Kebakaran Lahan Di Indramayu menghanguskan sekitar 3,5 hektare area di Blok Sukatani II, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kamis (13/8/2026) siang. Api bergerak cepat karena lahan tersebut dipenuhi rumput dan ilalang kering selama musim kemarau.
Angin kencang turut mempercepat penyebaran kobaran api ke sejumlah titik. Pada awal kejadian, api hanya membakar lahan seluas beberapa meter persegi. Namun, kondisi vegetasi yang kering membuat api dengan mudah menjalar dan memperluas area kebakaran.
Peristiwa tersebut juga sempat mengancam greenhouse yang warga gunakan untuk membudidayakan tanaman melon. Beruntung, petugas bersama warga mampu mencegah api menghancurkan fasilitas tersebut.
Dugaan Kebakaran Berawal dari Pembakaran Ilalang
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Dinas Satpol PP dan Damkar Kabupaten Indramayu, Jajat Wibisono, menyebut aktivitas pembakaran ilalang sebagai dugaan awal penyebab kebakaran.
Menurut Jajat, seseorang yang tidak bertanggung jawab diduga membakar rumput liar di sekitar lokasi. Api kemudian menjalar setelah bertemu ilalang kering dan mendapat dorongan angin.
Kondisi musim kemarau membuat rumput di lahan terbuka lebih mudah terbakar. Karena itu, api dapat menyebar dalam waktu singkat apabila masyarakat melakukan pembakaran tanpa pengawasan.
Situasi tersebut membuat kebakaran lahan di Indramayu berkembang cukup cepat. Selain menghanguskan area yang luas, api juga mendekati fasilitas budidaya melon milik warga.
Damkar Terima Laporan pada Siang Hari
Petugas pemadam kebakaran menerima informasi mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 13.22 WIB. Setelah mendapatkan laporan, petugas segera mengirim satu unit armada pemadam menuju lokasi.
Setibanya di Blok Sukatani II, tim pemadam langsung menentukan area yang perlu mereka amankan terlebih dahulu. Petugas berusaha membatasi pergerakan api agar kobaran tidak mencapai lahan lain maupun bangunan di sekitar lokasi.
Angin kencang menjadi salah satu tantangan utama selama proses penanganan. Hembusan angin membuat api berpindah dengan cepat melalui ilalang yang telah mengering.
Meski menghadapi kondisi tersebut, petugas terus melakukan pemadaman sekaligus membatasi jalur api. Aparat pemerintah desa dan masyarakat setempat juga ikut membantu proses penanganan kebakaran.
Kerja sama antara petugas dan warga membantu mempercepat upaya pengendalian api. Tim pemadam akhirnya mampu menguasai seluruh titik kebakaran sekitar pukul 15.00 WIB.

Petugas Damkar saat berjibaku memadamkan api kebakaran lahan di di Blok Sukatani II, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis (13/8/2026).
Tidak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran
Kebakaran tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Petugas juga berhasil menekan kerugian material meskipun api sempat mendekati greenhouse melon milik warga.
Api hanya merusak bagian pagar plastik luar greenhouse. Sementara itu, struktur utama tempat budidaya melon tetap aman dari kobaran.
Keberhasilan petugas membatasi pergerakan api mencegah kerusakan yang lebih besar. Jika api terus bergerak mengikuti arah angin, kebakaran berpotensi menjangkau fasilitas pertanian maupun area lain di sekitarnya.
Meski tidak menimbulkan korban, kebakaran tetap menghanguskan lahan sekitar 3,5 hektare. Peristiwa tersebut sekaligus menunjukkan tingginya risiko kebakaran pada lahan terbuka selama musim kemarau.
Damkar Ingatkan Warga Tidak Membakar Rumput Sembarangan
Setelah menangani kebakaran, Damkar Indramayu kembali mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran secara sembarangan. Larangan tersebut terutama berlaku untuk pembakaran sampah, rumput, dan ilalang kering di area terbuka.
Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan saat cuaca panas dan kondisi lahan mulai mengering. Api kecil dapat berubah menjadi kebakaran besar apabila mengenai material yang mudah terbakar.
Selain itu, angin dapat membawa kobaran ke lokasi yang jauh dari titik awal. Situasi tersebut dapat mengancam lahan pertanian, fasilitas milik warga, hingga lingkungan permukiman.
Damkar meminta masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Warga juga perlu segera menghubungi petugas ketika menemukan api yang mulai sulit mereka kendalikan.
Kebakaran lahan di Indramayu ini menjadi pengingat mengenai bahaya pembakaran terbuka pada musim kemarau. Langkah pencegahan dari masyarakat memiliki peran penting untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus melindungi lingkungan dan aset warga.