Banyak Orang – Masih mempercayai mitos bahwa permen karet yang tertelan dapat bertahan di dalam lambung selama bertahun-tahun atau menimbulkan gangguan serius pada sistem pencernaan. Namun, pandangan medis modern menunjukkan bahwa anggapan tersebut tidak sesuai dengan fakta ilmiah. Sejumlah ahli gastroenterologi menegaskan bahwa tubuh manusia tidak menyimpan permen karet dalam jangka panjang, sehingga kekhawatiran tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.
Penjelasan Dokter Gastroenterologi tentang Proses Pencernaan
Dokter spesialis gastroenterologi, Dr. Vishal Seth dari Apollo Spectra Hospital di India, menjelaskan bahwa permen karet tidak menetap di dalam lambung dalam waktu lama. Ia menekankan bahwa masyarakat tidak perlu merasa cemas berlebihan jika tidak sengaja menelan permen karet saat mengunyah.
Menurut penjelasan medisnya, sistem pencernaan manusia tidak mampu memecah struktur permen karet secara sempurna karena bahan dasarnya tidak seperti makanan biasa. Meskipun demikian, tubuh tetap menggerakkan permen karet melalui saluran pencernaan dengan mekanisme alami yang sama seperti makanan lainnya.
Perjalanan Permen Karet di Dalam Tubuh
Setelah seseorang menelan permen karet, benda tersebut masuk ke lambung bersama makanan lain. Lambung kemudian mendorongnya ke usus halus tanpa proses pencernaan kimia yang signifikan. Sistem pencernaan hanya memproses bagian makanan yang dapat diurai, sementara permen karet bergerak secara pasif mengikuti aliran usus.
Selama proses tersebut, tubuh tidak menyerap permen karet sebagai nutrisi. Sistem pencernaan hanya memindahkannya hingga mencapai tahap akhir di usus besar. Dari sana, tubuh mengeluarkan sisa tersebut melalui proses buang air besar dalam beberapa hari.
Dr. Seth menyampaikan bahwa waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mengeluarkan permen karet biasanya berkisar antara empat hingga lima hari. Rentang waktu tersebut sejalan dengan proses normal pencernaan makanan pada umumnya.

Pemain Cincinnati Reds Eugenio Suarez meniup permen karet di lapangan Nationals Park, Washington, Amerika Serikat, Rabu (26/5/2021).
Klarifikasi Mitos Kesehatan tentang Permen Karet
Banyak orang masih mengaitkan permen karet dengan berbagai risiko kesehatan, seperti penumpukan di lambung, gangguan pencernaan, hingga penyumbatan usus. Namun, penjelasan medis menunjukkan bahwa kondisi tersebut hampir tidak pernah terjadi pada individu sehat dengan sistem pencernaan normal.
Dr. Seth menegaskan bahwa permen karet tidak menempel pada dinding lambung maupun usus. Struktur saluran pencernaan yang terus bergerak mencegah benda asing menempel dalam jangka panjang. Selain itu, lapisan lendir di saluran pencernaan juga membantu mencegah terjadinya adhesi atau penempelan benda asing.
Ia juga menjelaskan bahwa permen karet tidak memicu gejala seperti sakit perut, mual, muntah, rasa berat di perut, atau sembelit dalam kondisi normal. Reaksi tubuh terhadap permen karet yang tertelan umumnya sangat minimal karena sistem pencernaan hanya memperlakukannya sebagai benda inert.
Perspektif Ilmiah tentang Bahan Permen Karet
Permen karet terdiri dari bahan dasar gum base yang bersifat tidak larut dalam air dan tidak mudah diurai oleh enzim pencernaan manusia. Selain itu, permen karet juga mengandung pemanis, perisa, dan bahan tambahan lain yang sebagian dapat larut, tetapi struktur utamanya tetap tidak berubah.
Karena sifatnya tersebut, tubuh tidak menyerap permen karet sebagai sumber energi. Namun, hal ini tidak berarti permen karet akan menetap di dalam tubuh. Sistem pencernaan tetap mengeluarkannya secara alami melalui mekanisme ekskresi normal.
Implikasi bagi Edukasi Kesehatan Masyarakat
Kesalahpahaman tentang permen karet menunjukkan pentingnya edukasi kesehatan berbasis bukti ilmiah. Informasi yang tidak akurat dapat menimbulkan ketakutan yang tidak perlu, terutama di kalangan anak-anak dan orang tua. Penjelasan dari tenaga medis membantu masyarakat memahami cara kerja sistem pencernaan secara lebih benar.
Dengan pemahaman yang tepat, masyarakat dapat mengurangi kecemasan yang tidak berdasar terkait kebiasaan mengunyah atau tanpa sengaja menelan permen karet. Edukasi semacam ini juga membantu meningkatkan literasi kesehatan secara umum.
Kesimpulan
Penjelasan medis dari ahli gastroenterologi menunjukkan bahwa permen karet tidak akan menetap di dalam tubuh dalam jangka panjang. Sistem pencernaan manusia tetap mengeluarkan benda tersebut dalam waktu beberapa hari tanpa menimbulkan gangguan serius pada kondisi normal.
Fakta ini membantah mitos lama yang menyebutkan bahwa permen karet dapat bertahan di lambung selama bertahun-tahun. Dengan pemahaman ilmiah yang tepat, masyarakat dapat lebih tenang dan tidak lagi mempercayai informasi yang tidak sesuai dengan bukti medis.