2 Pegolf – Putaran pertama Indonesia Women’s Open Presented by BTN 2026 berlangsung dengan penuh antusiasme pada Jumat (30/1/2026). Turnamen dengan total hadiah US$600,000 itu menghadirkan 120 pegolf dari berbagai negara, termasuk 29 peserta lokal, 13 pegolf profesional, dan 16 pegolf amatir. Meski cuaca sempat memunculkan kekhawatiran, para pegolf mampu menyelesaikan putaran dengan lancar melalui dua sesi tee off pada pagi dan siang hari.

Dua andalan Indonesia, Kristina Natalia Yoko dan Sania Talitha Wahyudi, berhasil menembus peringkat Top 10. Keduanya mencetak skor 68, empat pukulan di bawah par (4-under), dan menempati posisi T6 bersama sembilan pegolf lainnya di leaderboard putaran pertama.

Kristina Yoko Tunjukkan Konsistensi dan Fokus

Bagi Kristina Yoko, penampilan kali ini menunjukkan kemajuan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada Indonesia Women’s Open 2025, Yoko mencetak 69, tiga pukulan di bawah par. Kali ini, Yoko berhasil meningkatkan performanya dengan skor 68. Ia mencetak tujuh birdie dan hanya tiga bogey, yang muncul akibat beberapa kesalahan kecil di awal hole.

“Awal-awal hole membuat saya agak nervous, apalagi bermain di tanah sendiri dengan banyak ekspektasi. Namun, saya fokus shot by shot saja. Saya berusaha tidak memikirkan birdie atau par, hanya mengeksekusi setiap pukulan dengan maksimal,” jelas Yoko. Ia menambahkan, koordinasi dengan caddy sangat membantu untuk menjaga ketelitian di hole-hole berikutnya. Strategi ini terbukti efektif, sehingga ia mampu memperbaiki performanya dan menutup putaran dengan skor solid.

Indonesia Women's Open

Foto: Dok. Indonesia Women’s Open

Sania Wahyudi Bangkit dari Bogey Awal

Sania Talitha Wahyudi memulai putaran pertamanya dengan bogey pada hole pertama akibat posisi bola yang sulit di rough. Meski begitu, ia berhasil bangkit dan menyelesaikan putaran dengan lima birdie.

“Saya melakukan first shot yang salah, jadi bola jatuh ke rough dan menyulitkan untuk langsung menyerang green. Namun setelah itu, saya bisa comeback dan mendapatkan tiga birdie berturut-turut,” kata Sania. Ia menambahkan bahwa strategi yang diterapkan hari ini mengikuti hasil practice round. Familiaritas dengan lapangan BSD Course memberikan keuntungan untuk penempatan bola dan short game yang lebih baik.

Dominasi Pegolf Internasional

Pemuncak leaderboard putaran pertama adalah Hwang Yeonseo dari Korea. Pegolf profesional berusia 22 tahun ini mencetak skor 65, tujuh pukulan di bawah par, berkat tujuh birdie tanpa bogey. Permainan konsisten dan akurasi pukulan iron membuat Yeonseo unggul satu pukulan atas Dottie Ardina dari Filipina. Ardina menutup putaran pertama dengan skor 66, hasil tujuh birdie dan satu bogey, sehingga menempati posisi kedua.

Lapangan BSD Course memberikan tantangan unik, terutama pada green yang kecil dan fairway yang cukup lebar. Setiap hole menuntut strategi spesifik, sehingga pegolf perlu menyesuaikan teknik bermain agar bisa memaksimalkan peluang birdie.

Signifikansi Turnamen Indonesia Women’s Open 2026

Indonesia Women’s Open Presented by BTN 2026 menjadi pembuka Asia-Pacific Circuit (APAC Circuit) series tahun ini. Turnamen ini menampilkan pegolf elit dari KLPGA Dream Tour dan peserta dari lebih dari 12 negara Asia-Pasifik, termasuk Indonesia. Kejuaraan ini juga menjadi wadah penting untuk mengukur kualitas pegolf lokal terhadap kompetisi internasional.

Dua pegolf andalan Indonesia yang menembus Top 10 hari pertama menunjukkan bahwa kemampuan mereka mulai sebanding dengan pegolf profesional dari luar negeri. Strategi fokus pada short game, koordinasi caddy, dan pengalaman bermain di lapangan yang sama terbukti meningkatkan performa.

Indonesia Women’s Open kali ini juga menegaskan pentingnya pengalaman bermain di turnamen internasional bagi pegolf muda dan amatir. Selain itu, turnamen ini memberi peluang bagi para pegolf untuk mengembangkan mental bertanding, memperbaiki teknik, dan meningkatkan peringkat di kancah internasional.