Vaksinasi Penguin Kecil menjadi salah satu langkah Australia untuk melindungi koloni burung laut di negara bagian Victoria dari ancaman flu burung H5N1. Hingga kini, tim konservasi telah memberikan dosis pertama vaksin kepada sekitar 1.000 penguin. Pemerintah Australia menargetkan sekitar 5.000 penguin kecil di Phillip Island dan St Kilda Beach mengikuti program tersebut.
Selama sepekan terakhir, petugas konservasi bekerja setiap malam untuk menangkap ratusan penguin yang kembali dari laut. Setelah menangkap burung-burung tersebut, tim memberikan vaksin sebelum mengembalikannya dengan hati-hati.
Di Phillip Island, yang berjarak sekitar dua jam perjalanan dari Melbourne, program itu telah mencapai tonggak awal dengan pemberian vaksin kepada penguin ke-1.000. Upaya tersebut semakin penting karena otoritas juga menemukan virus yang mematikan banyak burung itu pada anjing laut di Australia Selatan.
Phillip Island Menjadi Fokus Perlindungan Penguin
Phillip Island memiliki sekitar 40.000 penguin kecil dan menjadi rumah bagi koloni spesies tersebut yang terbesar di dunia. Selain memiliki nilai penting bagi konservasi, keberadaan penguin juga mendukung aktivitas pariwisata setempat.
Karena itu, pemerintah bersama pengelola kawasan konservasi berusaha mengurangi risiko yang muncul akibat penyebaran H5N1. Program vaksinasi membutuhkan sekitar 10.000 dosis karena setiap penguin harus menerima dua suntikan.
Menteri Lingkungan Hidup Victoria, Jaclyn Symes, menjelaskan bahwa penguin yang telah memperoleh suntikan pertama perlu menerima dosis lanjutan dalam tiga sampai empat minggu. Tim konservasi pun harus menangkap kembali burung yang sama untuk menyelesaikan proses tersebut.
Menurut Symes, Australia menyadari bahwa flu burung sudah menjadi ancaman yang harus mereka hadapi. Oleh sebab itu, pihak berwenang berusaha memberikan perlindungan semaksimal mungkin kepada koloni penguin.
Vaksin tersebut bertujuan meningkatkan antibodi setiap burung. Namun, para ahli belum dapat memastikan bahwa vaksin mampu sepenuhnya mencegah penguin tertular virus. Meski demikian, peningkatan perlindungan tubuh dapat membantu penguin menghadapi penyakit dan meningkatkan peluang pemulihan apabila mereka terinfeksi.
H5N1 Bisa Mengancam Ribuan Penguin
Ancaman flu burung terhadap penguin kecil di Phillip Island sebelumnya menjadi perhatian Pemerintah Victoria. Pada Mei 2025, pemerintah menerbitkan penelitian yang memodelkan kemungkinan dampak H5N1 terhadap sekitar 40.000 penguin sekaligus sektor pariwisata yang bergantung pada keberadaan koloni tersebut.
Hasil pemodelan menunjukkan risiko yang serius. Dalam skenario terburuk, virus berpotensi menyebabkan kematian sekitar 8.000 hingga 16.000 penguin.
Karakteristik kehidupan penguin juga meningkatkan risiko penularan. Burung-burung tersebut membuat sarang dan berkumpul dalam kelompok besar. Dengan demikian, ketika virus memasuki koloni, penyakit berpotensi menyebar dengan cepat dari satu individu ke individu lainnya.
Kondisi itulah yang membuat vaksinasi penguin kecil memiliki peran penting sebagai langkah perlindungan sebelum wabah berkembang luas.

Ilustrasi penguin.
Tim Konservasi Bekerja Setiap Malam
Manajer cagar alam Phillip Island Nature Parks, Ben Thomas, mengatakan timnya bekerja hingga larut malam selama sekitar satu pekan untuk menjalankan program tersebut.
Petugas menunggu penguin kembali menuju pantai setelah beraktivitas di laut. Kemudian, mereka mengarahkan burung-burung itu ke kandang sebelum memindahkannya ke area yang lebih kecil agar tim dapat memberikan vaksin secara aman.
Proses tersebut membutuhkan keterampilan karena penguin kecil memiliki gerakan yang lincah. Petugas bahkan harus menghadapi gigitan dan cakaran ketika menangani burung.
Meski demikian, tim berusaha menyelesaikan setiap proses secepat dan selembut mungkin. Mereka ingin meminimalkan stres sekaligus memastikan kondisi penguin tetap sehat setelah menerima suntikan.
Thomas menilai kecepatan penyebaran virus menjadi alasan utama tim harus bertindak serius. Kebiasaan penguin hidup berdekatan dapat membuat H5N1 menyebar cepat apabila virus memasuki koloni.
Program Vaksinasi Massal Pertama dalam Skala Besar
CEO Phillip Island Nature Parks, Catherine Basterfield, menyebut program ini sebagai pengalaman baru bagi timnya. Ia juga meyakini kegiatan tersebut menjadi program vaksinasi massal penguin berskala besar pertama di dunia.
Menangani ribuan penguin bukan pekerjaan sederhana. Oleh karena itu, tim menghabiskan waktu pada awal pelaksanaan untuk menguji berbagai pendekatan, menyusun rencana, serta menentukan metode yang paling efektif dan aman.
Menariknya, kebiasaan alami penguin kecil justru membantu pelaksanaan program. Sebagian besar penguin kembali menuju pantai yang sama hampir setiap malam. Mereka juga cenderung menggunakan jalur serupa dan pulang menuju lubang tanah yang sama.
Selain itu, penguin di kawasan wisata tersebut relatif terbiasa dengan keberadaan manusia. Karakteristik ini memberikan peluang bagi tim konservasi untuk menemukan dan menangkap kembali individu yang sebelumnya telah menerima vaksin.
Dosis Kedua Menjadi Tahap Penting
Tahapan berikutnya akan menentukan keberhasilan vaksinasi penguin kecil di Victoria. Dalam waktu sekitar tiga hingga empat minggu setelah suntikan pertama, tim perlu menemukan kembali penguin yang sama untuk memberikan dosis kedua.
Basterfield optimistis pola kehidupan penguin di Phillip Island akan membantu petugas menjalankan tahapan tersebut. Dengan populasi sekitar 40.000 ekor, perlindungan terhadap koloni ini memiliki arti besar bagi kelangsungan spesies sekaligus ekosistem setempat.
Australia menargetkan 5.000 penguin di Phillip Island dan St Kilda Beach mendapatkan perlindungan melalui program ini. Karena setiap burung membutuhkan dua dosis, tim memerlukan sekitar 10.000 dosis vaksin untuk menyelesaikan seluruh rangkaian.
Program tersebut menjadi langkah penting dalam menghadapi ancaman H5N1 sekaligus memberikan pengalaman baru bagi upaya konservasi satwa liar. Jika pelaksanaannya berjalan sesuai rencana, program ini dapat memberikan pelajaran berharga mengenai cara melindungi koloni penguin dari penyakit menular yang berpotensi menyebar dengan cepat.