Kelok 23 Yogyakarta tengah menarik perhatian setelah masyarakat mulai ramai membagikan pemandangan jalur baru tersebut melalui media sosial. Ruas jalan yang menghubungkan kawasan Bantul dan Gunungkidul ini menawarkan perjalanan melewati tanjakan serta tikungan dengan panorama Samudera Hindia yang terlihat dari ketinggian.
Pemerintah mulai membuka jalur tersebut untuk tahap uji coba pada Senin (14/9/2026). Selama masa uji coba, petugas hanya mengizinkan sepeda motor dan mobil melintasi ruas ini. Dua hari kemudian, Rabu (16/9/2026), aktivitas pengunjung terlihat semakin ramai, terutama menjelang sore.
Masyarakat kemudian mengenalnya dengan sebutan Kelok 23. Meski nama tersebut bukan nama resmi ruas jalan, karakter jalur yang memiliki banyak tikungan dan tanjakan membuat sebutan itu cepat populer.
Akses JJLS Kelok 23 dari Jalan Parangtritis
Pengendara dapat memasuki JJLS Kelok 23 Yogyakarta melalui Jalan Parangtritis. Akses menuju jalur baru tersebut berada setelah Jembatan Kretek dan sebelum kawasan Pantai Parangtritis.
Ruas ini menghubungkan Jalan Parangtritis dengan jalur Bantul-Girijati. Sebelum jalur baru hadir, masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kawasan tersebut harus melewati jalan di sekitar tepian Pantai Parangtritis.
Selain membuka konektivitas baru, kondisi jalan yang mulus membuat perjalanan terasa nyaman. Namun, pengendara tetap perlu meningkatkan kewaspadaan karena karakter jalan memiliki tikungan dan tanjakan.
Pada 16 September 2026, bagian ujung jalur masih menjalani proses perbaikan. Karena itu, pengguna jalan perlu memperhatikan kondisi di sekitar lokasi selama tahap uji coba berlangsung.
Rest Area Menawarkan Panorama Samudera Hindia
Daya tarik ruas baru ini tidak hanya berasal dari bentuk jalannya. Pengendara juga dapat menemukan rest area untuk beristirahat sekaligus memarkirkan kendaraan.
Dari kawasan tersebut, pengunjung dapat menikmati makanan dan minuman di warung sambil melihat bentang Samudera Hindia. Selain itu, gardu pandang memberikan sudut yang lebih leluasa untuk menikmati panorama laut dari kawasan perbukitan.
Keberadaan tempat istirahat menjadi penting karena pengendara tidak boleh berhenti sembarangan di sepanjang ruas jalan. Dengan demikian, pengunjung yang ingin menikmati pemandangan sebaiknya memanfaatkan area yang memang menyediakan ruang untuk berhenti.
Menjelang sore, jumlah wisatawan mulai meningkat. Sekitar pukul 16.00 WIB pada Rabu (16/9/2026), kawasan tersebut mulai ramai. Arus pengunjung kemudian terus bertambah ketika waktu matahari terbenam semakin dekat.
Sunset Jadi Daya Tarik JJLS Kelok 23 Yogyakarta
Panorama matahari terbenam menjadi salah satu alasan banyak orang mendatangi jalur ini pada sore hari. Posisi jalan yang menghadap ke arah Samudera Hindia memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk melihat matahari turun menuju garis cakrawala.
Sekitar pukul 17.00 WIB pada 16 September 2026, matahari tampak berada di atas cakrawala Samudera Hindia. Pemandangan tersebut membuat kawasan sekitar jalan ramai oleh wisatawan yang ingin menikmati suasana sore.
Sejumlah pedagang makanan dan minuman juga memanfaatkan lahan kosong di sekitar jalur. Mereka menempati area di luar bahu jalan, termasuk beberapa ruang kosong yang sebelumnya mendukung aktivitas pembangunan.
Kombinasi antara jalan berkelok, kawasan perbukitan, dan bentang laut membuat ruas ini cepat menarik perhatian masyarakat. Tak mengherankan jika foto maupun video dari lokasi tersebut kemudian ramai beredar di media sosial.

Panorama Sunset di Kelok 23 Yogyakarta.
Pengunjung Ramai, Bahu Jalan Ikut Dipadati Kendaraan
Popularitas JJLS Kelok 23 Yogyakarta juga memunculkan persoalan baru. Banyak pengunjung memilih menghentikan kendaraan di bahu jalan untuk menyaksikan matahari terbenam. Aktivitas tersebut membuat lalu lintas tersendat ketika jumlah wisatawan meningkat.
Petugas sebenarnya telah menetapkan aturan selama masa uji coba. Kasubdit Keamanan dan Keselamatan Ditlantas Polda DIY AKBP Widya Mustikaningrum menegaskan bahwa pengendara tidak boleh berhenti maupun memarkir kendaraan di sepanjang jalur tersebut. Aturan juga melarang aktivitas berjualan di sepanjang jalan nasional dan provinsi.
Karena itu, pengunjung yang ingin berhenti perlu menggunakan rest area. Fasilitas tersebut menyediakan tempat bagi kendaraan sekaligus memberi ruang bagi wisatawan untuk menikmati pemandangan dengan lebih aman.
Namun, kapasitas rest area pada saat kunjungan 16 September 2026 belum mampu menampung seluruh kendaraan yang datang. Akibatnya, sebagian wisatawan tetap menggunakan bahu jalan sebagai tempat parkir.
Jalur Baru yang Mulai Menjadi Perhatian Wisatawan
Kehadiran JJLS Kelok 23 memberikan pengalaman perjalanan baru di kawasan selatan Yogyakarta. Jalur ini bukan hanya menghubungkan Bantul dengan arah Gunungkidul, tetapi juga menyuguhkan panorama perbukitan dan Samudera Hindia sepanjang perjalanan.
Antusiasme masyarakat memperlihatkan besarnya perhatian terhadap ruas baru tersebut. Terlebih lagi, suasana sore dan panorama matahari terbenam membuat banyak wisatawan tertarik datang untuk melihat langsung pemandangan yang sebelumnya mereka temukan melalui media sosial.
Meski demikian, ramainya pengunjung perlu berjalan beriringan dengan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Pengendara sebaiknya tidak menghentikan atau memarkir kendaraan di bahu jalan, terutama pada bagian yang menanjak dan berkelok.
Dengan memanfaatkan rest area serta mengikuti ketentuan selama masa uji coba, masyarakat tetap dapat menikmati panorama JJLS Kelok 23 Yogyakarta tanpa mengganggu kelancaran perjalanan pengguna jalan lainnya.