Mazda 6e Fastback Vs Hyundai Ioniq 6 menjadi perbandingan menarik di tengah semakin beragamnya pilihan mobil listrik premium di Indonesia. Mazda membawa 6e Fastback sebagai mobil listrik pertamanya di pasar Indonesia, sementara Hyundai lebih dahulu menawarkan Ioniq 6 dengan karakter futuristis dan performa yang lebih bertenaga.

Kedua mobil sama-sama bermain di kategori sedan listrik premium, tetapi Mazda dan Hyundai mengambil arah yang berbeda. Mazda menonjolkan desain fastback bergaya sporty dengan identitas KODO Design. Sebaliknya, Hyundai mengembangkan Ioniq 6 dengan konsep streamliner yang berfokus pada aerodinamika sekaligus efisiensi.

Perbedaan tersebut juga terlihat dari harga. Mazda menawarkan 6e Fastback dengan banderol Rp 850 juta OTR Jakarta. Sementara itu, Hyundai memasarkan Ioniq 6 dengan harga sekitar Rp 1,22 miliar OTR Jakarta. Artinya, kedua model memiliki selisih harga sekitar Rp 370 juta.

Lantas, apa saja perbedaan Mazda 6e Fastback dan Hyundai Ioniq 6 jika melihat dimensi, kabin, fitur, performa, baterai, serta kemampuan pengisian dayanya?

Dimensi Mazda 6e dan Hyundai Ioniq 6

Mazda 6e Fastback memiliki panjang 4.921 mm, lebar 1.890 mm, serta tinggi 1.491 mm. Mazda memberikan mobil listrik tersebut jarak sumbu roda sepanjang 2.895 mm.

Sementara itu, Hyundai Ioniq 6 memiliki panjang 4.855 mm, lebar 1.880 mm, dan tinggi 1.495 mm. Hyundai membekalinya dengan wheelbase 2.950 mm.

Berdasarkan angka tersebut, Mazda 6e memiliki bodi 66 mm lebih panjang dan 10 mm lebih lebar daripada Ioniq 6. Namun, Hyundai menawarkan jarak sumbu roda sekitar 55 mm lebih panjang.

Perbedaan ukuran itu turut memperlihatkan karakter desain masing-masing kendaraan. Mazda memilih siluet menyerupai coupé dengan garis bodi mengalir menuju bagian belakang bergaya fastback. Produsen asal Jepang tersebut juga menambahkan active electric rear spoiler untuk memperkuat kesan sporty.

Hyundai mengambil pendekatan yang lebih futuristis melalui desain electrified streamliner. Bentuk bodinya berorientasi pada aerodinamika sehingga membantu mobil mengurangi hambatan udara sekaligus mendukung efisiensi energi.

Interior Mengusung Pendekatan Berbeda

Persaingan Mazda 6e Fastback vs Hyundai Ioniq 6 berlanjut ke dalam kabin. Mazda menerapkan desain interior minimalis dengan layar sentral 14,6 inci sebagai salah satu pusat perhatian utama. Pengemudi juga mendapatkan panel instrumen digital berukuran 10,2 inci.

Mazda melengkapi kabin 6e dengan augmented reality head-up display atau AR-HUD, sistem audio Sony 14 speaker, ambient light dengan 64 pilihan warna, panoramic sunroof, serta ventilasi pada jok depan. Pengguna dapat mengoperasikan berbagai fungsi kendaraan melalui layar sentuh.

Tata letak dasbor yang sederhana dan minim tombol fisik memperkuat kesan modern. Mazda juga merancang ruang kabin agar tetap terasa lapang dan personal.

Hyundai menawarkan konsep yang berbeda. Ioniq 6 membawa sepasang layar berukuran 12,3 inci yang menjalankan fungsi sebagai panel instrumen digital dan sistem infotainment.

Hyundai turut menyediakan head-up display, jok depan elektrik dengan relaxation comfort, pemanas dan ventilasi jok depan, pemanas jok belakang, wireless charging, panoramic sunroof, sistem audio Bose delapan speaker, serta ambient light yang dapat menyesuaikan perubahan kecepatan kendaraan.

Wheelbase Ioniq 6 yang mencapai 2.950 mm juga memberikan potensi keuntungan untuk ruang penumpang. Hyundai mencatat ruang kaki belakang mobil tersebut mencapai 996 mm.

Fitur Unggulan Mazda 6e Fastback

Mazda menawarkan active electric rear spoiler sebagai salah satu fitur khas 6e Fastback. Sistem dapat mengaktifkan spoiler secara otomatis untuk memperkuat karakter sporty sekaligus membantu stabilitas mobil.

Selain itu, Mazda menyediakan AR-HUD, layar utama 14,6 inci, kamera 360 derajat, panoramic sunroof, sistem audio Sony dengan 14 speaker, serta rangkaian advanced driver assistance system atau ADAS.

Kombinasi tersebut menunjukkan bahwa Mazda tidak hanya mengandalkan desain untuk menarik perhatian. Produsen juga memberikan berbagai teknologi yang mendukung kenyamanan, hiburan, dan kebutuhan berkendara sehari-hari.

Hyundai Ioniq 6 Punya V2L dan Pengaturan Performa

Hyundai Ioniq 6 menawarkan fitur Vehicle-to-Load atau V2L dengan kemampuan memasok daya hingga 3,6 kW. Teknologi tersebut memungkinkan pemilik memanfaatkan energi dari baterai kendaraan untuk menjalankan perangkat elektronik.

Fitur EV Performance Tune Up juga memberikan keleluasaan kepada pengemudi untuk mengatur karakter kendaraan. Pengguna dapat menyesuaikan tenaga motor, sensitivitas pedal akselerator, respons kemudi, hingga sistem penggerak berdasarkan preferensi berkendara.

Hyundai turut mengunggulkan kemampuan pengisian daya cepat. Dengan pengisi daya DC berdaya 350 kW, perusahaan mengklaim Ioniq 6 dapat meningkatkan kapasitas baterai dari 10 persen menjadi 80 persen dalam waktu sekitar 18 menit.

Mazda 6e Fastback vs Hyundai Ioniq 6

Komparasi Mazda 6e Fastback vs Hyundai Ioniq 6.

Performa Ioniq 6 Lebih Bertenaga

Sektor performa memperlihatkan perbedaan besar antara kedua sedan listrik tersebut. Mazda 6e Fastback versi Indonesia menggunakan satu motor listrik dengan sistem penggerak roda belakang atau rear-wheel drive (RWD).

Motor tersebut menghasilkan tenaga 258 PS dan torsi maksimum 290 Nm. Mazda mencatat waktu sekitar 7,9 detik untuk membawa 6e Fastback berakselerasi dari 0 hingga 100 kilometer per jam.

Hyundai Ioniq 6 yang beredar di Indonesia mengandalkan dua motor listrik dengan sistem all-wheel drive (AWD). Konfigurasi tersebut menghasilkan tenaga total 239 kW atau sekitar 326 PS dan torsi maksimum 605 Nm.

Dengan tenaga tersebut, Ioniq 6 mampu melaju dari posisi diam hingga 100 kilometer per jam dalam 5,1 detik. Data itu menempatkan Hyundai di depan Mazda dalam urusan tenaga, torsi, dan akselerasi.

Sistem AWD juga mendistribusikan tenaga ke empat roda. Sebaliknya, konfigurasi RWD pada Mazda 6e menawarkan pendekatan yang lebih sederhana sekaligus mempertahankan karakter berkendara yang Mazda usung.

Baterai dan Jarak Tempuh Mazda 6e vs Ioniq 6

Mazda memasang baterai berkapasitas sekitar 77,9 kWh pada 6e Fastback untuk pasar Indonesia. Berdasarkan standar WLTP, Mazda mengklaim mobil tersebut mampu menempuh perjalanan hingga 560 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Hyundai Ioniq 6 membawa baterai berkapasitas 77,4 kWh. Berdasarkan metode pengujian WLTP, mobil listrik tersebut menawarkan jarak tempuh hingga 519 kilometer.

Dengan demikian, Mazda 6e memiliki keunggulan sekitar 41 kilometer berdasarkan angka klaim WLTP masing-masing.

Untuk pengisian cepat, konfigurasi baterai Mazda 6e yang serupa di sejumlah pasar mendukung daya DC hingga sekitar 194 kW. Sistem tersebut mampu meningkatkan kapasitas baterai dari 30 persen menjadi 80 persen dalam waktu sekitar 15 menit.

Ioniq 6 menggunakan arsitektur E-GMP dan mendukung pengisian DC hingga 350 kW. Hyundai mengklaim pengisian dari 10 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 18 menit dalam kondisi yang mendukung.

Selisih Harga Mencapai Rp 370 Juta

Harga menjadi pembeda penting dalam perbandingan Mazda 6e Fastback vs Hyundai Ioniq 6. Mazda menawarkan 6e Fastback seharga Rp 850 juta OTR Jakarta.

Sementara itu, Hyundai Ioniq 6 berada pada kisaran Rp 1,22 miliar OTR Jakarta. Perbedaan tersebut menghasilkan selisih sekitar Rp 370 juta.

Dengan harga yang lebih rendah, Mazda 6e menawarkan kombinasi desain sporty, kabin modern, fitur lengkap, serta klaim jarak tempuh yang lebih panjang. Paket tersebut dapat menarik konsumen yang mempertimbangkan keseimbangan antara harga, desain, teknologi, dan daya jelajah.

Di sisi lain, harga Ioniq 6 yang lebih tinggi turut membawa performa lebih besar. Konfigurasi dual motor, sistem AWD, torsi 605 Nm, fitur V2L, dan arsitektur E-GMP menjadi beberapa keunggulan yang ditawarkan Hyundai.

Mazda 6e atau Hyundai Ioniq 6?

Pilihan antara Mazda 6e dan Hyundai Ioniq 6 pada akhirnya bergantung pada kebutuhan penggunanya. Mazda 6e Fastback lebih menonjol melalui harga yang kompetitif, desain fastback sporty, sistem audio dengan jumlah speaker lebih banyak, serta klaim jarak tempuh WLTP hingga 560 kilometer.

Hyundai Ioniq 6 menawarkan keunggulan berbeda. Sedan listrik ini memiliki tenaga dan torsi lebih besar, akselerasi lebih cepat, penggerak AWD, fitur V2L, serta dukungan teknologi pengisian daya berarsitektur E-GMP.

Selisih harga sekitar Rp 370 juta semakin memperjelas posisi keduanya. Mazda 6e Fastback menawarkan pendekatan yang berorientasi pada nilai, desain, dan jarak tempuh. Sementara itu, Hyundai Ioniq 6 lebih cocok bagi konsumen yang menempatkan performa dan teknologi penggerak sebagai pertimbangan utama.