Pemerintah – Mendorong penguatan ekonomi berbasis masyarakat dengan menempatkan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi baru. Strategi ini menekankan pemerataan pembangunan ekonomi agar tidak hanya terpusat di kota besar, tetapi juga berkembang di desa, kecamatan, hingga wilayah perbatasan.

Pendekatan berbasis kawasan menjadi fokus utama karena pemerintah melihat potensi besar dari pergerakan ekonomi lokal yang tumbuh secara organik di berbagai daerah. Dengan penguatan ini, masyarakat memiliki peluang lebih luas untuk membangun usaha, meningkatkan pendapatan, dan keluar dari kondisi kemiskinan ekstrem.

Sinergi Tiga Kementerian Dorong Akselerasi Program Ekonomi Masyarakat

Pemerintah menguatkan kolaborasi antara Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian UMKM, dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Ketiga lembaga ini menyatukan langkah untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan melalui pengembangan usaha produktif berbasis kreativitas dan kewirausahaan.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa pemerintah terus membuka ruang bagi pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah. Ia menyampaikan bahwa wirausaha kreatif dari kelompok masyarakat berpenghasilan rendah perlu mendapatkan akses pembinaan agar mampu naik kelas dan memperluas jangkauan pasar.

Riefky juga menyoroti pertumbuhan pesat pelaku ekonomi kreatif di berbagai wilayah Indonesia. Ia menilai kreativitas masyarakat tidak hanya muncul di kota besar, tetapi juga berkembang kuat di desa-desa. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi ekonomi kreatif tersebar merata di seluruh Indonesia.

Desa Kreatif Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Baru

Kementerian Ekonomi Kreatif terus mengembangkan konsep desa kreatif sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. Program ini mendorong masyarakat desa untuk mengoptimalkan sumber daya, budaya, dan keterampilan lokal menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

Pemerintah daerah ikut berperan aktif dalam pengembangan ekosistem ini. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan komunitas kreatif mempercepat lahirnya pusat-pusat ekonomi baru yang mampu menggerakkan perekonomian wilayah.

Model ini juga selaras dengan arah kebijakan nasional yang menargetkan pemerataan pertumbuhan ekonomi dari daerah, bukan hanya bertumpu pada kota besar. Dengan strategi tersebut, sektor ekonomi kreatif berkembang menjadi salah satu pilar penting pembangunan ekonomi nasional.

Menteri Ekonomi

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya (kanan) bersama Menteri UMKM Maman Abdurrahman (kiria0 dan Menko PM Muhaimin Iskandar dalam rapat tingkat menteri di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).

UMKM Jadi Instrumen Utama Pengentasan Kemiskinan

Kementerian UMKM menempatkan sektor usaha kecil sebagai ujung tombak pengentasan kemiskinan. Pemerintah memperluas akses permodalan, pelatihan, serta pendampingan usaha agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman menilai kolaborasi lintas kementerian memperkuat efektivitas program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ia menekankan bahwa penguatan UMKM tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga membangun kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

Dengan integrasi kebijakan yang lebih solid, pemerintah mempercepat pertumbuhan usaha kecil di berbagai sektor, mulai dari kuliner, kerajinan, fesyen, hingga industri berbasis digital.

Kementerian Koordinator Dorong Perluasan Akses Kerja

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menyampaikan optimisme terhadap dampak kolaborasi ini. Ia melihat sinergi antar kementerian membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat di berbagai daerah.

Ia menekankan bahwa perluasan kesempatan kerja muncul seiring tumbuhnya aktivitas UMKM dan ekonomi kreatif yang semakin aktif di berbagai wilayah. Pemerintah terus mengarahkan program agar manfaat ekonomi dapat langsung dirasakan oleh masyarakat bawah.

Blok M Jadi Contoh Ekosistem Ekonomi Berbasis Kawasan

Pemerintah menggelar rapat koordinasi di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, untuk meninjau langsung implementasi ekonomi berbasis kawasan. Lokasi ini menunjukkan bagaimana aktivitas ekonomi kreatif tumbuh cepat melalui interaksi antara pelaku usaha, ruang publik, dan dukungan infrastruktur.

Kawasan Blok M mencatat rata-rata sekitar 80.000 pengunjung per hari dengan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp5 miliar. Aktivitas tersebut menunjukkan potensi besar ekonomi lokal yang tumbuh dari integrasi berbagai sektor usaha.

Pemerintah menilai model seperti Blok M dapat di terapkan di berbagai daerah lain. Replikasi konsep ini di harapkan mampu memperluas pusat-pusat ekonomi baru yang mendorong pertumbuhan inklusif.

Penutup: Arah Baru Ekonomi Inklusif Berbasis Kreativitas

Pemerintah memperkuat arah pembangunan ekonomi dengan menempatkan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai fondasi utama. Kolaborasi lintas kementerian mempercepat upaya pengentasan kemiskinan ekstrem melalui pendekatan produktif berbasis masyarakat.

Dengan pengembangan desa kreatif, penguatan UMKM, dan perluasan ekonomi berbasis kawasan, Indonesia bergerak menuju model ekonomi yang lebih inklusif, merata, dan berkelanjutan.