Warga Tanjung Priok, Jakarta Utara – menghadapi peristiwa duka setelah menemukan tiga orang dalam satu keluarga meninggal dunia di sebuah rumah kontrakan. Kejadian ini mengundang perhatian masyarakat sekitar karena korban baru menempati rumah tersebut selama beberapa bulan. Lingkungan sekitar mengenal keluarga ini sebagai penghuni baru yang jarang berinteraksi secara intens dengan warga setempat.
Peristiwa ini muncul pada awal Januari 2025 dan langsung memicu keprihatinan warga. Aparat kepolisian segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat. Hingga kini, pihak berwenang masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan penyebab kematian ketiga korban.
Korban Baru Lima Bulan Menempati Rumah Kontrakan
Salah satu warga sekitar, Aryuni Wulan Febri, menyampaikan bahwa keluarga tersebut baru menempati rumah kontrakan sekitar lima bulan. Menurutnya, keluarga korban belum lama berbaur dengan lingkungan sekitar karena waktu tinggal yang relatif singkat.
Wulan menjelaskan bahwa dirinya mengenal korban sebatas tetangga biasa. Aktivitas korban sehari-hari tidak pernah menimbulkan kecurigaan di lingkungan sekitar. Kondisi ini membuat warga merasa terkejut saat peristiwa tersebut terjadi.
Keberadaan keluarga baru di kawasan tersebut sebelumnya berjalan normal tanpa konflik atau permasalahan sosial. Hal ini menambah rasa duka mendalam bagi warga setempat.

Puslabfor olah TKP di lokasi penemuan mayat sekeluarga di Priok, Jakut.(Devi p)
Saksi Melihat Kondisi Korban Saat Pertama Kali Ditemukan
Wulan mengaku sempat melihat kondisi korban saat warga menemukan jasad di dalam rumah. Ia menyebutkan bahwa mulut korban mengeluarkan busa. Namun, ia memilih tidak memperhatikan detail kondisi tubuh korban secara menyeluruh karena rasa panik dan takut.
Menurut pengakuannya, laporan awal yang ia dengar menyebutkan dugaan keracunan pada korban. Fokus perhatian Wulan tertuju pada kondisi ibu korban. Saat melihat busa keluar dari mulut korban, ia memilih menjauh dan segera meminta bantuan pihak lain.
Wulan kemudian memanggil ketua RT setempat agar pihak lingkungan mengetahui kondisi tersebut. Langkah ini bertujuan agar penanganan berjalan sesuai prosedur dan melibatkan aparat terkait.
Anak Korban Menemukan Keluarga dalam Kondisi Tidak Bernyawa
Keterangan awal menyebutkan bahwa salah satu anak korban menemukan jasad ibu dan dua saudaranya setelah pulang bekerja. Saat membuka pintu rumah, anak tersebut mendapati seluruh anggota keluarga dalam posisi terbaring dan mengeluarkan busa dari mulut.
Kondisi tersebut membuat anak korban panik. Ia langsung meminta pertolongan kepada warga sekitar. Warga yang mendengar teriakan tersebut segera mendatangi lokasi dan memastikan kondisi korban.
Setelah itu, warga menghubungi pihak kepolisian agar proses penanganan berjalan cepat dan aman. Aparat kepolisian kemudian mengamankan lokasi untuk kepentingan penyelidikan.
Polisi Lakukan Penyelidikan dan Autopsi Jenazah
Pihak kepolisian dari Polres Metro Jakarta Utara menerima laporan warga dan langsung melakukan tindakan awal. Tim penyidik mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan lokasi kejadian. Polisi juga membawa jenazah ke rumah sakit untuk keperluan pemeriksaan medis.
Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigjen dr Prima Heru, menyampaikan bahwa tim medis telah menyelesaikan proses autopsi terhadap ketiga korban. Setelah proses tersebut selesai, pihak rumah sakit menyerahkan jenazah kepada keluarga.
Namun, pihak rumah sakit masih menunggu hasil pemeriksaan toksikologi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan apakah kematian korban berkaitan dengan zat beracun atau penyebab lain.
Pemakaman Korban dan Penantian Hasil Toksikologi
Keluarga korban melaksanakan pemakaman pada Sabtu, 3 Januari 2025, di TPU Rorotan, Jakarta Utara. Prosesi pemakaman berlangsung dengan suasana duka dan pengawalan keluarga serta kerabat dekat.
Masyarakat sekitar turut menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut. Warga berharap pihak berwenang segera mengungkap penyebab kematian agar keluarga korban memperoleh kejelasan.
Hingga saat ini, hasil tes toksikologi masih menjadi kunci utama dalam mengungkap penyebab kematian tiga orang dalam satu keluarga tersebut. Aparat kepolisian berkomitmen melanjutkan penyelidikan secara menyeluruh agar peristiwa ini mendapatkan kejelasan hukum dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.