Perkembangan Teknologi – Kendaraan otonom terus bergerak cepat dalam beberapa tahun terakhir. Banyak perusahaan teknologi dan produsen otomotif terus mengembangkan solusi mobilitas yang lebih efisien dan aman. Selain itu, kebutuhan transportasi perkotaan yang semakin kompleks juga mendorong inovasi pada sistem kendaraan tanpa pengemudi.

Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara WeRide dan Geely menghadirkan langkah strategis dalam pengembangan robotaxi generasi terbaru. Kedua perusahaan merancang kendaraan otonom berbasis minivan yang menawarkan kenyamanan kabin luas serta teknologi sensor canggih. Dengan dukungan kecerdasan buatan dan sistem navigasi modern, robotaxi ini berpotensi menjadi bagian penting dalam sistem transportasi masa depan.

Kerja Sama Strategis untuk Pengembangan Robotaxi

WeRide menjalin kemitraan dengan Farizon, merek kendaraan komersial yang berada di bawah naungan Geely Group. Kerja sama ini bertujuan memperluas pengembangan kendaraan robotaxi dalam skala besar.

Melalui kemitraan tersebut, kedua perusahaan merencanakan produksi sekitar 2.000 unit robotaxi GXR pada tahun 2026. Target ini menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat penerapan teknologi kendaraan otonom di berbagai negara.

Selain itu, armada robotaxi global milik perusahaan ini juga diperkirakan dapat melampaui 2.600 unit kendaraan dalam waktu dekat. Rencana ekspansi ini tidak berhenti pada tahap tersebut. WeRide dan Geely juga merancang strategi jangka panjang yang lebih ambisius dengan tujuan memperluas armada hingga puluhan ribu kendaraan pada tahun 2030.

Dengan demikian, kerja sama tersebut berpotensi membentuk ekosistem transportasi otonom yang lebih luas dan terintegrasi.

WeRide Geely Robotaxi

Robotaxi GXR yang berbasis minivan Farizon SV milik WeRide dan Geely.

Desain Robotaxi GXR Berbasis Platform Minivan

Robotaxi GXR hadir sebagai kendaraan otonom produksi massal generasi terbaru. Kendaraan ini memanfaatkan platform Farizon SV yang dikenal memiliki ruang kabin luas serta konfigurasi interior fleksibel.

Dari sisi dimensi, kendaraan ini memiliki panjang sekitar 5.018 mm dengan jarak sumbu roda 3.100 mm. Ukuran tersebut memberikan ruang interior yang cukup besar untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan.

Selain itu, tinggi kabin interior mencapai sekitar 1.340 mm sehingga penumpang dapat menikmati ruang duduk yang lebih lega. Konsep desain ini juga menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan kendaraan konvensional.

Robotaxi ini tidak menempatkan kursi penumpang pada baris pertama. Pengaturan tersebut memberikan ruang tambahan di bagian depan kabin. Dengan cara ini, penumpang dapat menikmati area interior yang lebih luas dan nyaman.

Selanjutnya, baris kedua menghadirkan dua kursi kapten yang menawarkan ruang kaki lebih dari setengah meter. Sementara itu, baris ketiga tetap menyediakan ruang kaki yang cukup bagi penumpang tambahan.

Kendaraan ini juga dilengkapi pintu geser dengan bukaan lebar. Lebar pintu mencapai sekitar 1.831 mm dengan tinggi sekitar 1.285 mm. Desain pintu ini memudahkan penumpang saat masuk maupun keluar kendaraan.

Sistem Sensor dan Teknologi Mengemudi Otonom

Robotaxi GXR memanfaatkan sistem mengemudi otonom Gen8 yang dikembangkan oleh WeRide. Sistem ini menghadirkan peningkatan kemampuan navigasi dan deteksi lingkungan secara signifikan.

Salah satu komponen utama sistem tersebut adalah penggunaan sensor LiDAR dengan teknologi seribu garis. Teknologi ini mampu meningkatkan resolusi titik awan hingga 17 kali lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

Selain itu, kendaraan ini memiliki jangkauan deteksi hingga sekitar 600 meter. Jarak deteksi yang lebih panjang memberikan keuntungan penting dalam sistem kendaraan otonom.

Dengan kemampuan tersebut, sistem dapat mengenali berbagai objek di sekitar jalan lebih cepat dan lebih akurat. Kendaraan juga memperoleh waktu reaksi yang lebih panjang saat menghadapi potensi hambatan.

Menurut pengembangnya, jangkauan deteksi yang luas dapat memberikan waktu reaksi hingga sekitar 70 persen lebih panjang dibandingkan solusi teknologi lain dalam industri kendaraan otonom.

Selain LiDAR, robotaxi ini juga menggunakan lebih dari 20 sensor yang bekerja secara bersamaan. Sensor-sensor tersebut terhubung dengan chip komputasi berperforma tinggi yang memiliki kemampuan pemrosesan hingga 2.000 TOPS.

Kapasitas komputasi tersebut memungkinkan sistem kecerdasan buatan memproses data lingkungan secara real-time. Dengan demikian, kendaraan dapat mengambil keputusan navigasi secara lebih cepat dan presisi.

Efisiensi Produksi melalui Teknologi Drive-by-Wire

Robotaxi GXR juga mengadopsi teknologi sasis drive-by-wire. Teknologi ini menggantikan berbagai sistem mekanis tradisional dengan kontrol elektronik yang lebih modern.

Pendekatan ini memberikan keuntungan signifikan dalam proses produksi kendaraan. Waktu perakitan kendaraan dapat berkurang secara drastis.

Proses perakitan yang sebelumnya memerlukan waktu sekitar satu jam kini hanya membutuhkan waktu kurang dari sepuluh menit. Efisiensi tersebut membantu produsen meningkatkan kapasitas produksi secara lebih efektif.

Selain itu, penggunaan teknologi ini juga membantu menurunkan biaya produksi kendaraan. Pengembang memperkirakan biaya kendaraan dapat berkurang hingga sekitar 15 persen.

Pengurangan biaya produksi menjadi faktor penting dalam industri kendaraan otonom. Harga kendaraan sering menjadi kendala utama dalam penerapan robotaxi secara luas. Oleh karena itu, inovasi teknologi produksi seperti ini memiliki peran penting dalam mempercepat adopsi kendaraan tanpa pengemudi.

Pengujian Global dan Ekspansi Layanan Robotaxi

WeRide merupakan perusahaan teknologi kendaraan otonom yang berdiri pada tahun 2017. Tony Han mendirikan perusahaan ini setelah sebelumnya bekerja pada unit pengembangan kendaraan otonom Baidu.

Sejak awal berdiri, perusahaan ini fokus mengembangkan teknologi kendaraan tanpa pengemudi untuk berbagai kebutuhan transportasi. Dalam proses pengembangannya, WeRide menjalin kerja sama dengan berbagai produsen kendaraan.

Selain Geely, perusahaan ini juga bekerja sama dengan beberapa produsen lain seperti Yutong Group. Kolaborasi tersebut memungkinkan integrasi teknologi otonom dengan berbagai platform kendaraan komersial.

Kendaraan otonom milik perusahaan ini telah menjalani pengujian di berbagai negara. Hingga saat ini, pengujian kendaraan telah berlangsung di sebelas negara di berbagai wilayah dunia.

Beberapa negara juga telah memberikan izin operasional bagi kendaraan tersebut. Negara-negara tersebut mencakup Tiongkok, Uni Emirat Arab, Singapura, Prancis, Swiss, Arab Saudi, Belgia, dan Amerika Serikat.

Robotaxi GXR sendiri telah memulai operasi komersial di beberapa wilayah seperti Tiongkok, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Pada awal tahun 2026, armada robotaxi milik WeRide telah mencapai lebih dari seribu kendaraan.

Kesimpulan

Kolaborasi antara WeRide dan Geely menunjukkan arah baru dalam perkembangan transportasi otonom. Robotaxi GXR menghadirkan kombinasi teknologi sensor canggih, desain kabin luas, serta sistem navigasi berbasis kecerdasan buatan.

Selain itu, penggunaan teknologi drive-by-wire juga membantu meningkatkan efisiensi produksi kendaraan sekaligus menurunkan biaya manufaktur. Faktor ini berperan penting dalam mempercepat penerapan robotaxi di masa depan.

Dengan rencana ekspansi armada hingga puluhan ribu kendaraan pada tahun 2030, robotaxi berpotensi menjadi bagian penting dari sistem mobilitas perkotaan. Perkembangan ini juga membuka peluang baru bagi transportasi yang lebih cerdas, efisien, dan berkelanjutan.