An Se-young masih menghadapi tantangan besar menjelang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 di New Delhi, India. Kondisi kaki yang belum sepenuhnya pulih membuat tunggal putri Korea Selatan itu harus mengatur persiapan dengan hati-hati. Meski demikian, ia tetap membawa ambisi besar untuk kembali meraih gelar juara dunia.
Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 berlangsung pada 17-23 Agustus di Indira Gandhi Indoor Stadium, New Delhi. An datang sebagai salah satu pemain yang paling mendapat sorotan. Selain menempati posisi unggulan utama, pebulu tangkis Korea Selatan tersebut juga memiliki pengalaman menjadi juara dunia.
Persiapannya menuju turnamen bergengsi itu tidak berjalan sepenuhnya mulus. Setelah menjuarai Indonesia Open 2026, An memilih mengambil waktu istirahat. Ia ingin memulihkan kondisi tubuh setelah menjalani rangkaian pertandingan yang menguras fisik.
Cedera juga memaksanya melewatkan sejumlah turnamen sebelum tampil di India. Masalah tersebut membuat persiapan pertandingan An tidak sebanyak para pesaingnya.
Cedera Kaki Masih Mengganggu An Se-young
Masalah fisik sebenarnya bukan hal baru bagi An Se-young. Gangguan pada lutut pernah memengaruhi performanya dalam beberapa kesempatan. Kondisi tersebut membuat timnya perlu mengatur beban latihan dan pertandingan secara cermat.
Menjelang Kejuaraan Dunia 2026, masalah kembali muncul pada kaki kirinya. Cedera itu bahkan membuat peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut memilih mundur dari Japan Open 2026.
An kemudian menjalani pemulihan dan meningkatkan intensitas latihan secara bertahap. Kini, ia kembali bersiap menghadapi pertandingan kompetitif di New Delhi.
Namun, kondisi fisiknya belum sepenuhnya mencapai level ideal. An mengakui masih merasakan sedikit sakit pada bagian kaki. Walaupun begitu, rasa sakit tersebut masih berada dalam batas yang dapat ia toleransi.
Situasi itu membuat An perlu menjaga keseimbangan antara keberanian bermain dan pengelolaan kondisi tubuh. Ia tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga harus memastikan cedera tidak semakin parah selama turnamen.
Fokus Mengembalikan Feeling Pertandingan
Selain masalah kebugaran, An Se-young menghadapi tantangan lain akibat minimnya pertandingan kompetitif. Masa pemulihan yang cukup panjang membuatnya kehilangan kesempatan untuk menjaga ritme pertandingan.
Sebelum berangkat menuju India, An menjelaskan bahwa ia ingin menemukan kembali feeling ketika berada di lapangan. Menurutnya, latihan intensif tidak selalu memberikan sensasi yang sama seperti pertandingan resmi.
Ia telah menjalani banyak latihan selama masa persiapan. Namun, tekanan, tempo, dan situasi dalam pertandingan menghadirkan tantangan yang berbeda.
Karena itu, An ingin menggunakan laga-laga awal di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 untuk mengembalikan sentuhan terbaik. Ia berharap tubuhnya bisa kembali beradaptasi dengan intensitas kompetisi.
Adaptasi tersebut menjadi faktor penting dalam upayanya melangkah jauh di New Delhi. Terlebih, persaingan sektor tunggal putri dunia semakin ketat.

Tunggal putri Korea Selatan, An Se Young.
Trauma Cedera Menjadi Tantangan Mental
Cedera tidak hanya memberikan dampak secara fisik kepada An Se-young. Pengalaman tersebut juga meninggalkan kekhawatiran ketika ia kembali bergerak dengan intensitas tinggi.
An mengakui bahwa cedera terkadang membuatnya merasa canggung saat menggunakan tubuh seperti biasanya. Kondisi tersebut muncul karena ia masih membawa trauma dari masalah fisik yang pernah dialami.
Perasaan khawatir itu menjadi tantangan tersendiri menjelang pertandingan. Seorang pemain membutuhkan kepercayaan penuh terhadap tubuh ketika melakukan perubahan arah, lompatan, maupun pergerakan cepat di lapangan.
Meski masih memiliki kekhawatiran, An tetap optimistis dapat beradaptasi selama turnamen berlangsung. Ia menilai tubuhnya akan semakin terbiasa ketika mendapatkan lebih banyak waktu bermain.
Oleh karena itu, pertandingan awal memiliki peran penting. An membutuhkan kesempatan untuk membangun kembali rasa percaya diri sekaligus menemukan kenyamanan ketika bergerak di lapangan.
An Se-young Ingin Menghilangkan Karat Pertandingan
Minimnya pertandingan selama masa pemulihan membuat An Se-young menyadari bahwa ia belum memiliki ritme kompetisi terbaik. Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai “karat” pertandingan yang harus segera ia hilangkan.
An biasanya mampu meningkatkan performa secara bertahap sepanjang sebuah turnamen. Pola tersebut kembali menjadi harapannya ketika berlaga di New Delhi.
Ia ingin memanfaatkan setiap pertandingan untuk meningkatkan ketajaman. Selain itu, setiap laga dapat membantu An membaca kondisi tubuhnya setelah menjalani masa pemulihan.
Strategi tersebut akan sangat menentukan peluangnya dalam perebutan gelar. Sebagai unggulan utama, An menghadapi ekspektasi tinggi sejak babak awal.
Namun, ia tidak hanya memikirkan status unggulan. Fokus terbesarnya saat ini ialah mendapatkan kembali kenyamanan bermain dan menjaga kondisi tubuh sepanjang kejuaraan.
Memburu Gelar Dunia Kedua
Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 membuka peluang bagi An Se-young untuk menambah koleksi prestasi internasionalnya. Ia membidik gelar dunia kedua setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2023.
Pada kejuaraan dunia edisi sebelumnya, An harus menghentikan langkah pada babak semifinal. Hasil tersebut membuatnya membawa pulang medali perunggu.
Kini, ia kembali membawa target tinggi ke New Delhi. Status unggulan utama memperbesar ekspektasi terhadap penampilannya, meskipun kondisi fisiknya belum sepenuhnya sempurna.
Pengalaman menghadapi tekanan pada berbagai turnamen besar dapat menjadi modal penting. An juga sudah membuktikan kemampuannya bersaing pada level tertinggi, termasuk ketika meraih emas Olimpiade Paris 2024.
Namun, tantangan terbesar kali ini datang dari kondisi tubuhnya sendiri. Ia harus menemukan ritme pertandingan tanpa memberikan beban berlebihan pada kaki yang masih terasa sakit.
Jika mampu melewati pertandingan awal dengan baik, peluang An untuk menemukan kembali performa terbaik akan semakin terbuka. Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2026 pun menjadi ujian besar bagi kemampuan An Se-young dalam mengelola kondisi fisik, mental, dan ambisinya untuk kembali berdiri di podium tertinggi.