Media sosial – Kembali memunculkan peristiwa yang memicu perhatian publik. Sebuah video yang beredar luas memperlihatkan mobil dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Lampung Barat menerima perlakuan tidak menyenangkan dari sejumlah warga. Dalam video tersebut, perekam menyebutkan bahwa warga meluapkan kekecewaan karena menilai mobil pemadam kebakaran datang terlambat ke lokasi kebakaran.

Peristiwa ini disebut terjadi di Desa Canggu, Kecamatan Batu Brak, Kabupaten Lampung Barat. Kebakaran tersebut menghanguskan sebuah rumah warga dan menyisakan puing bangunan. Ketika mobil pemadam kebakaran tiba, api sudah mengecil sehingga memunculkan reaksi emosional dari warga sekitar. Oleh karena itu, video tersebut dengan cepat menyebar dan memicu berbagai respons di ruang digital.

Kronologi Kejadian Kebakaran di Desa Canggu

Kebakaran rumah di Desa Canggu terjadi pada Kamis, 8 Januari 2026. Warga sekitar menyaksikan api melahap bangunan rumah hingga menimbulkan kepanikan. Dalam situasi tersebut, emosi warga meningkat seiring api yang terus membesar. Ketika mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi, kondisi rumah sudah rusak parah.

Dalam rekaman video, perekam menyampaikan kekecewaan secara spontan. Ia menyebutkan bahwa kedatangan mobil pemadam kebakaran sudah tidak memberikan manfaat karena rumah telah habis terbakar. Sambil merekam, ia juga memperlihatkan warga yang memukul bodi mobil pemadam kebakaran sebagai bentuk luapan emosi.

Namun demikian, konteks di lapangan ternyata tidak sesederhana narasi yang berkembang di media sosial. Oleh sebab itu, klarifikasi dari pihak berwenang menjadi sangat penting.

Damkar

Tangkapan layar video detik-detik warga diduga melempari mobil Damkar di Lampung Barat. (Istimewa)

Klarifikasi Bupati Lampung Barat atas Video Viral

Menanggapi video yang menyebar luas, Parosil Mabsus selaku Bupati Lampung Barat memberikan penjelasan langsung. Ia menegaskan bahwa narasi yang muncul dalam video tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi sebenarnya.

Menurut Parosil, perekam video menyampaikan pernyataan secara spontan karena panik dan khawatir melihat dampak kebakaran. Oleh karena itu, pernyataan tersebut tidak dapat dijadikan gambaran utuh mengenai kinerja petugas pemadam kebakaran. Lebih lanjut, Parosil menyampaikan bahwa perekam video telah menyadari kekeliruannya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, perekam video kemudian membuat rekaman klarifikasi. Dalam video tersebut, ia menyampaikan permohonan maaf kepada petugas pemadam kebakaran dan pemerintah daerah. Klarifikasi ini sekaligus bertujuan meluruskan informasi yang terlanjur berkembang di masyarakat.

Permohonan Maaf Perekam Video dan Imbauan Bijak Bermedsos

Dalam video klarifikasi, Hermansyah selaku perekam video menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengakui kekhilafannya dalam menyampaikan pernyataan yang berpotensi menyesatkan. Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada petugas pemadam kebakaran, Bupati, serta Wakil Bupati Lampung Barat.

Menanggapi hal tersebut, Parosil mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak utuh dapat memicu kesalahpahaman dan merugikan banyak pihak. Oleh karena itu, ia meminta masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.

Sikap Petugas Damkar Menghadapi Situasi Lapangan

Di sisi lain, Pelaksana Tugas Kepala Satpol PP, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan Kabupaten Lampung Barat, Domi Nofalisa Utama Faizul, juga memberikan tanggapan. Ia membenarkan adanya perlakuan kurang menyenangkan yang diterima petugas di lokasi kebakaran.

Meskipun demikian, Domi menegaskan bahwa petugas memahami kondisi psikologis warga yang terdampak musibah. Menurutnya, kepanikan sering memicu reaksi emosional yang sulit dikendalikan. Oleh sebab itu, petugas tetap mengedepankan profesionalisme dan fokus pada tugas utama.

Domi juga menambahkan bahwa petugas pemadam kebakaran telah memahami risiko yang melekat pada pekerjaan di lapangan. Selama situasi tidak menghambat proses pemadaman dan penanganan kebakaran, petugas tetap dapat memaklumi reaksi masyarakat.

Pentingnya Literasi Digital dan Empati Sosial

Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya literasi digital dan empati sosial. Di satu sisi, masyarakat perlu memahami tekanan emosional saat menghadapi musibah. Namun, di sisi lain, masyarakat juga perlu menyadari dampak besar dari informasi yang di sebarkan melalui media sosial.

Dengan komunikasi yang lebih bijak dan klarifikasi yang cepat, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat memahami situasi secara utuh. Melalui kejadian ini, semua pihak di harapkan dapat belajar untuk saling memahami, menjaga empati, dan menggunakan media sosial secara bertanggung jawab.