JBL Quantum 520X Dan Quantum 120 resmi hadir sebagai dua headset gaming terbaru yang memperluas jajaran perangkat audio JBL Quantum. JBL merancang kedua model tersebut untuk memberikan pengalaman bermain yang lebih imersif, terutama bagi gamer yang membutuhkan ketepatan dalam mengenali berbagai detail suara selama permainan.

Kemampuan mendengar detail audio memiliki peran penting dalam berbagai genre game. Dalam permainan perang, misalnya, suara langkah kaki dapat membantu pemain memperkirakan keberadaan lawan. Sementara itu, game horor sering memanfaatkan suara dari berbagai arah untuk memberikan petunjuk mengenai ancaman yang mendekat.

Karena itu, JBL mengandalkan kombinasi perangkat keras dan teknologi pemrosesan audio pada kedua headset barunya. Perusahaan membekali Quantum 520X dan Quantum 120 dengan driver dinamis karbon berukuran 50 mm serta teknologi JBL Quantum Spatial Sound.

Driver 50 Mm Membantu Menghadirkan Detail Suara

JBL menggunakan driver dinamis karbon 50 mm untuk menghasilkan rentang suara yang kaya sekaligus mempertahankan detail audio. Teknologi tersebut membantu gamer mendengar berbagai elemen permainan, baik suara lingkungan berskala besar maupun detail kecil yang berpotensi memberikan informasi penting.

Selain mengandalkan driver berukuran besar, JBL menyertakan Quantum Spatial Sound. Teknologi audio spasial tersebut membantu pengguna memperkirakan posisi atau arah sumber suara.

Fitur ini dapat memberikan manfaat besar dalam permainan kompetitif. Gamer, misalnya, bisa mengenali arah langkah kaki atau berbagai efek suara lain sebelum melihat sumbernya secara langsung. Dengan demikian, pemain memperoleh lebih banyak informasi untuk menentukan tindakan berikutnya.

JBL juga memberikan dukungan Hi-Res Audio pada kedua perangkat. Selain itu, pengguna dapat mengatur berbagai karakteristik dan efek suara melalui software JBL QuantumENGINE sesuai preferensi atau kebutuhan permainan.

Mikrofon 6 Mm Mendukung Komunikasi Tim

Selain kualitas suara permainan, komunikasi menjadi bagian penting dalam pengalaman gaming multiplayer. Oleh sebab itu, JBL memasang mikrofon boom cardioid berukuran 6 mm pada Quantum 520X dan Quantum 120.

Pengguna dapat melepas mikrofon tersebut ketika tidak membutuhkannya. JBL juga menyertakan teknologi noise cancelling yang membantu mengurangi suara yang tidak diinginkan ketika pengguna berbicara.

Kombinasi tersebut membantu pemain berkomunikasi dengan anggota tim secara lebih jelas. Fitur mikrofon tentunya menjadi semakin relevan untuk game kompetitif yang membutuhkan koordinasi cepat selama pertandingan.

Meskipun membawa teknologi audio yang serupa, JBL Quantum 520X dan Quantum 120 menawarkan pendekatan konektivitas yang berbeda. Perbedaan inilah yang dapat menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum pengguna menentukan pilihan.

JBL Quantum 520X dan Quantum 120

JBL Quantum 520X.

JBL Quantum 520X Tawarkan Tiga Pilihan Koneksi

JBL Quantum 520X mengutamakan fleksibilitas melalui konektivitas nirkabel. Gamer dapat menghubungkan headset tersebut menggunakan jaringan wireless 2,4 GHz melalui dongle.

Selain itu, JBL menyediakan Bluetooth 5.4 sehingga pengguna mempunyai alternatif koneksi untuk berbagai perangkat. Quantum 520X juga mendukung koneksi kabel melalui USB-C.

Dengan tiga pilihan tersebut, pengguna dapat menyesuaikan metode koneksi berdasarkan perangkat dan kebutuhan penggunaan.

JBL turut memperhatikan kenyamanan untuk sesi bermain berdurasi panjang. Perusahaan menggunakan material silikon pada bagian headband. Sementara itu, bantalan telinga memakai material kain dengan sirkulasi udara untuk membantu meningkatkan kenyamanan ketika gamer mengenakan headset dalam waktu lama.

Quantum 520X mengandalkan baterai yang menurut klaim JBL dapat memberikan waktu penggunaan hingga 37 jam. Ketika daya mulai menipis, pengguna juga bisa memanfaatkan fitur pengisian cepat.

JBL menyebut proses pengisian selama lima menit dapat memberikan tambahan waktu pemakaian hingga sekitar satu jam. Dengan demikian, gamer tidak harus menunggu terlalu lama untuk kembali menggunakan perangkat.

JBL Quantum 120 Mengandalkan Koneksi Kabel

Berbeda dari Quantum 520X, JBL Quantum 120 menggunakan sistem koneksi kabel. Konsep tersebut membuat pengguna tidak perlu memikirkan pengisian baterai ketika ingin bermain.

JBL menyediakan dua pilihan konektor, yakni USB-C dan jack audio 3,5 mm. Pengguna dapat memilih koneksi sesuai perangkat yang mereka gunakan.

Koneksi kabel juga membuat Quantum 120 menjadi alternatif bagi gamer yang lebih menyukai penggunaan sederhana tanpa harus mengelola baterai perangkat audio.

Dari sisi kompatibilitas, JBL memberikan dukungan perangkat yang cukup luas untuk kedua headset. Quantum 120 dan Quantum 520X dapat terhubung dengan PC berbasis Windows, komputer Mac, iPhone, iPad, perangkat Android, serta konsol Xbox dan PlayStation.

Harga JBL Quantum 520X dan Quantum 120

JBL menempatkan kedua headset pada rentang harga berbeda. Quantum 120 hadir sebagai pilihan yang lebih terjangkau dengan harga 50 dollar AS atau sekitar Rp 886.000 berdasarkan konversi yang dicantumkan dalam informasi peluncuran.

Sementara itu, JBL memasarkan Quantum 520X dengan harga 130 dollar AS atau sekitar Rp 2,1 juta. Harga yang lebih tinggi tersebut sejalan dengan tambahan fleksibilitas konektivitas nirkabel dan keberadaan baterai internal.

Untuk ketersediaannya, JBL sudah membuka pemesanan awal Quantum 120 di pasar global. Sementara itu, perusahaan menjadwalkan kehadiran Quantum 520X pada Oktober 2026.

Hingga informasi peluncuran tersebut beredar, JBL belum memberikan kepastian mengenai pemasaran Quantum 520X dan Quantum 120 di Indonesia. Karena itu, konsumen Tanah Air masih harus menunggu pengumuman lanjutan terkait jadwal penjualan dan harga resmi apabila JBL membawa kedua perangkat tersebut ke pasar Indonesia.

Dengan kombinasi driver karbon 50 mm, Quantum Spatial Sound, Hi-Res Audio, mikrofon noise cancelling, serta kompatibilitas yang luas, JBL Quantum 520X dan Quantum 120 menawarkan dua pilihan untuk kebutuhan gamer yang berbeda. Quantum 520X mengutamakan fleksibilitas melalui koneksi nirkabel dan kabel, sedangkan Quantum 120 menawarkan penggunaan praktis melalui koneksi kabel tanpa kebutuhan pengisian baterai.