Kementerian – Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) secara resmi membuka seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga. Melalui langkah ini, Kemenpora menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat tata kelola kepemimpinan sektor olahraga nasional. Selain itu, Kemenpora mengundang aparatur sipil negara (ASN) dan profesional berpengalaman untuk berpartisipasi selama memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Lebih jauh, Kemenpora merancang seleksi ini secara terbuka dan kompetitif agar lembaga tersebut mampu memperoleh sosok pemimpin yang berintegritas, visioner, dan berkapasitas tinggi. Dengan demikian, proses seleksi ini tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga menekankan kompetensi manajerial, kemampuan teknis, serta rekam jejak di bidang industri olahraga.
Tahapan Seleksi JPT Madya Kemenpora yang Terstruktur dan Transparan
Kemenpora menyusun proses seleksi JPT Madya melalui delapan tahapan yang sistematis dan terukur. Pertama, Kemenpora memulai tahapan seleksi dengan pengumuman resmi yang berlangsung pada 2 Februari 2026. Pada tahap ini, Kemenpora menyampaikan seluruh informasi terkait persyaratan, jadwal, serta mekanisme seleksi melalui kanal resmi.
Selanjutnya, Kemenpora mengarahkan peserta untuk mempersiapkan dokumen administrasi sebagai bagian penting dalam proses awal seleksi. Pada tanggal 18 hingga 23 Februari 2026, panitia seleksi menjalankan tahap seleksi administrasi. Pada fase ini, panitia mengevaluasi kelengkapan dokumen, kesesuaian persyaratan, serta validitas data setiap pelamar secara menyeluruh.
Kemudian, Kemenpora mengumumkan hasil seleksi administrasi pada 25 Februari 2026 melalui laman resmi Kemenpora dan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pengumuman ini memberikan kepastian bagi peserta yang memenuhi kriteria untuk melanjutkan ke tahapan berikutnya. Dengan alur yang jelas, Kemenpora memastikan seluruh peserta memperoleh akses informasi yang setara.

Proses seleksi akan dilaksanakan melalui delapan tahapan yang terstruktur dan transparan. Tahap pertama dimulai dengan pengumuman seleksi yang akan berlangsung pada 2 Februari 2026.(Dok. Kemenpora)
Penilaian Kompetensi untuk Menyaring Calon Pemimpin Terbaik
Setelah itu, peserta yang lolos seleksi administrasi mengikuti seleksi kompetensi manajerial dan kompetensi sosial kultural. Kemenpora menjadwalkan tahapan ini pada 3 dan 4 Maret 2026 di Kantor BKN Pusat, Jakarta. Melalui tahap ini, Kemenpora menilai kemampuan kepemimpinan, komunikasi, pengambilan keputusan, serta kepekaan sosial setiap peserta.
Berikutnya, Kemenpora melaksanakan tahapan penulisan makalah pada 10 Maret 2026. Dalam sesi ini, peserta menuangkan gagasan strategis, pemikiran inovatif, serta rencana pengembangan industri olahraga nasional. Oleh karena itu, tahapan ini berperan penting dalam mengukur kapasitas intelektual dan visi jangka panjang calon deputi.
Presentasi dan Wawancara sebagai Penentu Kualitas Kepemimpinan
Selanjutnya, Kemenpora mengundang peserta untuk mengikuti presentasi dan wawancara pada 11 hingga 12 Maret 2026. Pada tahap ini, peserta memaparkan gagasan mereka secara langsung di hadapan panitia seleksi. Selain itu, sesi wawancara memungkinkan panitia menggali lebih dalam pengalaman, integritas, dan kesiapan peserta dalam memimpin sektor industri olahraga.
Dengan pendekatan ini, Kemenpora memastikan proses seleksi berjalan transparan dan objektif. Setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan potensi terbaiknya. Oleh sebab itu, tahapan ini menjadi salah satu fase krusial dalam menentukan kandidat yang paling layak.
Pengumuman Hasil Akhir dan Komitmen Kemenpora
Sebagai penutup rangkaian seleksi, Kemenpora menjadwalkan pengumuman hasil akhir pada 30 Maret 2026. Kemenpora menyampaikan hasil tersebut melalui laman resmi Kemenpora dan BKN agar publik dapat mengakses informasi secara terbuka. Dengan cara ini, Kemenpora menegaskan akuntabilitas dan profesionalisme dalam proses rekrutmen pejabat tinggi.
Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa Kemenpora menyelenggarakan seleksi ini secara transparan, objektif, dan selektif sesuai ketentuan perundang-undangan. Menurutnya, Kemenpora membutuhkan pemimpin yang mampu memperkuat ekosistem industri olahraga serta mendorong kontribusi nyata sektor olahraga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, Erick Thohir berharap deputi terpilih dapat menghadirkan inovasi, memperluas kolaborasi, dan menciptakan dampak berkelanjutan bagi perkembangan industri olahraga Indonesia. Dengan demikian, Kemenpora menempatkan seleksi JPT Madya ini sebagai langkah strategis untuk membangun masa depan olahraga nasional yang lebih kompetitif dan berdaya saing.