Speaker Pintar OpenAI kabarnya tengah memasuki tahap pengembangan sebagai perangkat baru yang mengandalkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). OpenAI mengembangkan gadget tersebut dalam bentuk perangkat ringkas tanpa layar yang mengandalkan baterai. Konsep ini memungkinkan pengguna membawa dan memakai perangkat di berbagai tempat.

Dalam proyek tersebut, OpenAI bekerja sama dengan LoveFrom, firma desain milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive. Sosok tersebut memiliki rekam jejak panjang dalam pengembangan desain sejumlah perangkat populer Apple, termasuk iPhone, iMac, dan iPad.

Kehadiran perangkat baru ini berpotensi memperluas langkah OpenAI dari perusahaan perangkat lunak AI menuju bisnis perangkat keras. Perusahaan ingin menghadirkan pengalaman berinteraksi dengan AI melalui perangkat khusus, bukan hanya lewat komputer atau smartphone.

Speaker Pintar OpenAI Punya Desain Ringkas

Informasi yang beredar menyebut OpenAI merancang perangkat tersebut dengan ukuran relatif kecil. Dimensinya kabarnya mendekati ukuran tatakan gelas atau speaker Amazon Echo Dot generasi kedua.

Sumber yang mengetahui proyek tersebut menggambarkan desainnya menyerupai donat. Secara keseluruhan, ukurannya kurang lebih selebar telapak tangan orang dewasa. Bentuk ringkas tersebut membuat perangkat lebih mudah ditempatkan di berbagai lokasi.

OpenAI kabarnya juga memilih material premium dan logam berkualitas tinggi untuk bodi perangkat. Pemilihan bahan tersebut menunjukkan perusahaan ingin menempatkan produk ini sebagai gadget AI kelas premium.

Informasi mengenai harga juga mulai beredar. OpenAI kabarnya mempertimbangkan harga sekitar 300 hingga 400 dollar AS. Jika memakai konversi yang disebut dalam laporan, nilainya berada pada kisaran Rp5,3 juta hingga Rp7,1 juta.

Jika perusahaan benar-benar meluncurkannya, perangkat ini akan memperluas portofolio hardware OpenAI setelah kemunculan keyboard coding Codex Micro pada Juli. Namun, speaker tersebut berpotensi menjadi salah satu perangkat pertama perusahaan yang menempatkan AI sebagai fungsi utama bagi konsumen.

Dirancang Menjadi Asisten AI Sepanjang Hari

OpenAI ingin menjadikan speaker pintar tersebut sebagai asisten digital yang dapat mendampingi aktivitas pengguna sepanjang hari. Konsep interaksinya kabarnya mendekati pengalaman percakapan melalui ChatGPT Voice di iPhone.

Perusahaan juga berencana membekali perangkat itu dengan model AI yang lebih canggih dibandingkan layanan ChatGPT yang tersedia saat ini. Meski demikian, laporan yang beredar belum mengungkap model AI yang akan menjalankan perangkat tersebut.

Kemampuan personalisasi juga menjadi bagian penting dari konsep produk. Speaker pintar OpenAI kabarnya dapat mempelajari kebiasaan pengguna dari waktu ke waktu. Dengan cara tersebut, sistem dapat menyesuaikan respons berdasarkan pola interaksi dan kebutuhan pemiliknya.

Pendekatan ini memiliki kemiripan dengan konsep speaker pintar seperti lini Amazon Echo. Namun, OpenAI berpotensi menonjolkan kemampuan percakapan dan pemrosesan AI yang menjadi keunggulan utama perusahaan.

Speaker Pintar OpenAI

Speaker pintar Google Nest Mini generasi ke-2.

Kamera dan Baterai Mendukung Penggunaan Portabel

Salah satu karakteristik menarik dari speaker pintar OpenAI terletak pada penggunaan baterai. Konsep ini berbeda dari perangkat seperti Apple HomePod yang membutuhkan sambungan listrik selama penggunaan.

Baterai memungkinkan pengguna memindahkan perangkat dengan lebih mudah. Ukurannya yang kecil bahkan membuka kemungkinan penggunaan sambil menggenggam perangkat.

OpenAI kabarnya memasang mikrofon dan speaker sebagai sarana utama komunikasi suara. Selain itu, perusahaan juga menambahkan kamera untuk menangkap informasi visual dari lingkungan sekitar.

Kamera tersebut dapat mengirim informasi visual kepada ChatGPT atau model AI yang menjalankan perangkat. Fitur itu berpotensi membuat interaksi tidak hanya bergantung pada perintah suara. AI juga dapat memahami objek atau kondisi yang terlihat melalui kamera.

Laporan lain menyebut perangkat tersebut memiliki komponen bergerak. Mekanisme itu memungkinkan gadget melakukan gerakan tertentu ketika memberikan respons kepada pengguna. Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan bentuk gerakan maupun sistem mekanisnya secara terperinci.

Proyek OpenAI Muncul di Tengah Persoalan Kekayaan Intelektual

Pengembangan perangkat tersebut juga mendapat perhatian karena muncul di tengah persoalan hukum terkait kekayaan intelektual Apple. Menurut laporan yang beredar, Apple mengajukan gugatan terhadap OpenAI terkait dugaan penyalahgunaan rahasia dagang dan kekayaan intelektual.

Persoalan tersebut melibatkan dua mantan karyawan Apple yang kemudian bergabung dengan OpenAI. Meski Jony Ive pernah memegang peran penting dalam desain produk Apple, gugatan itu tidak mencantumkan namanya.

Salah satu sumber menilai perangkat baru OpenAI dapat membantu perusahaan membantah tuduhan mengenai penyalahgunaan rahasia dagang Apple. Namun, hubungan langsung antara desain perangkat tersebut dan pembelaan OpenAI masih belum jelas.

OpenAI kabarnya juga menjalankan penyelidikan internal terkait kemungkinan penggunaan kekayaan intelektual Apple selama proses pengembangan produk. Langkah itu muncul setelah persoalan hukum berkembang.

Proses pemeriksaan menyeluruh terhadap teknologi sebuah perangkat biasanya membutuhkan waktu. Terlebih lagi, produk yang mendekati tahap peluncuran dapat melibatkan desain industri, material, perangkat lunak, sistem AI, hingga berbagai komponen teknis.

Isu penggunaan logam premium turut mendapat perhatian. Proses produksi perangkat berbahan logam membutuhkan teknik finishing tertentu. Persoalan ini menjadi relevan karena tuduhan dalam perkara tersebut juga menyinggung teknologi penyelesaian permukaan logam.

Meski demikian, perbedaan bentuk perangkat tidak otomatis membuktikan ataupun membantah persoalan kekayaan intelektual. Penilaian mengenai hal tersebut tetap membutuhkan pemeriksaan terhadap teknologi, proses produksi, dan desain yang perusahaan gunakan.

Jadwal Peluncuran Masih Menjadi Misteri

Sampai sekarang, OpenAI belum mengumumkan secara resmi kapan speaker pintar OpenAI akan hadir untuk konsumen. Detail mengenai nama produk, spesifikasi lengkap, model AI, kapasitas baterai, hingga wilayah pemasaran juga belum memperoleh kepastian.

Namun, berbagai informasi mengenai desain, kamera, baterai, mikrofon, serta kemampuan personalisasi memberikan gambaran mengenai ambisi OpenAI di pasar perangkat AI.

Jika perusahaan akhirnya meluncurkan produk tersebut, OpenAI dapat membuka cara baru bagi pengguna untuk berinteraksi dengan AI tanpa terus bergantung pada layar smartphone atau komputer. Kolaborasi dengan Jony Ive juga membuat proyek ini menarik perhatian karena menggabungkan kemampuan AI OpenAI dengan pengalaman desain perangkat konsumen.