Menteri Pendidikan – Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan bahwa kehadiran 150 alumni LPDP melalui program Alumni Pejuang Digital di wilayah 3T tidak bertujuan menggantikan guru. Sebaliknya, alumni berperan sebagai mitra belajar yang membantu menghadirkan pengalaman belajar lebih interaktif dan bermakna bagi murid.
“Para peserta hadir untuk menjadi teman belajar digital serta mitra inovasi, bukan pengganti guru. Mereka mendukung guru agar pembelajaran lebih menarik dan relevan bagi siswa,” ujar Mu’ti di Jakarta pada Sabtu.
Alumni LPDP: Putra-Putri Terbaik yang Kembali Mengabdi
Mendikdasmen juga menekankan bahwa alumni LPDP yang terlibat dalam program ini merupakan putra-putri terbaik bangsa. Mereka memilih untuk kembali ke tanah air dan mengabdi setelah menempuh pendidikan di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri. Kehadiran mereka di sekolah di harapkan dapat membawa perspektif global sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran di tingkat dasar.
Selain itu, program ini menawarkan kesempatan bagi alumni untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan digital yang di peroleh selama studi, sekaligus membangun budaya teknologi di lingkungan sekolah.
Empat Fokus Utama Program Alumni Pejuang Digital
Program Alumni Pejuang Digital dirancang dengan empat fokus utama. Pertama, program ini mendorong pembiasaan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Kedua, program memperkuat kompetensi guru melalui praktik pembelajaran interaktif yang lebih kreatif. Ketiga, program berupaya menumbuhkan budaya digital di sekolah, termasuk cara menggunakan teknologi secara etis dan efektif. Keempat, program menyusun strategi digitalisasi yang berkelanjutan agar implementasi teknologi tetap optimal meski program selesai.
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, para alumni mengikuti pelatihan intensif sebelum di tempatkan di sekolah. Pelatihan ini mencakup penguasaan pedagogi modern, pengoperasian perangkat digital, kurasi konten pembelajaran, hingga praktik mengajar atau micro teaching. Dengan begitu, mereka dapat langsung memberikan kontribusi nyata saat berada di kelas.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti melepas 150 alumni LPDP untuk bertugas mempercepat transformasi digital di sekolah dasar di wilayah 3T melalui Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital, Jakarta, Sabtu (4/4/2026)
Penempatan Alumni di Sekolah untuk Pendampingan Optimal
Setiap alumni LPDP akan di tempatkan di satu sekolah agar pendampingan berlangsung lebih optimal. Penempatan ini memastikan setiap guru dan siswa menerima perhatian langsung, sehingga penggunaan teknologi benar-benar efektif. Program ini juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar perangkat teknologi tidak hanya digunakan sebagai alat, tetapi menjadi bagian dari proses belajar mengajar yang menyenangkan dan produktif.
Menurut Mu’ti, perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) menjadi pintu masuk penting dalam transformasi pembelajaran. Melalui IFP, guru dapat menghadirkan materi pelajaran dalam bentuk video, gim edukatif, dan konten interaktif yang mendukung peningkatan literasi dan numerasi siswa. Meski distribusi perangkat sudah di lakukan ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia, pendampingan tetap menjadi faktor kunci agar teknologi digunakan secara optimal di kelas.
Program 12 Minggu di Sekolah 3T
Para alumni LPDP akan bertugas selama 12 minggu di 150 sekolah dasar yang berada di empat kabupaten daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), yaitu Merauke (Papua Selatan), Halmahera Utara (Maluku Utara), Kupang (Nusa Tenggara Timur), dan Sumedang (Jawa Barat). Selama periode ini, mereka membantu guru dalam mengintegrasikan teknologi digital ke dalam proses belajar mengajar, sekaligus memberikan dukungan praktis bagi murid.
Program ini menjadi bagian dari strategi percepatan pemanfaatan IFP yang telah di distribusikan ke seluruh sekolah di Indonesia. Dengan pendampingan langsung oleh alumni, sekolah dapat memaksimalkan potensi perangkat digital untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, program ini juga mendorong terciptanya inovasi pengajaran yang lebih menarik dan relevan sesuai kebutuhan murid.
Dampak Positif bagi Sekolah dan Murid
Kehadiran alumni LPDP di sekolah tidak hanya meningkatkan kemampuan guru dalam menggunakan teknologi, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar siswa. Murid mendapatkan kesempatan untuk belajar melalui media digital yang interaktif, sementara guru memperoleh dukungan praktis untuk mengimplementasikan metode pengajaran modern. Program ini menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, di mana siswa lebih termotivasi dan guru lebih terbantu dalam menyampaikan materi.
Dengan fokus pada kolaborasi, inovasi, dan teknologi, program Alumni Pejuang Digital menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran tidak hanya bergantung pada perangkat, tetapi juga pada manusia yang mengoperasikannya dengan baik. Pendekatan ini memungkinkan pendidikan di daerah 3T semakin inklusif, modern, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.