Perjalanan Como 1907 – Dalam dunia sepak bola Italia menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam waktu relatif singkat. Pada musim 2018–2019, klub ini masih berkompetisi di Serie D, kasta keempat dalam struktur liga Italia. Namun demikian, perubahan besar mulai terjadi ketika kepemilikan klub beralih ke Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono pada tahun 2019.

Sejak saat itu, arah pengelolaan klub mengalami transformasi yang terencana. Investasi yang tepat serta visi jangka panjang mendorong peningkatan performa tim secara konsisten. Dalam kurun waktu dua tahun, Como berhasil naik ke Serie B, yang merupakan kasta kedua sepak bola Italia. Oleh karena itu, fase awal ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan klub di masa berikutnya.

Akselerasi Menuju Serie A

Setelah berhasil menembus Serie B, Como tidak berhenti melakukan pengembangan. Sebaliknya, klub terus memperkuat struktur tim, baik dari sisi manajemen maupun kualitas pemain. Hasilnya, pada akhir musim 2023–2024, Como memastikan promosi ke Serie A setelah penantian panjang selama lebih dari dua dekade.

Kembalinya Como ke kasta tertinggi menjadi momentum penting. Selain itu, keberhasilan tersebut mencerminkan efektivitas strategi yang di terapkan sejak awal perubahan kepemilikan. Dengan demikian, klub tidak hanya sekadar promosi, tetapi juga siap bersaing di level tertinggi.

Performa Kompetitif di Serie A

Memasuki kompetisi Serie A, Como menunjukkan performa yang cukup impresif. Pada musim 2024–2025, klub mampu finis di posisi tengah klasemen, sebuah pencapaian yang patut di apresiasi bagi tim promosi.

Selanjutnya, performa Como semakin meningkat pada musim berikutnya. Tim menunjukkan konsistensi dalam meraih poin dan mulai bersaing di papan atas klasemen. Salah satu momen penting terjadi ketika Como meraih kemenangan telak 5-0 atas Pisa. Kemenangan tersebut tidak hanya meningkatkan kepercayaan diri tim, tetapi juga mempertegas status Como sebagai kekuatan baru di liga.

Gol-gol yang di cetak oleh pemain seperti Assane Diao, Anastasios Douvikas, Martin Baturina, Nico Paz, dan Maximo Perrone menunjukkan kedalaman skuad yang di miliki. Oleh sebab itu, kemenangan tersebut menjadi simbol keberhasilan strategi permainan yang di terapkan oleh tim pelatih.

Como 1907

Bek Como, Mergim Vojvoda, merayakan gol pertama timnya bersama pelatih Cesc Fabregas pada laga Serie A Italia antara Juventus dan Como di stadion Allianz di Turin pada 21 Februari 2026.

Peran Kepemimpinan Cesc Fabregas

Keberhasilan Como tidak terlepas dari peran pelatih Cesc Fabregas yang membawa pendekatan modern dalam pengelolaan tim. Fabregas menekankan pentingnya pengembangan pemain muda serta konsistensi dalam mencapai target jangka panjang.

Selain itu, ia juga membangun filosofi permainan yang atraktif dan efektif. Dengan pendekatan tersebut, Como mampu tampil kompetitif meskipun menghadapi klub-klub besar di Italia. Lebih lanjut, Fabregas secara terbuka menyampaikan bahwa timnya memiliki visi yang jelas serta strategi yang terarah.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan performa tim di lapangan, tetapi juga memperkuat identitas klub sebagai tim yang progresif dan ambisius.

Ambisi Menuju Liga Champions

Saat ini, Como berada dalam posisi yang cukup strategis untuk bersaing memperebutkan tiket ke kompetisi elite Eropa. Dengan menempati posisi empat besar klasemen, peluang untuk tampil di Liga Champions semakin terbuka.

Selain itu, konsistensi dalam meraih poin menjadi faktor utama dalam menjaga posisi tersebut. Tim menunjukkan kemampuan untuk bersaing dengan klub-klub mapan, yang sebelumnya mendominasi kompetisi. Oleh karena itu, Como kini tidak lagi di pandang sebagai tim promosi, melainkan sebagai pesaing serius.

Lebih jauh lagi, keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa perencanaan jangka panjang yang matang dapat menghasilkan pencapaian signifikan dalam waktu relatif singkat.

Dedikasi untuk Sosok Penting Klub

Di balik kesuksesan yang diraih, terdapat kontribusi besar dari sosok penting dalam klub, termasuk mendiang Michael Bambang Hartono. Dedikasi dan kepercayaan yang di berikan kepada klub menjadi salah satu faktor utama dalam perjalanan Como.

Pelatih Fabregas secara khusus memberikan penghormatan atas kontribusi tersebut. Ia menegaskan bahwa keberhasilan tim saat ini tidak terlepas dari peran individu yang telah membangun fondasi kuat bagi klub.

Dengan demikian, kemenangan yang di raih tidak hanya menjadi pencapaian olahraga, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap pihak-pihak yang telah berkontribusi.

Kesimpulan

Transformasi Como 1907 dari klub Serie D menjadi penantang Liga Champions merupakan contoh nyata keberhasilan strategi jangka panjang dalam dunia olahraga. Dengan dukungan kepemilikan yang kuat, kepemimpinan pelatih yang visioner, serta performa pemain yang konsisten, klub ini berhasil mencapai level kompetitif tertinggi.

Selain itu, perjalanan ini menunjukkan bahwa perubahan terstruktur dan berkelanjutan dapat menghasilkan dampak signifikan. Oleh karena itu, Como tidak hanya menjadi fenomena sementara, tetapi juga simbol kebangkitan klub dengan visi modern.

Ke depan, tantangan akan semakin besar. Namun demikian, dengan fondasi yang telah dibangun, Como memiliki peluang besar untuk terus bersaing dan mencetak sejarah baru di kancah sepak bola Eropa.