Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) – Melalui Tim Penelitian GEOLIVE menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Kolaborasi ini berfokus pada pengembangan sektor pariwisata sekaligus pelestarian budaya dengan memanfaatkan pendekatan teknologi modern dan ilmu kebumian.

Kerja sama tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program ini, UGM dan Pemerintah Kabupaten Jepara berupaya memperkuat sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis inovasi, budaya, dan keberlanjutan.

Perwakilan Tim Penelitian GEOLIVE UGM, Prof. Tarcicius Yoyok Wahyu Subroto, menyampaikan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menjadi program jangka pendek, tetapi juga kelanjutan dari kerja sama yang telah berjalan sejak tahun 2025. Ia menegaskan bahwa fokus utama pengembangan mencakup pemanfaatan teknologi geospasial, inovasi perencanaan wilayah, serta pelestarian budaya lokal Jepara.

GEOLIVE UGM Dorong Pembangunan Berbasis Teknologi dan Budaya

GEOLIVE merupakan kelompok riset multidisiplin di bawah Fakultas Teknik UGM yang bergerak dalam bidang geospasial, rekayasa infrastruktur, serta inovasi teknologi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dalam kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara, GEOLIVE membawa pendekatan ilmiah untuk mengoptimalkan potensi wilayah. Pendekatan tersebut mencakup analisis spasial, perencanaan lanskap, hingga pengembangan konsep wisata berkelanjutan.

Tim peneliti juga menekankan pentingnya integrasi antara teknologi dan kearifan lokal dalam setiap proses perencanaan. Dengan cara ini, pengembangan wilayah tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya daerah.

Rencana Pengembangan Wisata Pantai Bandengan

Salah satu program utama dalam kerja sama ini adalah penyusunan rencana induk pengembangan kawasan wisata Pantai Bandengan di Jepara. Kawasan ini di rancang menjadi destinasi wisata terpadu yang menggabungkan unsur alam, budaya, dan wisata bahari berbasis petualangan.

Tim GEOLIVE menyusun dokumen perencanaan dengan pendekatan ilmiah dan berbasis data spasial. Analisis tersebut mencakup potensi kawasan, daya dukung lingkungan, sistem konektivitas infrastruktur, hingga skenario pengembangan jangka panjang.

Selain itu, tim juga mengembangkan konsep eco-tourism dan coastal tourism planning untuk memastikan pengelolaan kawasan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Pendekatan ini di harapkan mampu meningkatkan daya saing Pantai Bandengan sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Jepara.

Dengan perencanaan yang matang, kawasan wisata tersebut di harapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan tanpa mengabaikan keseimbangan ekosistem pesisir.

GEOLIVE UGM

Tim Penelitian GEOLIVE UGM dalam audiensi dengan Pemkab Jepara terkait rencana pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat (PkM) tahun 2026 di Ruang Kerja Bupati Jepara, Jawa Tengah, Jumat (8/5/2026).

Digitalisasi Museum R.A. Kartini Melalui Teknologi 3D

Program kedua dalam kolaborasi ini berfokus pada pengembangan Museum R.A. Kartini di Kabupaten Jepara melalui teknologi digital. Tim GEOLIVE merancang model tiga dimensi interaktif sebagai upaya digitalisasi warisan budaya daerah.

Ketua Tim GEOLIVE, Bilal Ma’ruf, menjelaskan bahwa teknologi pemodelan tiga dimensi, visualisasi interaktif, serta konsep digital twin akan di gunakan untuk menghadirkan representasi museum secara lebih modern dan informatif.

Pengembangan ini tidak hanya bertujuan sebagai media promosi wisata, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi masyarakat. Platform digital tersebut di harapkan mampu memperkenalkan sejarah R.A. Kartini kepada generasi muda dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Selain itu, digitalisasi museum juga di harapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal Jepara sekaligus meningkatkan minat generasi muda terhadap sejarah dan warisan budaya bangsa.

Penguatan Identitas Budaya Jepara

Pemerintah Kabupaten Jepara menyambut baik kerja sama ini dan melihatnya sebagai langkah strategis dalam pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya. Sekretaris Daerah Jepara, Ary Bachtiar, menyampaikan bahwa pemerintah daerah juga tengah melakukan penataan ulang Museum R.A. Kartini.

Penataan tersebut mencakup upaya mengembalikan fungsi beberapa area museum agar menyerupai kondisi asli saat masa hidup R.A. Kartini. Beberapa ruang seperti tempat membatik dan lapangan tenis direncanakan kembali sesuai dengan sejarah aslinya.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat nilai historis museum sekaligus memberikan pengalaman yang lebih autentik kepada pengunjung.

Sinergi Akademisi dan Pemerintah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Kolaborasi antara UGM dan Pemerintah Kabupaten Jepara menunjukkan pentingnya sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan berbasis pengetahuan dan teknologi.

Pendekatan geospasial, perencanaan wilayah, dan digitalisasi budaya menjadi fondasi utama dalam pengembangan sektor pariwisata dan pelestarian budaya di Jepara.

Melalui kerja sama ini, kedua pihak berharap dapat menciptakan model pembangunan yang tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pelestarian nilai budaya lokal.

Dengan integrasi teknologi dan budaya, Jepara berpotensi berkembang sebagai daerah wisata unggulan yang modern, berkelanjutan, dan tetap berakar pada identitas sejarahnya.