China – Perkembangan teknologi robot humanoid terus mengalami percepatan dalam beberapa tahun terakhir. Persaingan antarnegara untuk menghadirkan robot dengan kemampuan yang semakin canggih pun kian ketat. Berdasarkan laporan terbaru dari LexisNexis, perusahaan-perusahaan rintisan asal China kini menjadi kekuatan utama dalam industri tersebut. Dominasi ini terlihat dari banyaknya startup China yang berhasil masuk dalam daftar perusahaan robot humanoid paling inovatif di dunia.

Penilaian tersebut tidak hanya mempertimbangkan jumlah paten yang dimiliki, tetapi juga kualitas teknologi, nilai komersial, serta cakupan perlindungan paten di berbagai negara. Hasilnya menunjukkan bahwa China berhasil mengungguli Amerika Serikat maupun negara-negara Eropa dalam pengembangan teknologi robot humanoid.

LexisNexis Rilis Daftar Startup Robot Humanoid Paling Inovatif

LexisNexis merilis laporan pada akhir Juli 2026 yang mengulas perkembangan industri robot humanoid secara global. Dalam riset tersebut, lembaga ini menyusun daftar 10 startup robot humanoid paling inovatif berdasarkan Patent Asset Index.

Patent Asset Index merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kekuatan portofolio paten sebuah perusahaan. Penilaian mencakup jumlah paten yang dimiliki, kualitas teknologi yang dikembangkan, hingga tingkat perlindungan paten di berbagai pasar internasional.

Melalui pendekatan tersebut, LexisNexis berupaya menggambarkan perusahaan mana yang memiliki kapasitas inovasi paling tinggi dalam menciptakan robot humanoid berkaki dua dengan teknologi mutakhir.

Startup China Kuasai Lima Posisi Teratas

Hasil pemeringkatan memperlihatkan dominasi yang sangat kuat dari perusahaan asal China. Lima posisi teratas seluruhnya ditempati oleh startup yang berbasis di negara tersebut.

Perusahaan yang menempati posisi pertama adalah Fourier yang berasal dari Shanghai. Posisi kedua ditempati AgiBot, yang juga bermarkas di Shanghai.

Sementara itu, posisi ketiga hingga kelima masing-masing di isi oleh LimX Dynamics dan Pudu Robotics yang berasal dari Shenzhen, serta Unitree Robotics dari Hangzhou.

Dominasi tersebut menunjukkan bahwa pusat-pusat inovasi teknologi di berbagai kota besar China mampu menghasilkan perusahaan robotika dengan daya saing tinggi di tingkat global.

Selain lima perusahaan tersebut, China juga menempatkan Leju Robot pada posisi kesembilan. Dengan demikian, total terdapat enam startup asal China yang berhasil masuk dalam daftar 10 besar perusahaan robot humanoid paling inovatif di dunia.

Amerika Serikat dan Jerman Tetap Masuk Daftar

Meski di dominasi China, beberapa perusahaan dari Amerika Serikat masih mampu mempertahankan posisinya dalam persaingan global.

Figure AI menempati peringkat keenam sebagai startup AS dengan posisi tertinggi dalam daftar tersebut. Selanjutnya, Apptronik berada di urutan kedelapan, sedangkan Agility Robotics berada di posisi kesepuluh.

Di sisi lain, Jerman menjadi satu-satunya wakil Eropa melalui Agile Robots yang berhasil menduduki peringkat ketujuh.

Keberadaan perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa inovasi robot humanoid masih berkembang di berbagai kawasan, meskipun laju pertumbuhannya saat ini lebih banyak di pimpin oleh China.

Ilustrasi robot humanoid canggih dari startup China yang mendominasi daftar perusahaan paling inovatif di dunia versi LexisNexis 2026.

Robot humanoid AiMOGA yang dipamerkan Chery pada Auto Shanghai 2025

Daftar 10 Startup Robot Humanoid Paling Inovatif

Berdasarkan laporan LexisNexis, berikut urutan startup robot humanoid paling inovatif di dunia:

  1. Fourier (China)
  2. AgiBot (China)
  3. LimX Dynamics (China)
  4. Pudu Robotics (China)
  5. Unitree Robotics (China)
  6. Figure AI (Amerika Serikat)
  7. Agile Robots (Jerman)
  8. Apptronik (Amerika Serikat)
  9. Leju Robot (China)
  10. Agility Robotics (Amerika Serikat)

Daftar tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan China mendominasi lebih dari separuh posisi yang tersedia.

China Memimpin Inovasi di Tiga Bidang Penting

Selain menguasai jumlah startup terbanyak, China juga menunjukkan perkembangan pesat dalam beberapa aspek utama teknologi robot humanoid.

LexisNexis mencatat adanya peningkatan signifikan pada tiga bidang, yakni sistem interaksi antara manusia dan robot, morfologi atau struktur fisik robot, serta teknologi kontrol dan perencanaan gerak.

Selama satu dekade terakhir, jumlah paten yang di ajukan oleh inovator asal China pada bidang sistem interaksi meningkat sekitar dua kali lipat.

Pada sektor morfologi robot, pertumbuhannya bahkan mencapai sekitar 2,5 kali di bandingkan sebelumnya. Sementara itu, perkembangan paling pesat terjadi pada teknologi kontrol dan perencanaan, dengan kenaikan jumlah paten hingga lima kali lipat.

Peningkatan tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan-perusahaan China tidak hanya memperbanyak jumlah inovasi, tetapi juga terus memperluas cakupan teknologi yang mereka kuasai.

Kualitas Paten Jadi Faktor Penentu

Laporan LexisNexis menegaskan bahwa keunggulan China bukan semata-mata berasal dari tingginya jumlah paten yang di daftarkan.

Penilaian juga mempertimbangkan kualitas setiap paten, termasuk seberapa luas perlindungan hukumnya di berbagai negara serta pengaruhnya terhadap perkembangan teknologi berikutnya.

Artinya, paten yang di miliki startup China di nilai memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai inovasi yang tinggi sehingga mampu menjadi rujukan dalam pengembangan teknologi robot humanoid di masa depan.

Pada kategori morfologi robot, China menguasai sekitar 63 persen nilai aset paten global sepanjang 2025. Angka tersebut meningkat cukup tajam di bandingkan tahun 2020 yang berada di kisaran 49 persen.

Sebaliknya, Amerika Serikat hanya menguasai sekitar 11 persen pangsa nilai aset paten pada 2025, sedikit menurun di bandingkan lima tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 12 persen.

Data tersebut memperlihatkan perubahan peta persaingan industri robot humanoid dunia. Jika sebelumnya Amerika Serikat menjadi pusat inovasi utama, kini China semakin memperkuat posisinya sebagai pemimpin dalam pengembangan teknologi robot humanoid melalui kombinasi jumlah paten yang besar dan kualitas inovasi yang terus meningkat.