuk menunjukkan karakter kuat sebagai tim besar. Ia menilai bahwa pengalaman dan kualitas skuad PSM mampu membawa perubahan positif apabila seluruh elemen tim bekerja secara selaras.
Laga Kontra Bali United Menjadi Momentum Kebangkitan
PSM akan menghadapi tantangan berikutnya saat menjamu Bali United di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare. Pertandingan yang akan berlangsung pada Jumat malam pukul 19.00 WIB ini menjadi momentum penting bagi PSM untuk bangkit dari tren negatif.
Bermain di hadapan pendukung sendiri memberikan keuntungan psikologis bagi PSM. Selain itu, dukungan suporter diharapkan mampu meningkatkan motivasi pemain untuk tampil lebih agresif dan disiplin. Trucha pun menginginkan tim tampil dengan determinasi tinggi sejak menit awal.
Strategi Perbaikan sebagai Landasan Kebangkitan Tim
Menghadapi laga penting tersebut, Trucha berfokus pada peningkatan efektivitas serangan dan organisasi pertahanan. Ia mengarahkan tim untuk bermain lebih kolektif, memaksimalkan peluang, serta menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.
Dengan pendekatan ini, PSM memiliki peluang besar untuk mengakhiri rentetan hasil buruk. Selain itu, kemenangan atas Bali United dapat mengembalikan kepercayaan diri tim sekaligus memperbaiki posisi di klasemen Super League.