Seorang Staf – Sekretariat Bawaslu Kabupaten OKU Selatan, yang berinisial M, di temukan meninggal dunia di rumahnya sendiri. Lokasi kejadian berada di Perumahan Bukit Permai, Desa Plangki, Kecamatan Muaradua, Kabupaten OKU Selatan, Sumatera Selatan. Penemuan jenazah ini terjadi pada Rabu, 25 Maret 2026. Kejadian tersebut mengejutkan warga sekitar yang biasa melihat korban aktif menjalankan rutinitasnya.
Polisi langsung mengevakuasi jenazah korban dan membawa ke rumah sakit untuk di lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, pihak kepolisian terus mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui aktivitas terakhir korban.
Penyidikan Polisi Masih Berlangsung
Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, menyatakan bahwa pihak kepolisian masih mendalami kasus ini untuk mengetahui motif kematian korban. “Untuk motif korban meninggal dunia, kami masih melakukan pendalaman terkait kasus ini,” ungkapnya kepada media, Kamis, 26 Maret 2026.
Kasat Reskrim Polres OKU Selatan, AKP Anton L. Sinaga, menambahkan bahwa penyebab pasti kematian korban belum bisa di pastikan. Polisi menemukan adanya luka akibat benda tajam di bagian leher korban. Meski demikian, penyelidikan masih terus berjalan untuk memastikan apakah luka tersebut menjadi faktor utama penyebab kematian.
Dugaan Awal dan Kondisi Korban
Menurut AKP Anton, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian. “Memang ada luka di leher korban, namun penyebab kematian masih kami dalami,” jelasnya.
Hingga saat ini, polisi belum dapat memastikan apakah kasus ini termasuk tindak kriminal atau kematian alami. Dari pemeriksaan awal, tidak ada barang berharga milik korban yang hilang, sehingga dugaan motif pencurian dapat di kesampingkan sementara.

Foto.Istimewa Korban
Upaya Polisi Mengumpulkan Informasi
Penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas korban sebelum di temukan meninggal dunia. Polisi juga sedang menelusuri siapa saja yang terakhir berinteraksi dengan korban. Selain itu, tim kepolisian berencana melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap lingkungan sekitar untuk mencari petunjuk tambahan.
Langkah-langkah ini penting agar polisi dapat memastikan apakah ada pihak yang terlibat secara langsung dalam kasus ini atau jika kematian korban terjadi karena faktor lain. Setiap informasi yang masuk terus dianalisis untuk membangun kronologi kejadian secara akurat.
Langkah Selanjutnya dalam Penyelidikan
Jenazah korban kini berada di rumah sakit untuk menjalani otopsi. Hasil otopsi nantinya akan menjadi salah satu bukti utama dalam penyidikan. Selain itu, polisi juga berencana melakukan pemeriksaan CCTV dan memeriksa telepon serta perangkat elektronik korban untuk menelusuri aktivitas terakhirnya.
Polisi menekankan bahwa mereka masih belum bisa menyimpulkan apakah korban menjadi korban pembunuhan atau meninggal karena penyebab lain. Mereka akan tetap membuka semua kemungkinan hingga bukti lengkap terkumpul.
Dukungan dari Komunitas dan Keluarga
Keluarga korban menerima kabar meninggalnya M dengan rasa duka mendalam. Warga sekitar juga menunjukkan simpati, membantu pihak kepolisian dengan memberikan informasi yang mereka ketahui. Dukungan masyarakat ini dianggap penting untuk mempercepat proses penyelidikan.
Kejadian ini menjadi peringatan bagi lingkungan sekitar untuk lebih waspada dan meningkatkan pengawasan di wilayah mereka. Polisi menyarankan agar masyarakat segera melaporkan jika ada aktivitas mencurigakan di sekitar tempat tinggal mereka.
Kesimpulan
Kematian staf sekretariat Bawaslu OKU Selatan ini masih menjadi misteri dan dalam penyelidikan aktif oleh pihak kepolisian. Hingga saat ini, penyidik belum bisa memastikan apakah korban menjadi sasaran tindak kriminal. Dengan adanya luka di leher korban dan belum ditemukannya barang yang hilang, polisi terus menggali semua kemungkinan yang ada.
Proses otopsi dan pemeriksaan saksi-saksi diharapkan dapat memberikan jawaban terkait motif dan penyebab kematian. Kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengungkap kasus ini secara transparan, demi memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.