Kuliner Tradisional – Terus memegang peran penting dalam menjaga identitas budaya daerah. Salah satu contohnya hadir melalui Ayam Panggang Bu Setu yang konsisten mempertahankan cita rasa khas sejak puluhan tahun lalu. Tempat makan ini tidak hanya menawarkan hidangan lezat, tetapi juga menghadirkan pengalaman kuliner autentik yang sulit tergantikan.

Sejak awal berdiri pada era 1990-an, usaha ini berkembang dari skala kecil hingga menjadi destinasi favorit para pemudik yang melintas di wilayah Magetan. Pada masa awal, pendiri usaha memulai penjualan dengan cara berkeliling. Kemudian, mereka memanfaatkan promosi dari mulut ke mulut untuk memperluas jangkauan pelanggan. Strategi sederhana tersebut justru membangun fondasi kuat bagi perkembangan bisnis hingga saat ini.

Konsistensi Proses Tradisional sebagai Kunci Keunggulan

Seiring berjalannya waktu, banyak pelaku usaha kuliner beralih ke metode modern. Namun, Ayam Panggang Bu Setu tetap mempertahankan teknik memasak tradisional. Pengelola generasi kedua, Subiyanto, menegaskan bahwa proses memasak menggunakan kayu bakar menjadi identitas utama usaha ini.

Penggunaan kayu keras seperti mahoni dan jati memberikan aroma asap yang khas sekaligus memastikan tingkat kematangan ayam yang merata. Selain itu, metode ini juga menjaga tekstur daging tetap empuk dan juicy. Oleh karena itu, pelanggan terus kembali karena mereka merasakan kualitas rasa yang konsisten dari waktu ke waktu.

Lebih lanjut, keputusan untuk tidak beralih ke kompor gas menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga keaslian rasa. Di tengah perkembangan teknologi kuliner, langkah ini justru memperkuat diferensiasi produk di pasar yang semakin kompetitif.

Menu Andalan yang Menggugah Selera

Dalam hal variasi menu, Ayam Panggang Bu Setu menawarkan sejumlah pilihan yang menarik. Salah satu menu yang paling banyak diminati yaitu ayam panggang dengan bumbu rujak. Hidangan ini menghadirkan perpaduan rasa pedas, manis, dan gurih yang meresap hingga ke dalam serat daging ayam kampung.

Kombinasi bumbu yang seimbang membuat menu ini cocok untuk dinikmati bersama keluarga. Selain itu, tekstur ayam yang empuk semakin menambah kepuasan saat menyantapnya. Oleh sebab itu, menu ini selalu menjadi pilihan utama bagi pelanggan, terutama saat musim liburan.

Panggang

Kisah Ayam Panggang Bu Setu, kuliner favorit di Magetan yang sukses kembangkan usaha berkat pemberdayaan BRI.

Lonjakan Permintaan Saat Musim Mudik

Setiap tahun, momentum mudik Lebaran memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan jumlah pelanggan. Para pemudik yang melewati Magetan kerap menyempatkan diri untuk singgah dan menikmati hidangan khas ini. Kondisi tersebut menciptakan lonjakan permintaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan hari biasa.

Selain itu, banyak pelanggan menjadikan Ayam Panggang Bu Setu sebagai destinasi wajib ketika pulang kampung. Tradisi ini terus berlanjut dari generasi ke generasi, sehingga memperkuat posisi usaha sebagai ikon kuliner daerah.

Peran Dukungan Perbankan dalam Pengembangan Usaha

Perkembangan usaha Ayam Panggang Bu Setu tidak terlepas dari dukungan sektor perbankan. Sejak awal, keluarga pendiri telah menjalin kemitraan dengan Bank Rakyat Indonesia atau BRI. Pada tahun 1992, mereka memperoleh akses permodalan awal yang membantu memperbaiki sistem operasional usaha.

Sebelum mendapatkan pembiayaan, pelaku usaha harus membeli bahan baku dengan sistem utang dari tengkulak. Kondisi tersebut menyebabkan harga beli menjadi lebih tinggi. Namun, setelah memperoleh pinjaman, mereka dapat membeli bahan baku secara tunai sehingga biaya produksi menjadi lebih efisien.

Seiring waktu, akses pembiayaan terus berkembang. Selain itu, pelaku usaha juga memanfaatkan layanan digital dari BRI untuk mendukung operasional bisnis. Transformasi ini membantu meningkatkan efisiensi sekaligus memperluas kapasitas usaha.

Transformasi Usaha Menuju Skala Lebih Besar

Dengan dukungan pembiayaan yang berkelanjutan, Ayam Panggang Bu Setu berhasil memperluas lahan usaha. Pengelola juga membangun fasilitas restoran yang lebih nyaman untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. Langkah ini menunjukkan bahwa usaha tradisional dapat berkembang secara modern tanpa kehilangan identitasnya.

Selain itu, pengelola terus berupaya meningkatkan kualitas layanan agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen masa kini. Oleh karena itu, kombinasi antara tradisi dan inovasi menjadi kunci keberhasilan usaha ini.

Komitmen BRI dalam Mendukung UMKM

Peran BRI dalam mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlihat jelas melalui berbagai program pembiayaan. Perwakilan BRI, Dhanny, menegaskan komitmen perusahaan dalam memberikan akses permodalan, pendampingan, serta digitalisasi bagi pelaku usaha.

Hingga Desember 2025, BRI telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam jumlah besar kepada jutaan pelaku usaha di seluruh Indonesia. Mayoritas penyaluran tersebut difokuskan pada sektor produktif, sehingga memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dengan adanya dukungan tersebut, pelaku UMKM seperti Ayam Panggang Bu Setu dapat terus berkembang dan bersaing di tengah dinamika pasar.

Kesimpulan

Ayam Panggang Bu Setu berhasil membuktikan bahwa konsistensi dan komitmen terhadap kualitas mampu menciptakan keberlanjutan usaha. Dengan mempertahankan metode tradisional, meningkatkan layanan, serta memanfaatkan dukungan perbankan, usaha ini terus berkembang dari generasi ke generasi.

Selain itu, momentum mudik Lebaran dan loyalitas pelanggan turut memperkuat posisi Ayam Panggang Bu Setu sebagai destinasi kuliner unggulan di Magetan. Ke depan, sinergi antara tradisi dan inovasi akan menjadi faktor utama dalam menjaga eksistensi usaha sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih besar.