Aturan Makanan Sekolah Di Inggris akan mengalami perubahan besar setelah pemerintah menyiapkan standar baru untuk memperbaiki kualitas gizi makanan yang anak-anak konsumsi selama berada di sekolah. Pemerintah antara lain ingin menghilangkan makanan yang digoreng menggunakan banyak minyak serta memperketat penyajian makanan dan minuman berkadar gula tinggi.

Departemen Pendidikan Inggris (DfE) menilai pembaruan standar tersebut dapat memberikan akses terhadap makanan yang lebih sehat dan bergizi kepada jutaan anak setiap hari. Pemerintah juga ingin menjadikan menu sekolah sebagai salah satu pendukung konsentrasi, proses belajar, pertumbuhan, dan perkembangan anak.

Menteri Pendidikan Inggris Bridget Phillipson menyebut rencana tersebut sebagai perombakan terbesar terhadap makanan sekolah dalam satu generasi. Menurutnya, setiap anak berhak memperoleh makanan bergizi dan lezat yang dapat menyediakan energi selama menjalani aktivitas belajar.

Inggris Ingin Hilangkan Gorengan dari Menu Sekolah

Salah satu perubahan utama menyangkut makanan yang menggunakan banyak minyak dalam proses penggorengan. Melalui proposal terbaru, pemerintah ingin sekolah menghapus jenis makanan tersebut dari menu.

Selain itu, pemerintah akan memperketat penyajian produk yang mengandung gula tinggi. Sekolah nantinya perlu mengutamakan pilihan yang memiliki kandungan gizi lebih baik dalam menyusun menu makan siang maupun camilan.

Buah akan lebih sering hadir sebagai alternatif untuk menggantikan camilan tinggi gula. Pada saat yang sama, pemerintah mendorong sekolah menyediakan lebih banyak sayuran serta makanan berbahan biji-bijian utuh.

Pemerintah juga ingin membatasi frekuensi penyajian sejumlah makanan siap saji yang dinilai kurang sehat. Karena itu, sekolah tidak dapat menjadikan makanan seperti pizza dan sausage roll sebagai sajian harian.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya memperhatikan jumlah makanan yang anak konsumsi. Pemerintah juga menempatkan komposisi gizi sebagai pertimbangan utama dalam penyusunan menu sekolah.

Dessert Tinggi Gula Hanya Sekali dalam Seminggu

Pemerintah Inggris turut memberi perhatian khusus terhadap makanan penutup. Berdasarkan rencana tersebut, sekolah hanya dapat menyajikan dessert dengan kadar gula tinggi satu kali setiap minggu.

Pembatasan itu bertujuan menekan konsumsi gula sekaligus mendorong anak memperoleh lebih banyak serat dan zat gizi dari menu harian mereka.

Menteri Pendidikan Anak Usia Dini Inggris Olivia Bailey menjelaskan bahwa pemerintah ingin menurunkan kandungan gula, meningkatkan asupan serat, dan menghilangkan sejumlah pilihan makanan yang sangat tidak sehat dari lingkungan sekolah.

Dengan demikian, sekolah perlu menyesuaikan komposisi makanan agar buah, sayuran, serta bahan pangan berbasis biji-bijian utuh mendapatkan porsi yang lebih besar.

Selain mengubah menu, pemerintah meminta sekolah menampilkan daftar makanan mereka melalui internet. Langkah tersebut akan memberi kesempatan kepada orang tua untuk mengetahui menu yang sekolah berikan kepada anak setiap hari.

Aturan makanan sekolah di Inggris

Ilustrasi Beberapa menu makan siang anak sekolah dari berbagai negara.

Biaya Penerapan Standar Baru Jadi Perhatian

Rencana memperketat standar makanan sekolah turut memunculkan pembahasan mengenai anggaran. Asosiasi Pemimpin Sekolah dan Perguruan Tinggi mendukung upaya meningkatkan mutu makanan bagi siswa. Namun, organisasi tersebut menilai sekolah membutuhkan tambahan pendanaan agar mampu menerapkan ketentuan baru dengan baik.

Partai Liberal Demokrat juga menyoroti persoalan biaya. Mereka meminta pemerintah menyesuaikan pendanaan program makanan sekolah dengan kenaikan pengeluaran.

Sementara itu, Reform UK menyampaikan kritik dan menganggap kebijakan tersebut membuat pemerintah terlalu jauh mencampuri kehidupan masyarakat. Sebaliknya, Partai Hijau mendukung langkah pemerintah untuk menyingkirkan makanan yang kurang sehat dari menu sekolah.

Olivia Bailey berpendapat bahwa penyediaan makanan yang lebih sehat tidak harus selalu meningkatkan pengeluaran sekolah. Pemerintah juga berencana menjalankan sejumlah perubahan secara bertahap agar sekolah memiliki waktu untuk melakukan penyesuaian.

Aturan Menjangkau Sekolah Dasar dan Menengah

Pemerintah merancang standar makanan terbaru untuk sekolah dasar dan sekolah menengah di Inggris. Khusus jenjang menengah, pemerintah akan menerapkan beberapa ketentuan secara bertahap.

Masa transisi tersebut memberi kesempatan kepada sekolah untuk menyusun resep baru, menata kembali daftar menu, dan memberikan pelatihan kepada staf yang menangani penyediaan makanan.

Pemerintah juga membuka konsultasi publik selama sembilan minggu terkait proposal perubahan standar tersebut. Setelah menyelesaikan tahapan konsultasi, pemerintah menargetkan pengumuman standar final pada September 2026.

Selanjutnya, aturan tersebut dijadwalkan mulai berlaku pada September 2027.

Pemerintah Akan Memperkuat Pengawasan Sekolah

Tidak hanya memperbarui ketentuan menu, pemerintah Inggris ingin memperkuat mekanisme pengawasan dan penegakan aturan. Pemerintah akan memantau kepatuhan sekolah terhadap standar baru agar ketentuan makanan sehat benar-benar masuk ke dalam praktik sehari-hari.

Rencana tersebut menjadi pembaruan penting setelah Inggris memperkenalkan standar makanan sekolah sebelumnya pada 2015. Ketentuan lama sudah mendorong penyediaan buah dan sayuran, membatasi gula dalam minuman, serta meningkatkan penggunaan bahan berbasis biji-bijian utuh sebagai alternatif karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta.

Melalui pembaruan kali ini, pemerintah ingin memperluas upaya tersebut dengan aturan yang lebih ketat terhadap gorengan dan makanan tinggi gula.

Pada akhirnya, aturan makanan sekolah di Inggris tidak hanya mengatur apa yang tersaji saat jam makan siang. Pemerintah ingin memanfaatkan makanan sekolah sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda.