Industri Kecantikan – Mengalami pergeseran signifikan karena pengaruh konsumen muda. Gen Z dan Gen Alpha kini memimpin tren pasar dengan perilaku belanja yang unik dan ekspektasi tinggi. Tahun ini, Gen Alpha muncul sebagai konsumen termuda, menyumbang tiga persen dari total pembeli. Kehadiran mereka memicu inovasi dan strategi baru dari merek-merek kecantikan.
Gen Z Jadi Penggerak Utama Pasar
Gen Z menunjukkan frekuensi pembelian yang tinggi, dengan nilai keranjang belanja Rp 230 ribu, sedikit lebih rendah dibanding milenial sebesar Rp 280 ribu. Generasi ini berbelanja aktif baik secara online maupun offline. Merek-merek pun harus terus menyempurnakan pengalaman belanja di toko maupun platform digital untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Meskipun sebagian besar Gen Z berusia 20-an, mereka sudah berinvestasi dalam perawatan pra-peremajaan. Mereka mencari produk premium dan canggih, terutama perawatan anti-aging. Data menunjukkan 39 persen Gen Z membeli produk untuk mengatasi kerutan dan 19 persen untuk garis halus. Sebagai perbandingan, milenial hanya 17 persen dan 1 persen pada kategori yang sama.
Selain itu, tren skincare lainnya menyoroti preferensi generasi muda:
-
Kulit berminyak: Gen Z 13% vs Milenial 9%
-
Alergi: Gen Z 9% vs Milenial 1%
-
Kulit sensitif: Gen Z 9% vs Milenial 7%
Perbedaan ini menegaskan bahwa Gen Z mendorong tren kecantikan menuju inovasi dan personalisasi produk.

Sociolla 11th Anniversary Bazaar menghadirkan lebih dari 50 brand makeup dan skincare selama berlangsung di The Laguna Atrium, Central Park Mall, Jakarta, 25 Februari─1 Maret 2026.
Tweakment: Perawatan Kulit Modern di Rumah
Tweakment menjadi tren utama karena generasi muda mencari hasil perawatan kulit yang maksimal. Mereka mengadopsi bahan, alat, dan prosedur yang terinspirasi dari klinik kecantikan, namun bisa digunakan di rumah.
Bahan aktif seperti PDRN, spikula, dan eksosom kini banyak hadir di pasaran. Konsumen mengutamakan edukasi yang jelas untuk memahami manfaat dan efektivitas produk. Generasi muda menilai keberhasilan perawatan berdasarkan bukti nyata dan pengalaman yang dapat mereka rasakan sendiri.
Suplemen Kecantikan: Kombinasi Topikal dan Nutrisi
Selain tweakment, suplemen kecantikan mencuri perhatian. Konsumen ingin menggabungkan produk topikal dan nutrisi untuk hasil optimal. Mereka semakin sadar bahwa perawatan kulit dan rambut memerlukan pendekatan menyeluruh.
Merek yang efektif memberikan edukasi tentang bahan dan manfaat suplemen tanpa klaim berlebihan, sehingga konsumen dapat membuat pilihan cerdas dan sesuai kebutuhan.
Fokus pada Perawatan Rambut dan Kulit Kepala
Perhatian terhadap kesehatan rambut dan kulit kepala meningkat. Konsumen mencari solusi untuk rambut menua, ketombe, hingga kulit kepala sensitif. Merek kecantikan menyesuaikan produk agar menjawab kebutuhan ini, menunjukkan tren kesehatan rambut sebagai bagian dari perawatan holistik, bukan sekadar estetika.
Gen Alpha: Konsumen Muda dengan Ekspektasi Tinggi
Generasi Alpha, lahir antara 2011-2024, mulai memasuki usia remaja. Merek-merek kecantikan kini menyiapkan produk khusus untuk membangun kebiasaan perawatan pribadi sejak dini. Gen Alpha sangat dipengaruhi media sosial dan sering memiliki standar kulit sempurna yang tinggi.
Mereka mulai menggunakan produk kecantikan sejak usia delapan tahun, lebih awal dibanding Gen Z yang mulai pada usia 13 tahun dan milenial pada usia 16 tahun. Merek perlu mengedukasi Gen Alpha agar menggunakan produk dasar dan bahan aktif sesuai usia, membangun kebiasaan sehat sejak awal.
Kesimpulan: Generasi Muda Menentukan Tren
Gen Z memimpin pertumbuhan pasar dengan preferensi anti-aging dan skincare canggih, sementara Gen Alpha menuntut edukasi dan produk yang tepat untuk usia mereka. Tren tweakment, suplemen kecantikan, serta perawatan rambut dan kulit kepala menunjukkan bahwa generasi muda mendorong inovasi, personalisasi, dan pendekatan holistik. Merek yang mampu menyesuaikan strategi, edukasi, dan produk dengan kebutuhan generasi muda akan memimpin industri kecantikan di masa depan.