Kardashian Terima Ganti Rugi 1 Euro setelah Pengadilan Paris menetapkan kompensasi bagi para korban perampokan bersenjata yang terjadi pada 2016. Meski nilainya hanya sekitar Rp20.000, nominal tersebut memang sesuai dengan permintaan Kardashian dalam proses hukum yang berkaitan dengan peristiwa traumatis hampir satu dekade lalu.

Pengadilan menetapkan kompensasi itu pada Selasa (15/9/2026). Kardashian tidak mengejar pembayaran dalam jumlah besar. Ia memilih meminta satu euro sebagai bentuk simbolis setelah proses hukum panjang atas perampokan yang menimpanya ketika berada di Paris, Prancis.

Selain Kardashian, sejumlah orang dan pihak lain yang terdampak peristiwa tersebut juga memperoleh kompensasi dengan nilai berbeda. Pengadilan mempertimbangkan kerugian serta dampak yang mereka alami sebelum menentukan besaran pembayaran.

Mantan Resepsionis Mendapat Kompensasi Lebih Besar

Salah satu penerima ganti rugi ialah mantan resepsionis Hotel de Pourtales, tempat Kardashian menginap ketika perampokan terjadi. Hakim menetapkan kompensasi sebesar 109.516 euro atau sekitar Rp2,2 miliar untuk mantan pekerja hotel tersebut.

Peristiwa pada 2 Oktober 2016 meninggalkan trauma mendalam baginya. Sebelumnya, ia meminta kompensasi beserta bunga dengan total mencapai 550.000 euro atau sekitar Rp11,1 miliar.

Walaupun jumlah yang hakim tetapkan lebih rendah daripada tuntutan awal, pengacaranya, Mohand Ouidja, tetap menyambut hasil persidangan secara positif dan memandang keputusan tersebut sebagai pencapaian bagi kliennya.

Pihak hotel juga memperoleh kompensasi. Pengadilan menetapkan pembayaran sebesar 50.000 euro atau kurang lebih Rp1 miliar.

Sementara itu, Simone Harouche, penata gaya Kardashian yang berada di lokasi ketika insiden berlangsung, memilih langkah serupa dengan Kardashian. Ia meminta kompensasi simbolis sebesar satu euro dan hakim mengabulkan permintaan tersebut.

Kim Kardashian Tekankan Arti Akuntabilitas

Kim Kardashian dan Simone Harouche kemudian menyampaikan tanggapan bersama setelah pengadilan menetapkan ganti rugi. Keduanya menekankan bahwa nilai uang bukan menjadi tujuan utama mereka dalam mengikuti proses hukum tersebut.

Menurut keduanya, pengalaman perampokan meninggalkan trauma yang masih memberikan dampak hingga bertahun-tahun kemudian. Karena itu, mereka melihat keputusan pengadilan sebagai bentuk pengakuan terhadap pengalaman para korban sekaligus penegasan mengenai pertanggungjawaban hukum.

Kardashian dan Harouche juga menyampaikan apresiasi kepada sistem peradilan Prancis serta orang-orang yang mendampingi mereka selama proses hukum berlangsung. Setelah perkara itu mencapai tahap baru, keduanya berharap dapat melanjutkan kehidupan dan proses pemulihan.

Kim Kardashian terima ganti rugi 1 euro

Kim Kardashian West saat datang ke FGI 36th Annual Night of Stars Gala di Cipriani Wall Street.

Perampok Masuk ke Tempat Kim Kardashian Menginap

Kasus yang kemudian membawa Kim Kardashian terima ganti rugi 1 euro bermula saat sang selebritas berada di Paris untuk menghadiri rangkaian kegiatan Fashion Week pada Oktober 2016.

Dua pelaku yang mengenakan pakaian menyerupai seragam polisi memasuki tempat Kardashian menginap. Mereka kemudian mengendalikan situasi dan mengikat Kardashian menggunakan zip tie serta lakban.

Kelompok tersebut selanjutnya mengambil berbagai perhiasan mewah. Total nilai barang yang mereka bawa kabur mencapai lebih dari 6 juta dollar AS atau sekitar Rp106 miliar. Salah satu barang berharga yang hilang berupa cincin berlian yang Kardashian kenakan ketika menghadiri peragaan busana Givenchy pada malam tersebut.

Insiden itu kemudian berkembang menjadi salah satu kasus perampokan selebritas yang menyita perhatian luas. Usia sejumlah terdakwa juga menarik perhatian publik Prancis. Masyarakat bahkan menjuluki kelompok tersebut les papys braqueurs, yang merujuk pada para perampok berusia lanjut.

Delapan Orang Terbukti Terlibat

Enam terdakwa dalam perkara itu telah memasuki usia 60 hingga 70-an tahun ketika menjalani persidangan. Jaksa membawa berbagai dakwaan dalam perkara tersebut, termasuk perampokan bersenjata, penculikan, serta keterlibatan dalam kelompok kriminal.

Pada proses hukum sebelumnya, pengadilan menyatakan delapan orang bersalah karena memiliki peran dalam aksi tersebut. Namun, hakim memperhitungkan masa penahanan yang telah mereka jalani sebelum persidangan.

Perhitungan itu membuat para terpidana tidak perlu kembali menjalani hukuman di dalam penjara setelah putusan. Mereka juga tidak mengajukan banding terhadap vonis tersebut.

Proses Hukum Menjadi Bagian dari Pemulihan

Bagi Kardashian, penyelesaian perkara memiliki arti yang melampaui nilai materi. Ia sebelumnya menggambarkan perampokan Paris sebagai salah satu pengalaman paling menakutkan dalam hidupnya.

Kejadian tersebut tidak hanya memengaruhi dirinya, tetapi juga meninggalkan dampak bagi keluarganya. Meski tidak dapat menghapus pengalaman masa lalu, Kardashian memandang proses hukum sebagai bagian penting dalam mencari pertanggungjawaban atas tindakan para pelaku.

Ia juga pernah mengapresiasi aparat Prancis yang menangani kasus tersebut hingga memasuki persidangan. Kardashian menilai penegakan hukum memberikan ruang bagi korban untuk mendapatkan pengakuan sekaligus melanjutkan proses pemulihan.

Kini, keputusan mengenai kompensasi kembali menandai perkembangan dalam perkara yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kim Kardashian terima ganti rugi 1 euro bukan karena pengadilan menilai kerugiannya hanya sebesar nominal tersebut, melainkan karena ia sendiri meminta kompensasi simbolis itu. Bagi Kardashian dan Harouche, pertanggungjawaban serta pengakuan terhadap dampak perampokan menjadi bagian yang lebih penting daripada besarnya uang yang mereka terima.