Kiper Timnas Indonesia – Maarten Paes, menunjukkan performa impresif dalam duel PEC Zwolle vs Ajax pada pekan ke-25 Eredivisie 2025-2026. Pertandingan yang digelar di Stadion Mac 3 Park, Minggu, 1 Maret 2026, berakhir tanpa gol, 0-0. Penampilan Paes menjadi sorotan utama karena ia mampu menjaga gawang Ajax tetap aman meskipun sempat menghadapi situasi berbahaya.
Ini merupakan penampilan kedua Paes bersama Ajax. Pada debut sebelumnya, ia sukses melakukan tujuh penyelamatan penting saat Ajax bermain imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen. Kali ini, ia berhasil meraih clean sheet pertamanya untuk klub asal Belanda tersebut.
Ajax Hadapi Tantangan di Markas PEC Zwolle
Kunjungan ke markas PEC Zwolle membawa tekanan tersendiri bagi Ajax. Tim tuan rumah tampil disiplin dan tidak memberi ruang bagi Ajax untuk mengembangkan permainan. Ajax baru mencatatkan tembakan pertama pada menit ke-40 melalui Wout Weghorst. Beberapa menit kemudian, Ajax merasa berhak mendapat penalti setelah Davy Klaassen melakukan upaya akrobatik yang mengenai tangan Zico Buurmeester. Namun, setelah berkonsultasi dengan VAR, wasit menolak memberikan penalti, sehingga skor tetap 0-0 hingga turun minum.
Pada 45 menit pertama, Maarten Paes tidak terlalu sibuk karena PEC Zwolle kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Ajax pun baru kembali menekan pada menit ke-63 lewat sepakan Youri Regeer, tetapi Tom de Graaff berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Kiper Indonesia Maarten Paes menjalanii sesi latihan jelang pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (22/3/2025). Indonesia akan menghadapi Bahrain dalam laga putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno, pada Selasa (25/3/2025).
Maarten Paes Nyaris Alami Blunder
Situasi menegangkan muncul pada menit ke-65. Paes yang mengenakan topi putih untuk mengantisipasi sinar matahari, melakukan sapuan yang nyaris berbuah blunder. Bola hasil sapuannya diblok pemain PEC Zwolle dan mengarah ke Koen Kostons yang tinggal menyelesaikan peluang. Beruntung, Paes bergerak cepat dan berhasil mengamankan bola, menjaga gawang Ajax tetap aman.
Kedua Tim Terus Berburu Gol
Kebuntuan tetap terjadi hingga menit ke-80. Ajax memiliki peluang lain melalui operan Steven Berghuis yang membuka ruang untuk Mika Godts. Sayangnya, Godts gagal mengontrol bola dengan baik sehingga peluang itu terbuang. Pada masa injury time, PEC Zwolle sempat mencetak gol melalui tembakan Koen Kostons, namun gol tersebut dianulir karena posisi offside.
Hasil Imbang yang Menjaga Catatan Tanpa Kalah Ajax
Hasil imbang 0-0 memperpanjang catatan tak terkalahkan Ajax asuhan Fred Grim menjadi 12 laga. Dengan torehan 44 poin dari 25 pertandingan, Ajax tetap berada di peringkat tiga klasemen Eredivisie. Sementara itu, PEC Zwolle menempati posisi ke-12 dengan 28 poin.
Susunan Pemain dan Strategi
PEC Zwolle menurunkan formasi 4-3-3 dengan Tom de Graaff sebagai penjaga gawang. Lini pertahanan mereka dikomandoi oleh Gooijer, Graves, MacNulty, dan Floranus. Sementara itu, lini tengah di isi oleh Oosting, Thomas, dan Buurmeester, dengan serangan di percayakan pada Namli, Kostons, dan Shoretire.
Ajax mengusung formasi 4-2-1-3, dengan Paes sebagai kiper utama. Lini belakang terdiri dari Rosa, Sutalo, Baas, dan Wijndal, sementara Klaassen dan Regeer mengatur permainan di tengah. Lini serang mereka di isi Gloukh, Bounida, Weghorst, dan Godts, dengan beberapa pergantian pemain sepanjang pertandingan untuk menjaga intensitas serangan.
Kesimpulan
Penampilan Maarten Paes membuktikan kualitasnya sebagai kiper andal di Eredivisie. Clean sheet yang ia catatkan menunjukkan kemampuan teknis dan konsentrasi tinggi, terutama dalam menghadapi momen-momen genting seperti sapuan yang hampir berbuah gol. Hasil imbang ini menunjukkan bahwa Ajax mampu mempertahankan dominasi di liga, meskipun menghadapi tim yang bermain di siplin seperti PEC Zwolle.
Dengan performa seperti ini, Paes semakin menegaskan potensinya untuk menjadi pilihan utama di bawah mistar gawang Ajax dan membawa pengalaman internasionalnya ke level berikutnya. Pertandingan ini juga menunjukkan pentingnya fokus, koordinasi tim, dan ketelitian dalam menjaga gawang, khususnya saat menghadapi tekanan di laga tandang.